SURABAYAPAGI.COM, Mojokerto - Kota Mojokerto bersiap menyambut euforia Syekher Mania, sebutan pecinta ulama kondang asal Solo Habib Syech Bin Abdul Qodir Assegaf.
Lapangan Surodinawan yang terletak di Kecamatan Surodinawan Kota Mojokerto sudah disiapkan untuk menampung ribuan jamaah pecinta sholawat bersama Habib Syech.
Kepala Bagian Kesra Setda Kota Mojokerto, Iwandoko menjelaskan dalam rangka Hari Jadi Kota Mojokerto ke-104, Pemerintah Kota Mojokerto menggelar 'Kota Mojokerto Bershalawat Bersama Habib Syech' pada hari Kamis (16/6/2022) malam.
"Kegiatan ini untuk meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada Alloh SWT, menanamkan rasa cinta dan meneladani Rasulullah saw, meningkatkan syiar Islam serta mewujudkan masyarakat Kota Mojokerto yang agamis," ujarnya.
Iwan menyebut, pihaknya sudah menyebar undangan sebanyak tiga ribu. Diantaranya, anggota Muslimat Kota Mojokerto, seluruh ormas islam yakni Nahdlatul Ulama (NU), Muhamadiyah dan LDII, takmir masjid dan mushola serta pondok pesantren se Kota Mojokerto.
"Undangan yang terkonfirmasi sekitar tiga ribu, masyarakat umum kemungkinan juga sekitar tiga ribuan atau bisa lebih mengingat banyaknya fans Habib Syech," ujarnya.
Ditanya terkait kapasitas lapangan Surodinawan, Iwan menyebut sekitar 15 hingga 20 ribu. Ini mengacu pada acara kilau mania MNC yang pernah digelar di lapangan tersebut.
"Kapasitasnya bisa puluhan ribu, jadi kita tak khawatir jika ada ledakkan peserta sholawat. Semakin banyak semakin baik, asalkan protokol kesehatan tetap dipatuhi mengingat pandemi Covid-19 juga belum dinyatakan berakhir," tukasnya.
Iwan juga mengatakan, Shekher Mania ini di Jawa Timur ini jumlahnya fantastis. Dan biasanya, mereka setia hadir saat sang idola mendapat undangan bersholawat di daerah manapun.
"Pecinta fanatiknya memang banyak, jadi tidak menutup kemunginan yang hadir ikut bersholawat besok ada yang dari luar Kota Mojokerto, sebab memang kita buka untuk umum. Dan promosinya juga sudah menyebar di Sheher Mania. Jadi jadwal Habib Syech kapan dan dimana saja, sudah diketahui oleh mereka," tukasnya. Dwi
Editor : Moch Ilham