Dorong Pembentukan Posyandu Jiwa di Setiap Desa

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Ketua Komisi E DPRD Jawa Timur Wara S Renny Pramana (dua dari kanan) saat reses di Kabupaten Kediri, 6/2/2022.
Ketua Komisi E DPRD Jawa Timur Wara S Renny Pramana (dua dari kanan) saat reses di Kabupaten Kediri, 6/2/2022.

i

SURABAYAPAGI.COM, Kediri - Permasalahan kesehatan masyarakat masih menjadi perhatian utama DPRD Jawa Timur. Kebutuhan sarana kesehatan di pelosok desa sangat perlu dijadikan prioritas pembangunan, salah satunya adalah untuk penanganan masyarakat yang mengalami masalah gangguan Jiwa.

Hal tersebut diungkapkan Wara Sundari Reny Pramana, Ketua Komisi E DPRD Jawa Timur usai menjalani masa reses I di Daerah Pemilihan Jawa Timur VIII (Kabupaten Kediri dan Kota Kediri). Hingga saat ini, permasalahan kesehatan khususnya stunting dan orang dengan gangguan jiwa (odgj) masih banyak dialami di sejumlah desa. Sehingga keberadaan Posyandu Jiwa ini menjadi sangat penting untuk ada di setiap pelosok desa. “Kalau kita abai (odgj), maka semakin banyak orang gangguan jiwa tidak terawat dan bahkan gila permanen. Tentu kami tidak ingin hal itu terus terjadi,” jelas Wara S Renny, saat ditemui di Kediri, 7/2/2022.

Upaya tersebut bukan tanpa alasan. Selama melakukan kegiatan reses di desa-desa, Renny mengaku seringkali menjumpai masyarakat yang mengalami gangguan jiwa tapi kesulitan mencari tempat berobat. Karena lokasinya jauh dari kota ataupun puskesmas di Kecamatan. Contohnya Desa Kedak Kecamatan Semen, ternyata kalau mau ke Puskesmas harus melewati jalan terjal turun gunung sejauh 15 kilometer. “Penduduk setempat pasti sudah malas dulu untuk ke Puskesmas, Nah disinilah pentingnya ada Posyandu Jiwa dan Ponkesdes di setiap desa,” urai Bendahara DPD PDI Perjuangan Jatim ini.

Secara psikologis di masyarakat yang selama ini ketika ada kejadian ODGJ, tidak dirawat hingga membuat menambah stress. Karena tidak ada penanganan, akhirnya mereka itu di pasung. Tentu hal ini tidak menyelesaikan masalah dan tidak ada upaya untuk menyembuhkan. “Maka mumpung bisa ada akses komunikasi dengan dinas kesehatan, posyandu desa ini akan saya perjuangkan. Agar segera ketika ditemukan kasus ODGJ, segera mendapat penanganan intensif supaya hal tersebut tidak permanen,” cetus perempuan yang pernah menjabat sebagai Ketua DPRD Kabupaten Kediri ini. 

Ke depan, secara bertahap Posyandu Jiwa di setiap Desa harus tersedia. “Saya terus support untuk posyandu jiwa, selama ini kan posyandu balita dan lansia. Saya justru berbalik, posyandu jiwa ini saya support, saya berusaha untuk memfasilitasinya,” imbuhnya.

Selain itu, pihaknya juga lebih menekankan mengajak ikut serta semua pihak untuk pengentasan stunting di Jawa Timur. Program pemerintah pusat, tahun 2023 angka stunting targetnya turun sampai 14%. Tapi sampai saat ini secara nasional masih 24,14%. Sedangkan di Kediri, di rata-rata masih kisaran 9%. “Nah kalau kita bisa zero stunting kan itu bisa menjadi prestasi, maka perlu digiatkan lagi Ponkesdes di setiap desa untuk pemenuhan kesehatan, gizi dan vitamin masyarakat,” paparnya sembari mengatakan kalau saat ini sudah ada 11 Poskesdes di 11 Kecamatan Kabupaten Kediri dan 2 Ponkesdes di Kota Kediri. 

Bila program jemput bola penanganan kesehatan itu dilakukan dengan tepat dan merata, maka diharapkan juga berdampak pada penyelesaian Permasalahan kemiskinan. Karena kemiskinan dan kesehatan itu sangat berkaitan. Setiap penduduk miskin seringkali mengalami problem di masalah kesehatan. “Untuk itu, penanganan kemiskinan dan kesehatan harus berjalan bersama-sama,” pungkasnya. rko

 

Berita Terbaru

Diawali Doa, WCP Pasopati U-10 Siap Ukir Prestasi di Turnamen Internasional Bali7s

Diawali Doa, WCP Pasopati U-10 Siap Ukir Prestasi di Turnamen Internasional Bali7s

Jumat, 03 Apr 2026 09:56 WIB

Jumat, 03 Apr 2026 09:56 WIB

SURABAYAPAGI.com, Gresik – Suasana haru dan penuh harapan mengiringi langkah skuad muda WCP Pasopati Academy U-10 saat bersiap menapaki panggung internasional. …

Takmir Masjid di Bayubang Lamongan Ajukan Pemindahan Gardu Trafo, PLN Patok Rp 80 Juta Menjadi Viral

Takmir Masjid di Bayubang Lamongan Ajukan Pemindahan Gardu Trafo, PLN Patok Rp 80 Juta Menjadi Viral

Kamis, 02 Apr 2026 20:15 WIB

Kamis, 02 Apr 2026 20:15 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Lamongan - Takmir Masjid At-Taqwa di Desa Bayubang Kecamatan Solokuro Lamongan Jawa Timur, dibuat murka oleh pelayanan PLN, lantaran…

Dampak Efesiensi, Pemkab Lamongan Pangkas Perjalanan Dinas Sampai 50 Persen

Dampak Efesiensi, Pemkab Lamongan Pangkas Perjalanan Dinas Sampai 50 Persen

Kamis, 02 Apr 2026 20:08 WIB

Kamis, 02 Apr 2026 20:08 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Lamongan - Sebagai langkah kongkrit dalam komitmen menjalankan instruksi Pemerintah Pusat untuk efesiensi energi, Pemkab Lamongan telah…

Tekankan Transparansi dan Akuntabilitas Pembangunan Infrastruktur, KSPI PT PLN Kunjungi GITET Surabaya Selatan

Tekankan Transparansi dan Akuntabilitas Pembangunan Infrastruktur, KSPI PT PLN Kunjungi GITET Surabaya Selatan

Kamis, 02 Apr 2026 18:47 WIB

Kamis, 02 Apr 2026 18:47 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – PT PLN (Persero) terus memperkuat komitmennya dalam menjalankan pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan yang bersih dan t…

Permudah Pengajuan Klaim, BPjS Ketenagakerjaan Hadirkan Fitur Layanan 'Lapak Asik'

Permudah Pengajuan Klaim, BPjS Ketenagakerjaan Hadirkan Fitur Layanan 'Lapak Asik'

Kamis, 02 Apr 2026 17:15 WIB

Kamis, 02 Apr 2026 17:15 WIB

SURABAYA PAGI, Malang - BPJS Ketenagakerjaan menghadirkan fitur antrean online pada Layanan Tanpa Kontak Fisik atau Lapak Asik mulai 1 April 2026 guna …

Reklamasi Diduga Tanpa Kepastian Izin di Pesisir Gresik, Nelayan Kehilangan Ruang Hidup

Reklamasi Diduga Tanpa Kepastian Izin di Pesisir Gresik, Nelayan Kehilangan Ruang Hidup

Kamis, 02 Apr 2026 15:37 WIB

Kamis, 02 Apr 2026 15:37 WIB

SURABAYAPAGI.com, Gresik — Dugaan pencaplokan wilayah laut kembali mencuat di pesisir Desa Manyarejo, Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik. Kawasan yang b…