Ketua DPD-RI La Nyalla: Luhut Binsar Pembohong

'....Tanpa Luhut, Jokowi Bukan Siapa-siapa'

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Presiden Joko Widodo dan Menko Marves Luhut Binsar Panjaitan
Presiden Joko Widodo dan Menko Marves Luhut Binsar Panjaitan

i

SURABAYA PAGI, Jakarta- Direktur Gerakan Perubahan, Muslim Arbi menilai sampai kini ketergantungan Presiden Joko Widodo terhadap Luhut Binsar Pandjaitan  makin terlihat. Ia menunjukan bukti adanya setumpuk jabatan yang diberikan kepada Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi itu.

"Bisa jadi tanpa Luhut, Jokowi bukan siapa-siapa," kata Muslim Arbi, Jumat (15/4/2022).

Menurut Muslim, meski telah diberi setumpuk tugas, mulai dari penangananpandemi Covid-19 hingga Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia, Luhut Binsar Pandjaitan masih diberi jabatan ketua Dewan SDA Nasional.

Ini menurut Direktur Gerakan Perubahan Muslim Arbi, menunjukan ketergantungan Jokowi terhadap Luhut yang sangat besar. Faktanya,  Luhut saat ini mengemban sedikitnya 10 jabatan.

 

Luhut Sebar Kebohongan

Sebelumnya, Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti menyebut big data yang diklaim Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan mengenai adanya keinginan masyarakat menunda Pemilu 2024 merupakan kebohongan. "Jadi saya sampaikan bahwa yang disampaikan oleh saudara Luhut Binsar Pandjaitan itu adalah (berita) bohong. Saya hanya menyampaikan itu (berita) bohong," tegas LaNyalla di Jakarta, Kamis, (14/4/2022).

Sedangkan Politisi Partai Demokrat, Syahrial Nasution menilai sikap Menko Marves, Luhut Binsar Pandjaitan yang enggan membuka big data yang ia klaim.

Menurut Syahrial, big data itu merupakan produk ilmiah yang harus ditunjukan kepada publik.

Selain itu, dia mengatakan jika tidak ada keberanian menunjukkan kepada publik, maka klaim itu tidak ada bedanya dengan obrolan warung kopi.

“Big data itu produk ilmiah. Jika tidak berani membukanya kepada publik, apa bedanya dengan obrolan di warung kopi?”, tulis Syahrial Nasution, dikutip dari media sosial Twitter, Kamis (14/4/2022).

Dipublikasikan oleh Merah Johansyah dari Jaringan Advokasi Tambang (JATAM),  dua putra Presiden Joko Widodo, Kaesang Pangarep, Gibran Rakabuming Raka, dan adik ipar Jokowi, Arif Budi Sulistyo, disebut masuk dalam jejaring bisnis pertambangan Toba Bara Sejahtera milik Luhut Binsar Pandjaitan (LBP).

Juga nama sejumlah jenderal dan pejabat yang dikaitkan dalam temuan Koalisi Bersihkan Indonesia gabungan dari YLBHI, JATAM, ICW, KontraS, WALHI, Fraksi Rakyat Indonesia, Greenpeace Indonesia, dan Sajogyo Institute.

Merah Johansyah dari Jaringan Advokasi Tambang (JATAM), seperti dikutip dari inilah, mengungkap nama Mayor Infanteri Paulus Panjaitan, anak LBP. Paulus mempunyai hubungan dengan perusahaan tambang PT Buana Inti Energi dan PT Toba Sejahtra. Bekas Menteri Agama Jenderal (Purn) Fachrul Razi dan Letnan Jenderal TNI (Purn) H Sumardi sebagai Komisaris di PT Toba Sejahtra.

Kemudian bekas Panglima Kodam Pattimura dan Brawijaya, Letnan Jenderal (Purn) Eko Wiratmoko. Nama Sekjen Cakra 19 atau Tim Sukses Jokowi itu terhubung dengan PLTU PT Kartanegara Energi. Lalu Kepala Staf Umum ABRI periode 1999-2000, Letjen (Purn) Suaidi Marasabessy, menjabat Direktur Kutai Energi dan  Presiden Direktur Utama TMU di Kalimantan Timur.

Bahkan, Arif Budi Sulistyo, adik ipar Presiden Jokowi, Direktur PT Rakabu Sejahtera juga berkongsi dengan PT Toba Sejahtra milik LBP. Bekas Komisaris BUMN PT Pupuk Kaltim yang saat ini menjabat sebagai Komisaris BUMN PT Pupuk Sriwijaya (PUSRI), Bambang Supriyambodo juga terhubung dengan PT Rakabu Sejahtera.

Disebutkan, Jejaring bisnis tambang PT Rakabu Sejahtera ikut mengait nama Kaesang Pangarep dan Gibran Rakabuming Raka. Dua anak Presiden Jokowi itu sebagai pemegang saham terbesar kedua di PT Papua Rakabu Sejahtera setelah Toba Sejahtra milik Luhut.

Nama-nama itu disebut Merah diduga terkoneksi dengan jejaring bisnis tambang LBP yang banyak beroperasi di Kalimantan Timur dan Papua.

Sementara Bambang Supriyambodo membantah kedua putra Jokowi ikut terkait dalam gurita bisnis tambang LBP. Komisaris PT Rakabu Sejahtera ini menekankan, Rakabu Sejahtera tidak berekspansi ke bisnis lainnya kecuali furniture. (rb/erc/jk)

Berita Terbaru

Pansus BUMD DPRD Jatim Bakal Jalan-Jalan ke Luar Negeri Bulan Depan

Pansus BUMD DPRD Jatim Bakal Jalan-Jalan ke Luar Negeri Bulan Depan

Rabu, 25 Feb 2026 21:32 WIB

Rabu, 25 Feb 2026 21:32 WIB

Surabaya, Surabayapagi.com - Dokumen resmi hasil Rapat Badan Musyawarah (Banmus) tertanggal 23 Februari 2026, tercantum agenda kegiatan Perjalanan ke Luar…

Surabaya Raih Predikat Kota Terbaik Pertama dalam Pengelolaan Sampah se-Indonesia Tahun 2025

Surabaya Raih Predikat Kota Terbaik Pertama dalam Pengelolaan Sampah se-Indonesia Tahun 2025

Rabu, 25 Feb 2026 20:06 WIB

Rabu, 25 Feb 2026 20:06 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Kota Surabaya kembali menorehkan prestasi sebagai salah satu daerah dengan kinerja lingkungan terbaik di Indonesia. Berdasarkan…

Dorong Ekonomi Lokal, JConnect Ramadan Vaganza 2026 Resmi Dibuka di Balai Kota Surabaya

Dorong Ekonomi Lokal, JConnect Ramadan Vaganza 2026 Resmi Dibuka di Balai Kota Surabaya

Rabu, 25 Feb 2026 19:51 WIB

Rabu, 25 Feb 2026 19:51 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Halaman Balai Kota Surabaya kembali semarak dengan dibukanya gelaran JConnect Ramadan Vaganza 2026, Rabu (25/2). Event yang…

Hakim Khawatir Orang Atasnamakan Majelis

Hakim Khawatir Orang Atasnamakan Majelis

Rabu, 25 Feb 2026 19:40 WIB

Rabu, 25 Feb 2026 19:40 WIB

Jelang Vonis Kamis Hari Ini, dalam Perkara Dugaan Korupsi Minyak Mentah yang Rugikan Negara Rp 285 triliun      SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Hakim Ketua pe…

Tiga Partai dan Akademisi Setuju Batas Parlemen dihapus

Tiga Partai dan Akademisi Setuju Batas Parlemen dihapus

Rabu, 25 Feb 2026 19:37 WIB

Rabu, 25 Feb 2026 19:37 WIB

Hasil Pemilu 2024, Ada 50 juta hingga 60 juta Suara Rakyat Terbuang Sia-sia Akibat Parliamentary Threshold 4%     SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Putusan MK a…

Pasal Praktik Nepotisme Presiden atau Wapres, Digugat ke MK

Pasal Praktik Nepotisme Presiden atau Wapres, Digugat ke MK

Rabu, 25 Feb 2026 19:34 WIB

Rabu, 25 Feb 2026 19:34 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Pemohon sebagai pemilih berpotensi tidak memiliki kesempatan memilih calon presiden pilihan sendiri secara bebas jika ada keluarga…