SURABAYAPAGI.COM, Blitar - Operasi Keselamatan Semeru 2022 yang digelar sejak 1 Maret lalu di wilayah hukum jajaran Polda Jawa Timur dengan beberapa kriteria dalam Operasi itu, selain penindakan terhadap pelanggar Lalu Lintas, di sisi lainya juga melakukan teguran secara Humanis, di mana dengan Slogan Stop Pelanggaran, Stop Kecelakaan dan Keselamatan untuk Kemanusiaan.
Dengan slogan tersebut Satgas Operasi Keselamatan Semeru 2022 yang dikomandani AKP I Putu Angga Feriyana SH S.IK.SH, melaksanakan slogan kedua dan ke tiga yakni Stop Kecelakaan dan Keselamatan untuk Kemanusiaan, menanam pohon di sepanjang jalan raya Tumpak Suru bersama Dinas Perhubungan, Perum Perhutani ďan Forpimka Kecamatan Panggungrejo Kab Blitar, yang merupakan jalan raya penghubung menuju tempat wisata Pantai Blitar Selatan.
Menurut Kasat Lantas AKP I Putu, dengan penanaman pohon di sepanjang jalan raya Tumpaksuru ini diharapkan dapat menahan lòngsoran sisi sisi jalan karena posisi jalan miring dan berbelok belok, sehingga bila hujan, tanah tepi jalan lòngsor dan menutup akses jalan.
"Betul kita bekerja sama dengan Dinas Perhubungan Kabupaten, Perum Perhutani Blitar bersama Forpimka Kec Panggungrejo, dan ternyata warga masyarakat ikut membantu kegiatan ini," ungkap AKP I Putu.
Penanaman jenis pohon trembesi dan pohon nangka sebanyak 75 batang pohon itu ditanam di sisi sisi kanan kiri jalan raya sepanjang sekitar 80 meter dimana kondisi jalan tersebut rawan longsor, sehingga selain mendatangkan kecelakaan juga menghambat transportasi perekonomian waŕga, apalàgi jalan ini merupakan jalur menuju kawasan Wisata Pantai Blitar Selatan.
"Kami dari Dinas Perhubungan sangat apresiasi kepada Polisi Lalu Lintas Poĺres Blitar dengan inspirasinya penanaman pohon dalam rangka Operasi Keselamatan Semeru 2022, semua itu demi keselamatan untuk kemanusiaan," ķata Drs Budi Kusuma Kadin Perhubungan Kabupaten Blitar pada wartawan.
Hadir kegiatan tersebut selain Kasat Lantas, Kadin Perhubungañ, juga hadir Forpimka Kec Panggungrejo, pihak Perum Perhutani Blitar, kegiatan yang diawali pukul 09.00 selesai sekitar 11.45 karena diukur kedaĺaman tanaman dan jarak antara satu pohon dengan pohon lainnya.
"Memang diatur jarak tanam, serta kedalaman tanaman, sehingga diharapkan tanaman akan kuat menahan erosi tanah," pungkas I Putu Angga Feriyana atas ijin dan petunjuk Kapolres Blitar AKBP Adhitya Panji Anom S.IK. Les
Editor : Moch Ilham