Wali Kota Ungkap Wanita Mojokerto Lebih Panjang Umur Ketimbang Pria

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari atau akrab disapa Ning Ita. SP/Dwy AS
Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari atau akrab disapa Ning Ita. SP/Dwy AS

i

SURABAYAPAGI.COM, Mojokerto - Sebagai daerah bekas kerajaan ternyata perempuan cukup memiliki peran yang luar biasa di Kota Mojokerto. Tak hanya Wali Kotanya saja yang perempuan saat ini, namun sisi lain di Bumi Mojopahit daerah perkotaan ini juga banyak dihiasi perempuan.

Hal ini disampaikan Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari saat menghadiri acara pelantikan pengurus DPC Persatuan Ahli Salon Kecantikan dan Pengusaha Salon Indonesia, Tiara Kusuma, Kota dan Kabupaten Mojokerto di Rumah Rakyat, Selasa (8/2).

"Jumlah perempuan Kota Mojokerto berdasarkan pendataan 2021 yang dilaksanakan ada sebanyak 52 persen. Artinya jumlah perempuan lebih banyak dari pada laki-laki. Saya kira ini sama oleh data yang dirilis dari BPS Jatim untuk jumlah perempuan yang ada di Jatim," terang Wali Kota Ika Puspitasari.

Selain itu menurut dia usia harapan hidup perempuan Kota Mojokerto juga lebih lama 7 tahun dibandingkan laki-laki. "Artinya kita ini lebih berumur panjang dibandingkan pria," tegas Ning Ita demikian biasa disapa.

Menurut dia ini data dari pendataan keluarga yang dilakukan oleh lembaga kredibel  Unesa untuk wilayah Kota Mojokerto pada akhir tahun 2021 lalu.

"Usia harapan hidup perempuan lebih lama 7 tahun. Artinya melihat data tersebut kita sebagai kaum perempuan harus mampu memiliki kemandirian dibandingkan dengan pria, karena kita miliki harapan usia lebih panjang," pesan dia.

Dengan semakin panjangnya harapan hidup ini dia ingin perempuan semakin berdaya guna. Dan bukan sebaliknya panjang umur namun menjadi beban.

Maka berdasarkan data itu Pemkot Mojokerto yang dia pimpin dalam mengatur APBD juga sangat memperhatikan masalah gender ini. "Artinya setiap tahun dalam anggaran APBD kami sudah memprioritaskan dalam rangka pembangunan berbasis gender dan kaum minoritas bisa dilihat," lanjutnya.

Kemudian Ning Ita menyinggung bahwa di tahun 2021, Pemkot Mojokerto sudah meraih penghargaan Anugerah Parahita Ekapraya dari Kementrian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak.

"Kami tentu sangat mengupayakan dalam program pembangunan. Bahwa pembangunan ini lebih utamakan perempuan karena jumlah lebih banyak dan usia lebih panjang. Maka harus memiliki kemandirian ekonomi yang dilandasi dengan pendidikan dan kesehatan," tutur istri dari Supriyadi Karima Saiful ini.

Selain itu Ning Ita menjabarkan tentang dua indikator yang dirilis oleh BPS.  "Ada dua indikator yang dilakukan oleh pemerintah. Yang pertama adalah IPG (Indeks Pembangunan Gender) dan IDB (Indeks Pemberdayaan Gender).

"IPG ini mencapai ukuran kualitas. Tidak sakitan, kemudian secara ekonomi miliki kemandirian tak bergantung pada orang lain," bebernya kembali.

Demikian halnya tentang pendidikan. Meskipun tak harus dengan memiliki titel panjang. 

Yang kedua jelas Ning Ita lagi adalah IDB. "Ini melihat sejauh mana kesetaraan gender. Dalam dunia ekonomi, pengambil keputusan dan politik," tegas dia.

Dan data yang dirilis oleh BPS bahwa IPG dan IDB Kota Mojokerto jauh melesat tinggi dibanding Jatim.

Tahun 2021 Jatim baru diatas 91,7 persen untuk IPG, sementara Kota Mojokerto sudah 93,2 persen. Dan untuk IDB Jatim masih 73,03 persen, sementara Kota Mojokerto sudah 90,5 persen. Dwi

Berita Terbaru

Di Tengah Konflik Geopolitik, Kemenhaj Bangkalan pastikan CJH Aman Selama Ibadah

Di Tengah Konflik Geopolitik, Kemenhaj Bangkalan pastikan CJH Aman Selama Ibadah

Selasa, 14 Apr 2026 11:20 WIB

Selasa, 14 Apr 2026 11:20 WIB

SURABAYAPAGI.com, Bangkalan - Menindaklanjuti viralnya konflik geopolitik di Timur Tengah, Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kabupaten Bangkalan,…

Dipicu Kondisi Kesehatan-Meninggal, 15 CJH Sumenep Gagal Berangkat ke Tanah Suci

Dipicu Kondisi Kesehatan-Meninggal, 15 CJH Sumenep Gagal Berangkat ke Tanah Suci

Selasa, 14 Apr 2026 11:01 WIB

Selasa, 14 Apr 2026 11:01 WIB

SURABAYAPAGI.com, Sumenep - Musim haji tahun 2026 kali ini menjadi momentum bahagia bagi yang menjalankan. Namun, tak semua Calon Jemaah Haji (CJH) bisa…

Dorong Digitalisasi, Pemkot Surabaya Terapkan Sistem Parkir Nontunai di KBS

Dorong Digitalisasi, Pemkot Surabaya Terapkan Sistem Parkir Nontunai di KBS

Selasa, 14 Apr 2026 10:58 WIB

Selasa, 14 Apr 2026 10:58 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Dalam rangka meningkatkan dan mendorong transparansi digitalisasi layanan parkir, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menerapkan…

Per Februari-Maret 2026, Ratusan Ribu KPM di Banyuwangi Terima Bantuan Pangan Beras dan Minyak Goreng

Per Februari-Maret 2026, Ratusan Ribu KPM di Banyuwangi Terima Bantuan Pangan Beras dan Minyak Goreng

Selasa, 14 Apr 2026 10:49 WIB

Selasa, 14 Apr 2026 10:49 WIB

SURABAYAPAGI.com, Banyuwangi - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi, Jawa Timur melalui Perum Bulog Kantor cabang setempat menyalurkan ratusan bantuan…

Atasi Sedimentasi Pemicu Banjir, Pemkot Malang Masifkan Normalisasi Sungai

Atasi Sedimentasi Pemicu Banjir, Pemkot Malang Masifkan Normalisasi Sungai

Selasa, 14 Apr 2026 10:38 WIB

Selasa, 14 Apr 2026 10:38 WIB

SURABAYAPAGI.com, Malang - Guna mengatasi persoalan sedimentasi yang menjadi salah satu faktor pemicu terjadinya banjir, kini Pemerintah Kota (Pemkot) Malang,…

Rapat Paripurna DPRD Sumenep "Penyampaian Nota Penjelasan Bupati Sumenep Terhadap 3 Raperda 2026"

Rapat Paripurna DPRD Sumenep "Penyampaian Nota Penjelasan Bupati Sumenep Terhadap 3 Raperda 2026"

Selasa, 14 Apr 2026 10:20 WIB

Selasa, 14 Apr 2026 10:20 WIB

SURABAYA PAGI, Sumenep-Dewan Perwakilan Rakyat (DPRD) kabupaten Sumenep, menggelar Rapat Paripurna DPRD dengan agenda Penyampaian Nota Penjelasan Bupati…