Ancaman Omicron

Anda Komorbid dan Usia 60 Tahun, Sebulan ini Jangan Keluar Rumah

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Para dokter ingatkan varian Omicron berbahaya. Terutama bagi Anda yang memiliki komorbid, belum divaksin dan berusia 60 tahun ke atas.

Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menyarankan, Anda bergejala itu sebaiknya dalam satu bulan ke depan di rumah saja. Ini menghindari virus varian Omicron.”Awas peningkatan kasus masih terus berlangsung hingga kemarin. Dan kasus positif harian sudah mencapai 32 ribu, bahkan mungkin 40 ribu, sehari,” ingat Luhut .

Kepada Anda yang umur 60 tahun ke atas dan belum divaksin, serta punya komorbid, agar tidak keluar rumah dulu,” pintanya kemarin (6/2).

Menurut data, tambah Luhut, mayoritas pasien meninggal belum divaksin dua kali. Lalu berusia sekitar 60 tahun dan memiliki komorbid atau penyakit penyerta. Karena itu, dia mengajak masyarakat untuk segera divaksin. Namun, yang sudah divaksin juga tidak boleh menganggap enteng. Sebab, Omicron bisa merusak tubuh. ”RS Jakarta terisi 15 persen. Banyak juga yang sudah keluar karena gejala ringan. Tapi, kalau di atas 60 tahun, segera dibawa ke rumah sakit atau isolasi terpusat,” tutur Luhut.

 

 

 

Jangan Keluar Rumah

Luhut Binsar Pandjaitan, meminta agar lansia di atas 60 tahun yang belum vaksinasi dan yang memiliki komorbid, untuk tidak keluar rumah dulu hingga sebulan ke depan.

Untuk mengurangi lonjakan kasus Covid-19, pemerintah mengeluarkan Surat Edaran Menteri Agama Nomor SE. 04 Tahun 2022 tentang Pelaksanaan Kegiatan Peribadatan/Keagamaan di Tempat Ibadah Pada Masa PPKM Level 3, Level 2, dan Level 1 Covid-19, serta Optimalisasi Posko Penanganan Covid-19 di Tingkat Desa dan Kelurahan, serta Penerapan Protokol Kesehatan 5M.

Dalam surat itu disebutkan warga lanjut usia (60 tahun ke atas) diimbau untuk beribadah di rumah. Selain itu kotak amal untuk sementara tidak dijalankan.

“Kami kembali terbitkan surat edaran dalam rangka mencegah dan memutus mata rantai penyebaran Covid-19 yang saat ini mengalami peningkatan dengan munculnya varian Omicron. Edaran juga untuk memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat dalam melaksanakan kegiatan peribadatan dengan menerapkan protokol kesehatan 5M pada masa pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM),” terang Menag di Jakarta, Minggu (6/2/2022).

“Edaran diterbitkan dengan tujuan memberikan panduan bagi pemangku kepentingan dan umat beragama dalam melaksanakan kegiatan peribadatan/keagamaan dan penerapan protokol kesehatan 5M di tempat ibadah pada masa PPKM,” sambungnya.

Edaran ini ditujukan kepada Pejabat Pimpinan Tinggi Madya, Pimpinan Tinggi Pratama Pusat, Rektor/Ketua PTKN, Kakanwil Kemenag provinsi, Kepala Kankemenag kabupaten/kota, Kepala Madrasah/Kepala Satuan Pendidikan Keagamaan, Kepala Kantor Urusan Agama kecamatan, Penghulu dan Penyuluh Agama, ASN Kemenag, Pimpinan Ormas Keagamaan, Pengurus dan pengelola tempat ibadah, serta seluruh umat beragama di Indonesia.

Atas temuan pertumbuhan Covid-19 di Indonesia yang terus meningkat oleh varian Omicron , dr Tompi, artis yang juga berprofesi sebagai dokter spesialis bedah plastik, minta masyarakat tidak menganggap remeh varian Omicron .

Melalui cuitan di akun Twitter pribadinya, Tompi mengkhawatirkan penularan Covid-19 varian Omicron yang semakin mengerikan.

Tompi juga mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk tidak menganggap remeh varian Omicron ini.

"Angka penularan covid Omicron makin mengerikan nih. Jgn remeh krn berita gejala relatif ringan," cuit Tompi dikutip dari akun Twitter @dr_tompi pada Minggu, (6/2/ 2022).

Selain itu, Tompi juga mengimbau agar masyarakat dapat mengencangkan prokes selama sebulan ke depan.

"Kl semua sakit, jd repot dan menhambat semuaaa kegiatan ke depan. 4 mggu ke depan PROKES KENCENGIN," lanjutnya.

 

 

 

Jangan Nongkrong- nongkrong

Dalam cuitan selanjutnya, pelantun lagu 'Menghujam Jantungku' tersebut juga mengimbau kepada masyarakat agar tidak melakukan aktivitas di luar rumah jika tidak terlalu penting.

"Jangan pada nongkrong2 iseng dulu deh. Kecuali SANGAT PERLU, itu pun super ketat," ujar Tompi.

Menurutnya, Omicron ini tidak bergejala namun sangat menular, bagi yang tidak bergejala dianggapnya tidak masalah.

Namun apa jadinya bila yang tertular mengalami respon yang tidak diketahui sebelumnya atau memiliki komorbid.

"Ini Omicron nyebelin, org sakit banyak gak bergejala tp sangat menularkan. Nah dia nya gpp, yg ditularin siapa yg tau responnya," ucap Tompi. n er, jk, 07

Berita Terbaru

Hamil Besar, Lisa Diadili dalam Kasus Penyekapan Lansia dan Harta Rp6 Miliar

Hamil Besar, Lisa Diadili dalam Kasus Penyekapan Lansia dan Harta Rp6 Miliar

Rabu, 30 Sep 2026 08:12 WIB

Rabu, 30 Sep 2026 08:12 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Perut Lisa Andriana tampak membesar saat terdakwa kasus dugaan penyekapan lansia itu duduk di kursi terdakwa Pengadilan Negeri…

Eri Larang Sekolah Jual Seragam

Eri Larang Sekolah Jual Seragam

Rabu, 30 Sep 2026 08:10 WIB

Rabu, 30 Sep 2026 08:10 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menegaskan tidak membolehkan praktik jual-beli seragam sekolah di SD dan SMP negeri. Eri bahkan…

JPU PUTAR BALIK FAKTA

JPU PUTAR BALIK FAKTA

Rabu, 30 Sep 2026 08:08 WIB

Rabu, 30 Sep 2026 08:08 WIB

Majelis Hakim Yth, Kemarin melalui putusan Sela, eksepsi saya ditolak. Ketika eksepsi saya ditolak, hal tersebut bukan berarti saya kalah divonis bersalah…

DILAPORKAN KE JAMWAS, JPU HILANGKAN 3 BUKTI

DILAPORKAN KE JAMWAS, JPU HILANGKAN 3 BUKTI

Rabu, 30 Sep 2026 08:05 WIB

Rabu, 30 Sep 2026 08:05 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Ayah terdakwa Raditya menyatakan JPU dalam perkara ini dengan sengaja menghilangkan 3 bukti yang seharusnya wajib ada di berkas…

Bulutangkis Sumbang Enam Medali, 2 Emas

Bulutangkis Sumbang Enam Medali, 2 Emas

Rabu, 30 Sep 2026 08:03 WIB

Rabu, 30 Sep 2026 08:03 WIB

SURABAYAPAGI.com, Jakarta - Bulutangkis Indonesia sumbang enam medali di Asian Games 2026. Itu termasuk dua emas, terbaru dari Leo/Daniel! Tuntas sudah…

Ledakan Pabrik Blesscon Tewaskan 5 Pekerja, Santunan Cair tetapi Belum Ada Tersangka

Ledakan Pabrik Blesscon Tewaskan 5 Pekerja, Santunan Cair tetapi Belum Ada Tersangka

Rabu, 30 Sep 2026 08:00 WIB

Rabu, 30 Sep 2026 08:00 WIB

SURABAYAPAGI.com, Lamongan – PT Superior Prima Sukses Tbk (SPS) atau Blesscon memastikan seluruh keluarga pekerja yang meninggal dunia maupun korban luka a…