Atasi Kemacetan Reni Astuti Dorong Maksimalkan Transportasi Massal

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Wakil Ketua DPRD (Dewan Perwakilan Rakyat Daerah) Kota Surabaya Reni Astuti berbincang-bincang dengan penumpang Bus Suroboyo, Senin (6/6).
Wakil Ketua DPRD (Dewan Perwakilan Rakyat Daerah) Kota Surabaya Reni Astuti berbincang-bincang dengan penumpang Bus Suroboyo, Senin (6/6).

i

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Usai melakukan pemantauan kemacetan di Simpang Lima Keputih Wakil Ketua DPRD (Dewan Perwakilan Rakyat Daerah) Kota Surabaya Reni Astuti juga menyempatkan diri untuk naik Bus Surabaya yang melintas di Keputih. Hal itu dilakukan Reni guna bisa mengetahui kenyamanan transportasi masal Milik Pemkot Surabaya tersebut.

Begitu masuk Bus Suroboyo Reni pun langsung menyapa sopir dan beberapa penumpang disana.  “Busnya nyaman, dingin, dan bersih. Kalau dari segi kenyamanan, saya rasa ini sangat baik,” ungkap Reni ramah.

Menurut Reni dalam mengatasi kemacetan ini berhubungan dengan dukungan infrastruktur Pemkot yang memadai. Belum adanya infrastruktur yang memadai untuk rekayasa lalu lintas juga dapat membuat kemacetan sulit terurai.

“Ini juga erat kaitannya dengan sistem transportasi massal di Surabaya. Harus dikelola dan dimaksimalkan agar warga bisa beralih ke transportasi massal,” ungkap Reni.

Reni menerangkan hingga saat ini terdapat 28 unit Suroboyo Bus yang mencangkup tiga koridor di Surabaya. Jalur MERR dinilai menjadi yang paling sepi diantara lainnya. Hal itu, menurut Reni, harus menjadi bahan evaluasi.

“Jumlah armadanya bertambah, tapi penumpangnya masih sedikit. Ini harus jadi evaluasi. Mungkin, masalahnya adalah akses warga dari rumah menuju bus stop atau halte yang membutuhkan moda transportasi lain,” imbuh Reni.

Bus Suroboyo harus dikonsep dengan matang agar warga bisa memaksimalkan transportasi tersebut. Selama ini, warga masih harus menggunakan kendaraan pribadi untuk datang ke bus stop. “Nah, berarti harus dikonsep tentang feeder-nya agar warga mudah mencapai halte atau bus stop. Kalau feeder sudah bagus, akses warga untuk menuju ke bus juga mudah,” ujar Reni.

Reni menyarankan, tahun depan Pemkot bisa melibatkan pihak lain seperti para sopir angkot yang bisa dimaksimalkan menjadi armada feeder. Lalu, pembayarannya juga bisa diubah menjadi non tunai, tak harus menggunakan botol plastik. 

Pemkot juga tak boleh lelah untuk melakukan sosialisasi penggunaan transportasi massal agar tersampaikan dengan baik ke semua elemen. Jika dirasa perlu, pembiasaan untuk menggunakan sepeda atau berjalan kaki juga harus terus dilakukan. Salah satunya, dengan membangun pedestrian yang nyaman bagi pejalan kaki. Alq

Berita Terbaru

Kebakaran Arjuno, Pasuruan Siapkan Anggaran Perbaiki Pipa Air Terdampak

Kebakaran Arjuno, Pasuruan Siapkan Anggaran Perbaiki Pipa Air Terdampak

Selasa, 20 Okt 2026 12:54 WIB

Selasa, 20 Okt 2026 12:54 WIB

SURABAYAPAGI.com, Pasuruan - Sebagai upaya menindaklanjuti kebakaran hutan di lereng Gunung Arjuno dan Gunung Ringgit, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pasuruan,…

2 Pemotor Jatuh dan Masuk RS Gegara Tumpahan Solar di Jalanan Lamongan

2 Pemotor Jatuh dan Masuk RS Gegara Tumpahan Solar di Jalanan Lamongan

Selasa, 20 Okt 2026 12:54 WIB

Selasa, 20 Okt 2026 12:54 WIB

SURABAYAPAGI.com, Lamongan - Tumpahan solar di Jalan Raya Desa Waruwetan, Kecamatan Pucuk, Lamongan yang diduga berasal dari kebocoran tangki truk itu membuat…

Antisipasi Banjir Musim Hujan, Pemkab Bangkalan Gerak Cepat Normalisasi Aliran Sungai

Antisipasi Banjir Musim Hujan, Pemkab Bangkalan Gerak Cepat Normalisasi Aliran Sungai

Selasa, 20 Okt 2026 12:53 WIB

Selasa, 20 Okt 2026 12:53 WIB

SURABAYAPAGI.com, Bangkalan - Dalam rangka mencegah terjadinya banjir saat musim hujan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangkalan bersama warga mulai melakukan…

Kekeringan Ekstrem, Malang Dropping 84.300 Liter Air ke Desa Terdampak

Kekeringan Ekstrem, Malang Dropping 84.300 Liter Air ke Desa Terdampak

Selasa, 20 Okt 2026 12:52 WIB

Selasa, 20 Okt 2026 12:52 WIB

SURABAYAPAGI.com, Malang  - Selama musim kemarau 2026 hingga mengakibatkan kekeringan ekstrem, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang, …

Warga-Wisatawan Diminta Waspada, Karhutla Bukit Seruni Point Bromo Berpotensi Meluas

Warga-Wisatawan Diminta Waspada, Karhutla Bukit Seruni Point Bromo Berpotensi Meluas

Selasa, 20 Okt 2026 12:51 WIB

Selasa, 20 Okt 2026 12:51 WIB

SURABAYAPAGI.com, probolinggo - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali terjadi di kawasan wisata Gunung Bromo, tepatnya di Bukit Seruni Point, Desa…

Bupati Ipuk Ingatkan Pejabat Agar Berinovasi dan Berdampak Nyata bagi Masyarakat

Bupati Ipuk Ingatkan Pejabat Agar Berinovasi dan Berdampak Nyata bagi Masyarakat

Selasa, 20 Okt 2026 12:51 WIB

Selasa, 20 Okt 2026 12:51 WIB

SURABAYAPAGI.com, Banyuwangi - Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani mengingatkan pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi, Jawa Timur,…