DKPP Surabaya Bagikan Hasil Panen Bandeng Ke Warga MBR

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Panen Ikan Bandeng di enam kelurahan wilayah Kelurahan Wonorejo, Kecamatan Rungkut, Kota Surabaya, Sabtu pagi (12/2).SP/ALQ
Panen Ikan Bandeng di enam kelurahan wilayah Kelurahan Wonorejo, Kecamatan Rungkut, Kota Surabaya, Sabtu pagi (12/2).SP/ALQ

i

SURABAYAPAGI, Surabaya -  Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya terus melakukan berbagai upaya dalam menangani Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR). Salah satunya, membagikan hasil panen Ikan Bandeng ke warga MBR yang ada di enam kelurahan wilayah Kelurahan Wonorejo, Kecamatan Rungkut, Kota Surabaya, Sabtu pagi (12/2).

 Panen Ikan Bandeng ini merupakan hasil dari budidaya Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Surabaya. Di lahan milik Pemkot Surabaya seluas 1,5 hektar tersebut, DKPP berhasil memanen kurang lebih 350 kilogram Ikan Bandeng.

 Kepala Dinas Ketahanan Pangan Dan Pertanian (DKPP) Kota Surabaya Antiek Sugiharti mengatakan, pembagian Ikan Bandeng ini dipusatkan di masing-masing kelurahan yang ada di wilayah Kecamatan Rungkut. Diantaranya, Kelurahan Penjaringansari, Rungkut Kidul, Kali Rungkut, Wonorejo, Kedungbaruk dan Medokanayu. 

“Masing-masing Kepala Keluarga (KK) MBR, mendapat 1 - 1,5 kilogram. Jadi, pembagian ini disesuaikan dengan lahan yang dimiliki pemkot. Kalau lahannya tambak Ikan Bandeng seperti ini, kita bagikan Ikan Bandeng, kalau lahannya digunakan budidaya Ikan Lele, maka dibagi Ikan Lele. Begitu seterusnya,” kata Antiek. 

Antiek menjelaskan, pengelolaan tambak Ikan Bandeng ini juga melibatkan warga MBR. Sementara itu, DKPP bertugas membantu pendampingan, seperti memberikan bibit ikan, pakan ikan, pendampingan dan perawatannya. Setelah panen, maka hasilnya dapat dinikmati kembali oleh warga MBR yang tinggal tak jauh dari lahan tersebut. 

“Ada yang lahannya dikelola langsung oleh MBR, ada yang dikelola bersama oleh pemkot juga warga MBR. Ada lahan yang digunakan untuk tanaman juga. Oleh karena itu, masyarakat MBR, stunting dan lanjut usia (lansia) yang ada di sekitar lahan pemkot, dapat merasakan manfaatnya,” jelas Antiek.

Para petugas DKPP Surabaya tampak antusias menjaring Ikan Bandeng di Tambak Wonorejo. Dengan menggunakan seser, satu persatu ikan terjaring dan dimasukkan ke dalam kotak berwarna oranye. Setelah itu, ikan ditimbang ke dalam keranjang. 

Setelah semua ikan terkumpul, kemudian ditimbang lagi dan dibungkus menggunakan kantong plastik, lalu dimasukkan ke dalam kotak styrofoam. Lantas ikan-ikan ini dikirim ke enam kantor kelurahan yang ada di Wilayah Kecamatan Rungkut, menggunakan mobil.

“Setiap kelurahan dapat 60 - 70 Kilogram. Sehingga nantinya RT/RW memanggil satu persatu warga MBR di wilayahnya untuk mengambil Ikan Bandengnya. Ini yang pertama kali kita bagikan, karena Ikan Bandeng itu baru bisa dipanen setelah tujuh bulan,” ungkapnya. 

Sementara itu, di Kelurahan Wonorejo warga tampak antri mengambil hasil panen Ikan Bandeng yang akan dibagikan. Seperti yang dijelaskan oleh Kepala DKPP Surabaya, Antiek Sugiharti, setiap warga MBR mendapat jatah 1 - 1,5 kilogram. 

 Menurut Hidayah, warga Wonorejo Rungkut Gang 4 No. 5 RT 01/ RW 01 mengaku senang, setelah menerima hasil panen Ikan Bandeng dari Pemkot Surabaya. “Tadi dapat informasi dari Pak RT, disuruh datang ke kelurahan, bawa KTP. Alhamdulillah, dapat tiga ekor Bandeng, bisa dibuat masak di rumah,” ujar Hidayah.

 Selain Hidayah, juga ada ibu-ibu paruh baya Dias dan Bu Dadang, mereka berdua adalah warga Kelurahan Wonorejo. Keduanya mengaku senang, setelah menerima hasil panen Ikan Bandeng dari Pemkot Surabaya. 

“Terima kasih, nanti buat masak. Terima kasih juga buat Pak Eri (Wali Kota Eri Cahyadi). Alhamdulillah, Pak Eri orang yang baik, mudah - mudahan diangkat derajatnya dan rezekinya. Suami saya lagi sakit dan tidak kerja, saya sangat berterima kasih,” pungkas Dias. Alq

Berita Terbaru

Kesehatan Gigi Jadi Kunci Tumbuh Kembang Anak, Ketua TP PKK Madiun Ingatkan Peran Ibu

Kesehatan Gigi Jadi Kunci Tumbuh Kembang Anak, Ketua TP PKK Madiun Ingatkan Peran Ibu

Sabtu, 27 Jun 2026 20:14 WIB

Sabtu, 27 Jun 2026 20:14 WIB

‎SURABAYAPAGI.COM, Madiun - Kesehatan gigi dinilai menjadi salah satu faktor penentu untuk mencegah stunting dan mendukung tumbuh kembang anak. Karena itu K…

Komisi D Segera Turun Tangan Atasi Kelangkaan Solar di Tingkat Petani dan Nelayan

Komisi D Segera Turun Tangan Atasi Kelangkaan Solar di Tingkat Petani dan Nelayan

Sabtu, 27 Jun 2026 19:45 WIB

Sabtu, 27 Jun 2026 19:45 WIB

SURABAYAPAGI.COM, SURABAYA – Komisi D DPRD Jawa Timur memastikan akan turun tangan menyikapi kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) subsidi jenis Solar yang t…

KAI Daop 7 Madiun Pastikan Jalur Aman dan Operasional Normal Pasca-Gempa Pacitan

KAI Daop 7 Madiun Pastikan Jalur Aman dan Operasional Normal Pasca-Gempa Pacitan

Sabtu, 27 Jun 2026 19:02 WIB

Sabtu, 27 Jun 2026 19:02 WIB

SURABAYAPAI.com, Blitar – Gempa berskala 5.6 SR di Pacitan sore tadi ( Sabtu 27 Juni 2026), pihak PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 7 Madiun p…

Kode "PWL" Terungkap di Sidang, Saksi Sebut Proyek PL Dikonsultasikan ke Maidi

Kode "PWL" Terungkap di Sidang, Saksi Sebut Proyek PL Dikonsultasikan ke Maidi

Sabtu, 27 Jun 2026 16:33 WIB

Sabtu, 27 Jun 2026 16:33 WIB

‎SURABAYAPAGI.COM, Madiun – Sidang dugaan korupsi berkedok CSR yang menjerat Wali Kota Madiun nonaktif Maidi mengungkap adanya kode “PWL” atau Petunjuk Pak Wali…

Rochim Kerjakan Urugan TPA Tanpa Kontrak, Saksi Sebut Atas Petunjuk Maidi

Rochim Kerjakan Urugan TPA Tanpa Kontrak, Saksi Sebut Atas Petunjuk Maidi

Sabtu, 27 Jun 2026 15:27 WIB

Sabtu, 27 Jun 2026 15:27 WIB

‎SURABAYAPAGI.COM, Madiun – Maidi disebut memberi petunjuk langsung terkait pengerjaan urugan di TPA Winongo senilai Rp600 juta yang diklaim sebagai CSR dari PT…

DPRD Jatim Soroti Serapan APBD Tidak Maksimal di Proyek Infrastruktur dan BTT

DPRD Jatim Soroti Serapan APBD Tidak Maksimal di Proyek Infrastruktur dan BTT

Sabtu, 27 Jun 2026 12:01 WIB

Sabtu, 27 Jun 2026 12:01 WIB

SURABAYAPAGI.COM, SURABAYA – DPRD Jawa Timur menyoroti masih adanya anggaran daerah senilai Rp2,05 triliun tidak terserap hingga akhir Tahun Anggaran 2025. R…