Kerugian Peternak Sapi Akibat PMK Capai Rp 750 M

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Gubernur Khofifah saat turun langsung melihat kondisi sapi di salah satu peternakan di Sidoarjo
Gubernur Khofifah saat turun langsung melihat kondisi sapi di salah satu peternakan di Sidoarjo

i

SURABAYAPAGI.COM, Ponorogo - Hingga pertengahan Juni 2022 ini, total lebih dari 3.000 ekor sapi di Ponorogo terdampak Penyakit Mulut dan Kuku. Dari harga jual yang diestimasikan berkisar Rp 25-28 juta, kerugian pedagang sapi akibat PMK mencapai Rp 750 M.

"Per tanggal 14 Juni 2022 kemarin, ada 3.076 ekor sapi terdampak PMK. Per ekor estimasi harga Rp 25 - 28 juta, aset terdampak Rp 750 miliar," tutur salah satu peternak sapi, Suwanto kepada wartawan, Jumat (17/6/2022).

Suwanto menambahkan dari 3.076 ekor yang terdampak wabah PMK, 146 ekor sapi seluruh Kecamatan Pudak mati. Peternak pun merasa kesulitan untuk mengubur. Pasalnya, mereka harus mengubur bangkai sapi ke kawasan perhutani.

Sedangkan sapi yang masih hidup tapi belum bisa disembuhkan harus dipotong paksa. Pemotongan pun dilakukan ke RPH. Total ada 196 ekor sapi yang dipotong paksa.

"Yang artinya tidak terselamatkan ada 342 ekor sapi perah," ujar Suwanto.

Menurutnya, sebagian peternak memilih potong paksa. Sebab, fisik sapi-sapi perah itu lemah dan harapan sembuh tidak ada. Terpaksa dipotong paksa untuk mengurangi beban kerugian peternak.

"Yang potong paksa masih laku dijual dengan harga minimal Rp 2 juta per ekor ke RPH Ponorogo, Madiun hingga ke Jateng," tandas Suwanto.

Saat ini, untuk populasi sapi di Desa Pudak Wetan, Kecamatan Pudak ada 10 ribu ekor sapi. Tiap warga memiliki minimal 5 ekor sapi. Mereka mengandalkan produksi susu sapi untuk membantu perekonomian peternak.

"PMK ini menyebabkan perekonomian peternak sapi perah fatal, karena ternak itu hasil dari uang pinjam bank, untuk memenuhi ekonomi dari hasil susu. Namun meski sudah sembuh PMK, produksi susu menurun, tinggal 25 persen," tukas Suwanto.

Padahal, lanjut Suwanto, produksi susu yang menurun drastis tidak seimbang dengan biaya produksi. Mulai dari biaya konsentrat, tenaga dan lain sebagainya.

Saat ini peternak hanya berharap ada bantuan obat yang lancar dan vaksin untuk sapi mereka. Namun hingga kini, obat juga dirasa sulit untuk peternak karena mahal dan langka.

Akhirnya sebagian peternak menggunakan obat herbal, jamu-jamuan untuk mengatasi PMK. Ramuan itu terdiri dari kunir, jahe merah, temu ireng, laos dicampur dengan telur ayam.

"Soalnya mekanisme sekarang, ketika ada sapi yang sakit harus lapor ke Pemdes kemudian ke Satgas, disana kepentok kehabisan obat," imbuh Suwanto.

Peternak pun dibebani dengan angsuran bank, meski mereka ada penundaan pembayaran akibat PMK selama 6 bulan. Tetapi peternak tetap dibebani dengan bunga.

"Penundaan angsuran sampai 6 bulan tapi kita tetap disuruh bayar bunga. Reschedule angsuran," tambah Suwanto.

Atas alasan tersebut, para peternak sapi perah di 3 kecamatan (Pudak, Pulung dan Sooko) mendatangi kantor DPRD Ponorogo. Mereka meminta anggota dewan dan dinas terkait fokus membantu peternak yang terdampak PMK. sg

Berita Terbaru

Gencar Tangani TBC, Pemkab Madiun Libatkan OPD Lintas Sektor hingga Tingkat Desa

Gencar Tangani TBC, Pemkab Madiun Libatkan OPD Lintas Sektor hingga Tingkat Desa

Selasa, 03 Nov 2026 14:14 WIB

Selasa, 03 Nov 2026 14:14 WIB

SURABAYAPAGI.com, Madiun - Dalam rangka penanganan kasus Tuberkulosis (TBC), Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Madiun tengah gencar-gencarnya melakukan kolaborasi…

Bangun Ekosistem Transportasi Modern, Grab Siap Perkuat Koordinasi dengan Pemprov Jatim

Bangun Ekosistem Transportasi Modern, Grab Siap Perkuat Koordinasi dengan Pemprov Jatim

Selasa, 03 Nov 2026 13:58 WIB

Selasa, 03 Nov 2026 13:58 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Grab Indonesia menerima piagam apresiasi dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur atas kontribusi aktifnya mendukung pengembangan…

Pemkot Batu Bangun Sistem Terintegrasi Berkapasitas 100 Ton Tekan Sampah Wisata

Pemkot Batu Bangun Sistem Terintegrasi Berkapasitas 100 Ton Tekan Sampah Wisata

Selasa, 03 Nov 2026 13:04 WIB

Selasa, 03 Nov 2026 13:04 WIB

SURABAYAPAGI.com, Batu - Guna menekan beban Tempat Pembuangan Akhir (TPA), Pemerintah Kota (Pemkot) Batu membangun sistem pengolahan sampah terintegrasi…

Ditarget Rampung Akhir November, Pemkot Surabaya Kebut Pembongkaran Bangunan Sungai Kalianak Tahap IV

Ditarget Rampung Akhir November, Pemkot Surabaya Kebut Pembongkaran Bangunan Sungai Kalianak Tahap IV

Selasa, 03 Nov 2026 13:01 WIB

Selasa, 03 Nov 2026 13:01 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Sebagai upaya dalam mengatasi potensi banjir, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya terus mempercepat normalisasi ruang Sungai…

Dituding Terlibat Kasus Mutilasi Madiun, Istri Sah Bagus Bantah dan Ungkap Aktivitasnya‎

Dituding Terlibat Kasus Mutilasi Madiun, Istri Sah Bagus Bantah dan Ungkap Aktivitasnya‎

Selasa, 03 Nov 2026 12:43 WIB

Selasa, 03 Nov 2026 12:43 WIB

‎SURABAYAPAGI.com, Madiun – Martha, istri sah Dwi Bagus Martono, membantah mengetahui maupun terlibat dalam kasus pembunuhan disertai mutilasi terhadap Dini Har…

Perkuat Pencegahan Perundungan di Sekolah, Pemkot Surabaya Libatkan 3.856 Guru Kelas

Perkuat Pencegahan Perundungan di Sekolah, Pemkot Surabaya Libatkan 3.856 Guru Kelas

Selasa, 03 Nov 2026 12:34 WIB

Selasa, 03 Nov 2026 12:34 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Sebagai upaya pencegahan perundungan di lingkungan sekolah, mulai dari jenjang SD hingga SMP, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya…