Surabaya Rawan Tawuran, SMP YPPI 1 Surabaya Lakukan Sosialisai ke Siswa

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Sosialisasi anti kekerasan di SMP YPPI 1 Surabaya/ foto: Sem
Sosialisasi anti kekerasan di SMP YPPI 1 Surabaya/ foto: Sem

i

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Kasus tawuran di Surabaya, memasuki bulan suci Ramadhan 2022 marak terjadi. Data Surabaya Pagi di lapangan menunjukan, seminggu terakhir setidaknya ada lebih dari 5 kasus tawuran yang melibatkan anak-anak.

Tanggap akan fenomena tersebut, SMP Yayasan Pendidikan dan Pengajaran Indonesia (YPPI) 1 Surabaya melakukan sosialisasi anti kekerasan dan anti perundungan kepada seluruh siswa mulai dari kelas 7 hingga kelas 9.

Kepala Sekolah SMP YPPI 1 Surabaya Titris Hariyanti Utami menyampaikan, dalam gelaran sosialisasi tersebut pihaknya berkolaborasi dengan pihak kepolisian yakni Polsek Simokerto.

"Ini merupakan langkah preventif yang dilakukan oleh sekolah guna mencegah anak-anak terlibat dalam tindakan kekerasan seperti tawuran maupun perundungan. Kegiatan ini sekaligus membekali anak-anak dalam pergaulannya baik di sekolah, masyarakat maupun di lingkungan keluarga," kata Titris kepada Surabaya Pagi, Jumat (08/04/2022).

Sementara itu, Wakapolsek Simokerto AKP Agung Sugiato menjelaskan, mayoritas kasus tawuran di Surabaya banyak melibatkan pelajar SMP. Adapun titik yang rawan di wilayah Simokerto adalah wilayah ITC dan seputaran makam Rangkah.

"Ya kebanyakan pelajar SMP. Biasa anak-anak ini dalam pencarian jati diri," kata AKP Agung Sugiarto.

Selama Ramadhan, kata AKP Agung, jenis tawuran yang dilakukan oleh siswa adalah perang sarung. Celakanya di dalam sarung tersebut telah diisi dengan senjata tajam (sajam) seperti celurit ataupun gear motor dan batu.

Sebelum melakukan tawuran, para pelaku biasanya menginfokan teman-temannya melalui sosial media. Salah satu yang paling sering digunakan adalah instagram.

"Jadi sebelum aksi tawuran dilakukan, mereka buat janji lewat sosmed, diumumkan nanti tawuran di titik A misalnya," aku Agung.

Menariknya, aksi tawuran biasanya dilakukan pada rentan waktu pukul 00:00 WIB hingga 05:00 WIB. Karena aksi tersebut dilakukan oleh anak-anak, maka ia meminta peran orang tua dalam mendidik anak-anak di rumah.

"Ini kan mereka masih anak-anak. Pertanyaannya kok jam segitu tidak ada di rumah, orang tuanya tidak cari? Jadi memang fenomena ini harus gayung bersambut, kami di lapangan memantau dan menindaklanjuti, sementara orang tua di rumah juga wajib menjaga anak-anaknya agar jangan sampai terlibat aksi tersebut (tawuran_red)," katanya.

Anak-anak yang terlibat dalam tawuran biasanya masuk dalam perkumpulan atau geng. Salah satu geng yang terkenal adalah geng guguk.

"Ini mayoritas anak SMP, ada yang SMA kelas 1, ada juga yang tidak sekolah," pungkasnya. (Sem)

 

Berita Terbaru

DPRD Jatim Berduka, Anggota Fraksi Golkar Sumardi Meninggal Dunia

DPRD Jatim Berduka, Anggota Fraksi Golkar Sumardi Meninggal Dunia

Jumat, 06 Nov 2026 11:59 WIB

Jumat, 06 Nov 2026 11:59 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya – Kabar duka menyelimuti DPRD Jawa Timur. Anggota Komisi A DPRD Jatim dari Fraksi Partai Golkar, Sumardi, meninggal dunia pada Kamis …

Tak Pernah Mengenal Batik, Sri Pontianik Kini Miliki Rumah Produksi dengan 25 Karyawan

Tak Pernah Mengenal Batik, Sri Pontianik Kini Miliki Rumah Produksi dengan 25 Karyawan

Jumat, 06 Nov 2026 11:24 WIB

Jumat, 06 Nov 2026 11:24 WIB

SURABAYA PAGI, Rembang — Sebuah permintaan sederhana dari pelanggan ternyata mampu mengubah perjalanan hidup Sri Pontianik (48). Perempuan yang sebelumnya b…

Kota Kediri Raih ATM Award 2026, Mbak Wali Tegaskan Pentingnya Deteksi Dini

Kota Kediri Raih ATM Award 2026, Mbak Wali Tegaskan Pentingnya Deteksi Dini

Jumat, 06 Nov 2026 10:52 WIB

Jumat, 06 Nov 2026 10:52 WIB

SURABAYAPAGI.com, Kediri - Upaya Pemerintah Kota Kediri dalam pencegahan dan pengendalian penyakit menular kembali mendapat pengakuan. Kali ini, Kota Kediri…

Lewat Program Imigrasi Masuk Desa, Imigrasi Blitar Sosialisasikan Bahaya TPPO dan TPPM pada Masyarakat

Lewat Program Imigrasi Masuk Desa, Imigrasi Blitar Sosialisasikan Bahaya TPPO dan TPPM pada Masyarakat

Jumat, 06 Nov 2026 10:49 WIB

Jumat, 06 Nov 2026 10:49 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar - Kantor Imigrasi Blitar berkomitmen untuk memperkuat edukasi keimigrasian kepada masyarakat kali ini bertempat di wilayah Kec.Pomggok…

DLHK Sidoarjo Gelar Rapat Bersama Pelaku Industri untuk Wujudkan Industri yang Berwawasan Lingkungan

DLHK Sidoarjo Gelar Rapat Bersama Pelaku Industri untuk Wujudkan Industri yang Berwawasan Lingkungan

Jumat, 06 Nov 2026 10:46 WIB

Jumat, 06 Nov 2026 10:46 WIB

SURABAYAPAGI com, Sidoarjo – Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Sidoarjo menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Pengawasan Lingkungan Hidup b…

Banjir Lahar Semeru Perlu Percepatan Relokasi Warga

Banjir Lahar Semeru Perlu Percepatan Relokasi Warga

Jumat, 06 Nov 2026 10:43 WIB

Jumat, 06 Nov 2026 10:43 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya – Anggota DPRD Jawa Timur, Lailatul Qodriyah, menyoroti kembali terjadinya banjir lahar dingin Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang. I…