Bos Perusahaan Properti Bobol Bank Jatim Rp 60 M, Ditahan

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Tersangka dari pihak swasta Direktur Kejari Perak tahan dua tersangka kasus korupsi proyek senilai Rp 60 Miliar.
Tersangka dari pihak swasta Direktur Kejari Perak tahan dua tersangka kasus korupsi proyek senilai Rp 60 Miliar.

i

Kejari Tanjung Perak Belum Tahan Pimpinan Bank Jatim yang Loloskan Kredit Fiktif Pembangunan Gudang Business Central 99 di Menganti

 

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Bank pelat merah milik Pemerintah Provinsi Jawa Timur, Bank Jatim, lagi-lagi kebobolan dengan modus yang sama, yakni kredit fiktif. Bila sebelumnya modus kredit fiktif di Bank Jatim cabang Kepanjen Malang mencapai ratusan miliar. Kini, Bank Jatim di Surabaya dibobol dengan kerugian hampir Rp 60 Miliar. Terduga pelaku kredit fiktif, dari pihak swasta, yang menikmati kucuran dana dari Bank Jatim itu telah ditahan. Hanya saja dari pihak pemberi kredit atau yang mengeluarkan kredit yakni, Bank Jatim, masih belum terungkap.

Pengungkapan ini dilakukan tim Penyidik Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Negeri (Kejari) Tanjung Perak Surabaya. Tim Penyidik Pidsus Kejari Perak Senin (12/6/2022) kemarin resmi menahan dua orang dari pihak swasta penerima kredit Bank Jatim.

Dua orang tersangka itu adalah suami istri. Mereka adalah RK, seorang wanita sebagai Direktur Utama (Dirut) PT Hazzel Karya Makmur (HKM), yang bergerak di bidang Real Estate Developer. Sedangkan tersangka lain yakni DC, sebagai pelaksana proyek dan termasuk sebagai suami dari RK.

Mereka berdua disangka dalam dugaan korupsi kredit fiktif Bank Jatim dalam proyek pembangunan 31 gudang Business Central 99, Menganti Gresik senilai Rp 60 Miliar.

Mereka berdua, yakni DC dan suaminya RK, ditahan di Rutan Kelas I Surabaya cabang Kejati Jatim, setelah menjalani tahap II di Kejaksaan Negeri Tanjung Perak Surabaya. Sejak Senin (13/6/2022) pagi  pukul 10:00 WIB, mereka menjalani pemeriksaan di lantai II Kantor Kejari Tanjung Perak.

Kemudian, pukul 12:00 WIB, atau kurang lebih dua jam, mereka berdua keluar dari ruangan dengan mengenakan rompi tahanan berwarna orange dan langsung digiring petugas Pidsus menuju mobil tahanan untuk dibawa ke Rutan Klas I Surabaya cabang Kejati Jatim.

"Kedua tersangka saat ini telah ditahan di Rutan Kelas I Surabaya cabang Kejati Jatim," ujar Kepala Kejari Tanjung Perak I Ketut Kasna Dedi, SH, MH, Senin (12/6/2022).

Tahap dua  bermula dari ditingkatkannya kasus ini ke tahap penyidikan pada tanggal 1 Oktober 2021. Sejak sprint penyidikan dikeluarkan Kejari Tanjung Perak Nomor: 03/M.5.43/Fd.1/10/2021.

"Kredit yang diajukan oleh PT HKM ke Bank Jatim rencananya untuk proyek pembangunan 31 gudang di Business Centra 99 pada 2014 lalu sebesar Rp 77 Miliar. Namun pihak bank hanya mencairkan Rp 50 Miliar," terangnya.

Masih kata Kajari, dari anggaran yang dicairkan Bank Jatim tidak dipergunakan hingga proyek pembangunan 31 gudang mangkrak alias tidak selesai. Hingga pada bulan Maret 2016, dinyatakan kredit macet.

Selain itu, dalam permohonan kredit tersebut, Kasna menyebut kedua tersangka telah menggunakan dokumen palsu, baik saat permohonan maupun pencairan. Selain itu keduanya juga telah melakukan mark up anggaran proyek

"Berdasarkan hasil audit BPK, kerugian negara dalam perkara ini sebesar Rp 60 miliar lebih," bebernya.

Diungkapkan Kasna, saat ini penyidik masih melakukan pengembangan guna melakukan penelusuran keterlibatan pihak lain termasuk pihak perbankan.

"Kami minta bantuan PPATK untuk melakukan penelusuran penelusuran keterlibatan pihak lain," ungkapnya.

Dalam kasus ini, kedua tersangka disangkakan dengan Pasal 2 ayat (1) Jo.Pasal 18 ayat (1) huruf b UU No.31 Tahun 1999 Jo. UU No.20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo.Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Selain itu, kedua tersangka juga disangkakan dengan Pasal 3 ayat (1) Jo.Pasal 18 ayat (1) huruf b UU No.31 Tahun 1999 Jo. UU No.20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo.Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. bd/ham/rm

Berita Terbaru

UNESA Taklukkan UM 2-0, Kampiun Campus League Futsal Regional Surabaya

UNESA Taklukkan UM 2-0, Kampiun Campus League Futsal Regional Surabaya

Selasa, 20 Okt 2026 22:14 WIB

Selasa, 20 Okt 2026 22:14 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Universitas Negeri Surabaya (UNESA) keluar sebagai juara Campus League 2026 Futsal Regional Surabaya setelah menundukkan Universitas N…

HUT ke-62 Golkar, Mashudi Tekankan Sinergi dengan Pemkab Madiun

HUT ke-62 Golkar, Mashudi Tekankan Sinergi dengan Pemkab Madiun

Selasa, 20 Okt 2026 22:07 WIB

Selasa, 20 Okt 2026 22:07 WIB

SURABAYA PAGI, ‎Madiun – DPD Partai Golkar Kabupaten Madiun menegaskan komitmennya untuk mengawal kebijakan pemerintah daerah agar berpihak kepada masyarakat. S…

Dua Kali Mediasi Buntu, Keluarga Bocah Korban Kecelakaan di Madiun Tuntut Keadilan

Dua Kali Mediasi Buntu, Keluarga Bocah Korban Kecelakaan di Madiun Tuntut Keadilan

Selasa, 20 Okt 2026 21:59 WIB

Selasa, 20 Okt 2026 21:59 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Madiun – Keluarga M. Sofian Arif Nugroho, bocah berusia 6 tahun yang meninggal dunia setelah mengalami kecelakaan di Desa Nglandung, K…

Hendak Berobat, Ibu Empat Anak di Ponorogo Meninggal di Atas Motor

Hendak Berobat, Ibu Empat Anak di Ponorogo Meninggal di Atas Motor

Selasa, 20 Okt 2026 18:56 WIB

Selasa, 20 Okt 2026 18:56 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Ponorogo– Lu’luatun Nikmah, warga Desa Banggel, Kecamatan Slahung, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, ditemukan meninggal dunia di atas sepeda mo…

ASUS ProArt P14 dan P16 Hadir di Indonesia, Harga Tembus Rp114 Juta

ASUS ProArt P14 dan P16 Hadir di Indonesia, Harga Tembus Rp114 Juta

Selasa, 20 Okt 2026 18:30 WIB

Selasa, 20 Okt 2026 18:30 WIB

SurabayaPagi, Jakarta – ASUS resmi menghadirkan laptop kreator ProArt P14 (H7407BA) dan ProArt P16 (H7607BA) di Indonesia dengan mengandalkan kemampuan p…

Masyarakat Proaktif Laporkan Alih Fungsi LSD

Masyarakat Proaktif Laporkan Alih Fungsi LSD

Selasa, 20 Okt 2026 18:02 WIB

Selasa, 20 Okt 2026 18:02 WIB

SURABAYAPAGI.com, Sidoarjo - Pemerintah Kabupaten Sidoarjo melalui Dinas Perumahan, Permukiman, Cipta Karya, dan Tata Ruang (P2CKTR) menegaskan aturan ketat…