Bocah 18 Bulan Meninggal setelah Tercebur di Kolam Ikan Koi Tetangga

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Kapolsek Talun AKP Imam Subechi saat melihat kondisi korban bersama team kesehatan disaksikan keluarga dan perangkat Desa. SP/Hadi Lestariono
Kapolsek Talun AKP Imam Subechi saat melihat kondisi korban bersama team kesehatan disaksikan keluarga dan perangkat Desa. SP/Hadi Lestariono

i

SURABAYAPAGI.COM, Blitar - Warga dusun Bakulan Desa Bendosewu Kecamatan Talun Kabupaten Blitar dikejutkan ditemukan balita berusia 18 bulan yang tewas di kolam ikan koi. Kejadian yang terjadi Sabtu (12/2) pukul 18.30 itu mengakibatkan Moh FR (18 bulan)  anak pasangan AD (30) dan TR (24) meninggal dunia, kejadian tersebut kemudian dilaporkan ke Polsek Talun.

Kejadian itu dibenarkan Kapolsek Talun AKP Imam Subechi SH, menurut mantan Kapolsek Wlingi ini, korban tenggelam di Kolam Ikan Koi milik tetangganya yang berada di depan rumahnya, sedang saat itu TR, ibu korban sedang aktifitas di dapur, tidak mengetahui kalau korban yang masih belajar berjalan itu keluar rumah.

"Saat ibu korban mencari korban sekitar pukul 16.45 tidak menemukan, dan minta tolong Andi Suswanto tetangganya untuk mencarikan keberadaan korban, bahkan para tetangga mencari di persawahan, parit dan sungai di sekitar rumah korban, sekitar pukul 18.20 korban ditemukan dengan posisi  mengapung di kolam ikan koi milik tetangganya," jelas AKP Imam Subechi atas ijin Kapolres Blitar AKBP Adhitya Panji Anom S.IK pada wartawan.

Setelah menerima laporan pukul 19.00 langsung  Kapolsek Talun dengan anggotanya datangi TKP bersama Babinsa Koramil Talun/Bhabinkamtibmas,  Bidan desa Bendosewu, selain unit Identifikasi untuk melakukan olah TKP dan pemeriksaan kondisi korban.

"Kami bersama team mendatangi rumah korban, yang saat itu korban sudah dibaringkan di rumahnya, setelah kita lakukan pemeriksaan dengan team Identifikasi juga Bidan desa, yang disaksikan keluarga korban dan perangkat desa, tanda tanda meninggalnya korban tidak ada unsur tindakan kekerasan, sedang pihak keluarga tidak menghendaki korban diotopsi yang waktu itu akan kita rujuk ke RSUD Ngudi Waluyo, karena keluarga tidak ingin bila korban untuk diotopsi  pihak keluarga membuat surat pernyataan," kata AKP Imam Subechi.

Masih menurut Imam Subechi awal kejadiannya ketika ibunya masak di dapur, korban bermain dalam rumah, tanpa sepengetahuanya  korban keluar rumah, usai masak ibu korban mencari korban tidak ketemu minta tolong warga sekitar, dan pukul 18.45 korban ditemukan dengan posisi mengapung di kolam ikan koi yang terletak di seberang rumahnya,  sedang kolam yang terbuat dari terpal itu berkedalaman 80 cm, lebar 10 meter dan panjang 15 meter.

"Dari kejadian itu kami mengamankan baju milik korban berupa satu potong baju coklat muda, satu potong celana pendek coklat tua, malam itu juga korban dimakamkan," pungkas mantan Kasubag Humas Polres Blitar ini. Les

 

 

Berita Terbaru

Dalang Cilik Naik Panggung, Petrokimia Gresik Dorong Regenerasi Seni Wayang

Dalang Cilik Naik Panggung, Petrokimia Gresik Dorong Regenerasi Seni Wayang

Selasa, 18 Agu 2026 19:45 WIB

Selasa, 18 Agu 2026 19:45 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Gresik — Upaya melestarikan seni dan budaya tradisional terus dilakukan PT Petrokimia Gresik (Persero). Di tengah pesatnya perkembangan z…

Warga Uji Transparansi Pergantian Pimpinan DPRD Magetan, Rekaman Paripurna Diminta Dibuka

Warga Uji Transparansi Pergantian Pimpinan DPRD Magetan, Rekaman Paripurna Diminta Dibuka

Selasa, 18 Agu 2026 19:22 WIB

Selasa, 18 Agu 2026 19:22 WIB

‎SURABAYAPAGI.com, Magetan – Proses pergantian pimpinan DPRD Kabupaten Magetan kembali menjadi perhatian. Kali ini, publik meminta dokumen dan rekaman Rapat Par…

AUM Wealth Management Danamon Tumbuh 20 Persen, Bisnis Priority Banking Makin Diperkuat

AUM Wealth Management Danamon Tumbuh 20 Persen, Bisnis Priority Banking Makin Diperkuat

Selasa, 18 Agu 2026 19:10 WIB

Selasa, 18 Agu 2026 19:10 WIB

SurabayaPagi, Jakarta – PT Bank Danamon Indonesia Tbk kembali memperkuat bisnis pengelolaan kekayaan (wealth management) setelah meraih dua penghargaan dalam A…

Jadi Alarm bagi Ketahanan Pangan, Harga Gabah di Magetan Nyaris Rp9 Ribu per Kg

Jadi Alarm bagi Ketahanan Pangan, Harga Gabah di Magetan Nyaris Rp9 Ribu per Kg

Selasa, 18 Agu 2026 15:33 WIB

Selasa, 18 Agu 2026 15:33 WIB

SURABAYAPAGI.com, Magetan - Baru-baru ini, harga komoditas gabah di Kabupaten Magetan, Jawa Timur, sedang berada di level tinggi. Gabah kering giling (GKG)…

Peringati HUT ke 81 RI di Jawa Timur, PLN Jaga Pasokan Listrik Tanpa Kedip di Jawa Timur

Peringati HUT ke 81 RI di Jawa Timur, PLN Jaga Pasokan Listrik Tanpa Kedip di Jawa Timur

Selasa, 18 Agu 2026 15:30 WIB

Selasa, 18 Agu 2026 15:30 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Jawa Timur sukses menjaga keandalan pasokan listrik tanpa kedip dalam puncak peringatan H…

Waspada Air Liur Tikus, Dinkes Bondowoso Gencar Edukasi Bahaya Hantavirus

Waspada Air Liur Tikus, Dinkes Bondowoso Gencar Edukasi Bahaya Hantavirus

Selasa, 18 Agu 2026 15:27 WIB

Selasa, 18 Agu 2026 15:27 WIB

SURABAYAPAGI.com, Bondowoso - Guna meningkatkan kewaspadaan terhadap penyakit yang ditularkan tikus, termasuk hantavirus yang belakangan ramai diperbincangkan,…