Geliat Ekomoni Indonesia Berkat Mudik Lebaran

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Idul Fitri tak hanya menjadi berkah bagi umat muslim Indonesia.

Dua tahun belenggu pandemi Covid 19 baru dilepas. Kebebasan berlebaran tahun 2022 membawa berkah bagi perekonomian daerah di Indonesia dari pemudik. Hal tersebut dirasakan banyak kalangan, terutama para pelaku ekonomi.

Wakil Kepala Badan Moneter Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin), Aviliani menyampaikan apresiasi kepada pemerintah yang telah berani memutuskan mengizinkan masyarakat untuk melakukan mudik.

Menurutnya, kebijakan pemerintan ini merupakan sesuatu yang positif bagi pengusaha dan pelaku ekonomi.

"Karena memang kita melihat dengan tidak adanya PPKM, adanya pelonggaran yang cukup besar, itu akan mempercepat pertumbuhan ekonomi. Dan ternyata memang terbukti. Bahwa dengan adanya pelonggaran ini, pertumbuhan ekonominya luar biasa, perputaran uangnya besar," ujar Aviliani dalam diskusi daring yang digelar FMB9 bertajuk "Uang Beredar, Ekonomi Berputar" pada Selasa (17/5/22).

Aviliani menyampaikan selama periode lebaran tahun ini, jumlah okupansi perhotelan meningkat 70 persen. Demikian pun pada konsumsi makanan dan minuman. Hal ini, kata Aviliani, membuat penguasaha merasakan dampak positif yang signifikan dari kebijakan mudik tahun ini.

"Di perhotelan misalnya tingkat okupansinya meningkat menjadi 70 persen, kemudian makanan-minuman juga luar biasa. Jadi banyak pengusaha yang merasakan ada pertumbuhan yang signifikan, memang tidak seperti tahun 2019 kemarin. Dan pertumbuhan ini akan terakselerasi sampai akhir tahun," bebernya.

Selain itu, tambah Aviliani, masyarakat sendiri memiliki ekpektasi terkait pertumbuhan ekonomi akan membaik ke depan. Sehingga keberanian untuk membelanjakan uang yang ada di bank itu terbukti. Jadi ekpektasi terhadap indeks kepercayaan konsumen itu penting.

"Hal ini terbukti ketika mereka yakin membelanjakan uangnya, dan ini terbukti. Sebagai penguasaha juga melihat ini sebagai langkah positif. Dimana orang yang punya uang membelanjakan uangnya, kendati tak hanya di dalam negeri tapi juga mulai pergi ke luar negeri. Sehingga devisa juga keluar," imbuhnya.

Untuk itu, Aviliani berharap, pemerintah harus menyiapkan tempat-tempat wisata di dalam negeri agar masyarakat tidak ke luar negeri untuk berwisata.

"Berikutnya, pengusaha sendiri sudah mulai prepare terhadap produksi gitu. Sehingga ini nantinya, tidak menyebabkan inflasi yang begitu besar. Karena demand itu yang tumbuh diikuti oleh pengusaha dari sisi suplai," paparnya.

Salah satu daerah yang menjadi tujuan pemudik sekaligus wisata adalah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Hal ini mendatangkan berkah dan dampak yang positif bagi seluruh insan pariwisata dan pelaku ekonomi kreatif di wilayah DIY.

Diperkirakan, uang yang berputar selama periode Lebaran kali ini sekitar Rp2 triliun.

Asisten Sekretariat Daerah DIY bidang Perekonomian dan Pembangunan, Tri Saktiyana menuturkan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) merupakan salah satu daerah tujuan pemudik sekaligus wisata. Ia mengungkapkan setiap kali lebaran, penduduk Jogja bertambah hingga jutaan jiwa.

"Bicara jumlah tambahan penduduk Jogja selama Lebaran, ini sekitar 1,3 sampai 1,5 juta jiwa," kata Tri.

Dengan tambahan jumlah penduduk tersebut, Tri memprediksi, perputaran uang di Jogja bisa mendekati Rp2 triliun dibandingkan hari-hari biasanya.

"Kemudian pusat-pusat oleh-oleh juga rame, tempat-tempat wisata juga rame. Kemudian saling kunjung-mengunjungi, makan-makan, minum-minum, saling memberikan angpao. Ini yang membuat gairah ekonomi kita semakin baik," kata Tri.

Dalam rangka mengantisipasi jumlah wisatawan yang membludak selama periode lebaran, Tri menambahkan, pihaknya diberitahu oleh kepolisian terkait prediksi jumlah kunjungan. Sehingga kemudian pemerintah daerah menerapkan sejumlah strategi dengan melibatkan berbagai stakeholder.

Pada kesempatan yang sama, Teuku Riefky, ekonom dari Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat (LPEM) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (FEB UI) menilai perputaran uang selama lebaran ini merupakan sinyal positif terhadap perekonomian.

Menurutnya, hal ini didorong oleh beberapa faktor. Pertama, karena trend up demand yang terjadi setelah masyarakat memiliki mobilitas yang terbatas selama dua tahun terakhir.

Kedua, momentum Ramadan dan Lebaran yang memang selama periode prapandemi ini menjadi momen signikal pertumbuhan ekonomi. Dimana pertumbuhan ekonominya paling tinggi di quartal tersebut.

"Jadi kita lihat ini memang kombinasi berbagai faktor juga terus didorong oleh insentif serta stimulus pemerintah. Sehingga ini membuat confidence masyarakat tumbuh," ungkapnya.

Selain itu, Teuku juga menggarisbawahi pertumbuhan positif ini juga didorong oleh kebijakan pemerintah dari sisi kesehatan seperti vaksinasi.

Sehingga hal ini membuat kepercayaan masyarakat bisa berkelanjutan.

"Kalau kita lihat pola pemulihan ekonomi, sebetulnya pola pemulihan ekonomi ini sudah terbentuk beberapa kali selama pandemi. Namun memang tidak dibarengi dengan aspek kesehatan yang memadai sehingga setiap kali ekonomi itu dibangun, kemudian kasus naik," terangnya.

Terkait pertumbuhan ekonomi yang cukup baik belakangan ini, Teuku mengapresiasi kebijakan pemerintah menginzinkan mudik dan pulang kampung bagi masyarakat selama lebaran. Sehingga perputaran uang tidak hanya terjadi di perkotaan, namun juga terjadi di daerah.

"Dan juga momentum lainnya seperti periode cuti bersama dan long weekend, kita harapkan terus mendorong aktivitas perekonomian, terutama di sektor pariwisata dan transportasi yang memang selama pandemi, sektor ini sangat tertekan," ungkapnya. 

Berita Terbaru

Kunjungi KPK, Pemkab Mojokerto Matangkan Rencana Relokasi Pusat Pemerinahan ke Mojosari

Kunjungi KPK, Pemkab Mojokerto Matangkan Rencana Relokasi Pusat Pemerinahan ke Mojosari

Sabtu, 14 Mar 2026 10:41 WIB

Sabtu, 14 Mar 2026 10:41 WIB

  SURABAYA PAGI.COM, Mojokerto - Pemerintah Kabupaten Mojokerto terus mematangkan rencana kesiapan pemindahan pusat pemerintahaanya ke wilayah Mojosari. Salah …

Dirut Petrokimia Gresik Raih Best CEO Visionary Leadership di Anugerah BUMN 2026

Dirut Petrokimia Gresik Raih Best CEO Visionary Leadership di Anugerah BUMN 2026

Jumat, 13 Mar 2026 20:39 WIB

Jumat, 13 Mar 2026 20:39 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Gresik – Petrokimia Gresik, perusahaan Solusi Agroindustri anggota holding Pupuk Indonesia, kembali menorehkan prestasi membanggakan dengan m…

Latihan Rutin di Tengah Puasa, Atlet IBCA BFC MMA Kota Madiun Siapkan Diri Menuju Kejurprov dan Porprov

Latihan Rutin di Tengah Puasa, Atlet IBCA BFC MMA Kota Madiun Siapkan Diri Menuju Kejurprov dan Porprov

Jumat, 13 Mar 2026 20:36 WIB

Jumat, 13 Mar 2026 20:36 WIB

‎‎SURABAYAPAGI.COM, Kota Madiun – ‎Meski menjalani ibadah puasa di bulan Ramadhan, para atlet IBCA BFC MMA Kota Madiun tetap menjalani latihan rutin sebagai per…

Silaturahmi dan Bukber, DPW PAN Jatim Serahkan SK Kepengurusan 27 Kota/Kabupaten

Silaturahmi dan Bukber, DPW PAN Jatim Serahkan SK Kepengurusan 27 Kota/Kabupaten

Jumat, 13 Mar 2026 19:27 WIB

Jumat, 13 Mar 2026 19:27 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Sebanyak 27 Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PAN di Jawa Timur resmi menerima Surat Keputusan (SK) kepengurusan dari Dewan Pimpinan…

Motor Tosa Untuk 60 KDKMP di Lamongan Diserahkan

Motor Tosa Untuk 60 KDKMP di Lamongan Diserahkan

Jumat, 13 Mar 2026 19:25 WIB

Jumat, 13 Mar 2026 19:25 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Lamongan - Sebanyak 60 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Lamongan resmi menerima Motor Tosa, yang diserahkan secara simbolis…

Demokrat Jatim Gelar Bukber dan Santuni Anak Yatim, Kader Diingatkan Tetap Dekat dengan Rakyat

Demokrat Jatim Gelar Bukber dan Santuni Anak Yatim, Kader Diingatkan Tetap Dekat dengan Rakyat

Jumat, 13 Mar 2026 18:41 WIB

Jumat, 13 Mar 2026 18:41 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya – Momentum bulan suci Ramadan dimanfaatkan jajaran Partai Demokrat Jawa Timur untuk memperkuat kepedulian sosial sekaligus m…