Polres Gresik Kirim SPDP Penistaan Agama ke Kejaksaan Tanpa Nama Tersangka

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Kasipidum Kejari Gresik Ludi Himawan (kanan) didampingi kepala seksi lainnya saat konferensi pers di Aula Kejari Jl Raya Permata Gresik. SP/Grs
Kasipidum Kejari Gresik Ludi Himawan (kanan) didampingi kepala seksi lainnya saat konferensi pers di Aula Kejari Jl Raya Permata Gresik. SP/Grs

i

SURABAYAPAGI.COM, Ģresik - Polres Gresik resmi mengirim SPDP (surat perintah dimulainya penyidikan) kasus penistaan agama pernikahan manusia dengan kambing ke Kejaksaan Negeri Gresik.

"Benar kami telah menerima SPDP kasus penistaan agama dari Polres Gresik, pada hari ini," ungkap Kepala Seksi Pidana Umum Kejari Gresik Ludi Himawan dalam konferensi pers di Kantor Kejari Jl Raya Permata Gresik, Selasa (21/6/2022) sore.

Namun menariknya, SPDP yang diterbitkan pada 20 Juni 2022 dan ditandatangani oleh Kasatreskrim Polres Gresik Iptu Wahyu Rizki Saputro, itu tidak menyebut seorangpun nama tersangka.

Dalam SPDP, pihak kepolisian hanya menginformasikan kepada aparat Adhyaksa bahwa proses penyidikan sudah dimulai sejak 17 Juni 2022.

Kasipidum Kejari Gresik Ludi Himawan menyatakan bila pihaknya tidak tahu menahu terkait tidak disebutnya nama tersangka dalam SPDP yang baru mereka terima.

"Karena ini sepenuhnya kewenangan pihak kepolisian, kami semata hanya menerima SPDP yang dikirim ke kejaksaan," katanya.

Menurut Ludi, meski belum ada nama tersangka dalam SPDP namun pihak kepolisian dalam hal ini penyidik Polres Gresik diikat oleh aturan dan prosedur untuk segera menindaklanjuti dengan menerbitkan surat penetapan tersangka.

"Sesuai prosedur pihak kepolisian diberi waktu paling lama 30 hari untuk menetapkan tersangka tindak pidana paska dikirimkannya SPDP ke kejaksaan," terang Ludi yang baru beberapa bulan menduduki jabatan Kasipidum Kejari Gresik.

Sebagaimana sudah diberitakan, kasus penistaan agama pernikahan manusia dengan seekor kambing di Desa Jogodalu, Kecamatan Benjeng, Gresik pada 5 Juni menjadi perhatian luas masyarakat Gresik.

Majelis Ulama Indonesia (MUI) Gresik dan ormas-ormas Islam sudah menyikapi perhelatan nikah nyeleneh tersebut dengan mengeluarkan fatwa. Isinya menyatakan bahwa para pelakunya telah melakukan penistaan terhadap agama (Islam).

Sikap para ulama dan kiai yang sudah sangat tegas itu tidak segera ditindaklanjuti oleh aparat kepolisian setempat untuk segera pula menetapkan para tersangka penista agama.

Padahal menurut pengakuan pihak kepolisian, mereka sudah memeriksa sebanyak 23 orang saksi dalam tahap penyelidikan.

Namun hingga naiknya ke tahapan penyidikan pada 17 Juni lalu, belum seorang pun yang terlibat di acara pernikahan nyeleneh itu dijadikan sebagai tersangka.

Dalam fatwa MUI disebutkan 4 orang telah melakukan penistaan agama dengan menggelar pernikahan manusia dengan seekor kambing.

Mereka adalah Syaiful Arif yang menjadi pengantin pria; Krisna alias Sutrisna yang berperan sebagai penghulu; Sudarto selaku pembuat konten; dan Nur Hudi Didin Arianto, anggota DPRD Gresik yang bertindak sebagai tuan rumah hajatan nikah manusia dengan kambing.

Karena perbuatan tersebut, keempat pelaku telah melakukan pembacaan ikrar ulang dua kalimat syahadat sebagai bentuk pertaubatan mereka kepada Sang Maha Pencipta. Pertaubatan itu dilakukan di hadapan ulama dan kiai pengurus MUI dan ormas-ormas Islam, bertempat di Aula MUI Masjid Agung Gresik. grs

Berita Terbaru

Kali Ditutup, Tambak Warga Terancam: Petambak Mengare Minta JIIPE Jangan Korbankan Wong Cilik

Kali Ditutup, Tambak Warga Terancam: Petambak Mengare Minta JIIPE Jangan Korbankan Wong Cilik

Senin, 02 Nov 2026 19:11 WIB

Senin, 02 Nov 2026 19:11 WIB

SURABAYAPAGI.com, Gresik – Pengembangan kawasan industri semestinya membawa manfaat bagi masyarakat. Namun, ketika pembangunan justru membuat saluran air m…

MilkLife Strikers Tembus Final Singa Cup 2026, Tantang Wakil Malaysia

MilkLife Strikers Tembus Final Singa Cup 2026, Tantang Wakil Malaysia

Senin, 02 Nov 2026 18:57 WIB

Senin, 02 Nov 2026 18:57 WIB

SurabayaPagi, Singapura – MilkLife Strikers memastikan tiket ke final Singa Cup 2026 setelah finis sebagai pemuncak klasemen Grup A. Meski menelan kekalahan 0…

Dapat Anggaran Rp50,8 M, Pengelolaan Sampah di Dinas Lingkungan Hidup Tidak Optimal

Dapat Anggaran Rp50,8 M, Pengelolaan Sampah di Dinas Lingkungan Hidup Tidak Optimal

Senin, 02 Nov 2026 18:05 WIB

Senin, 02 Nov 2026 18:05 WIB

SURABAYAPAGI.COM, SURABAYA - Komisi D DPRD Jawa Timur menilai rancangan anggaran Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Jatim tahun 2027 belum sesuai dengan kondisi…

BeautyFest Asia Surabaya 2026 Perluas Pengalaman Kecantikan lewat Workshop, Wellness dan Lifestyle

BeautyFest Asia Surabaya 2026 Perluas Pengalaman Kecantikan lewat Workshop, Wellness dan Lifestyle

Senin, 02 Nov 2026 17:46 WIB

Senin, 02 Nov 2026 17:46 WIB

SURABAYA PAGI, Surabaya- BeautyFest Asia Surabaya 2026 by Popbela.com sukses digelar selama tiga hari, pada 30 Oktober–1 November 2026, di Convention Hall, T…

Sah!! Ning Ita Resmi Jabat Ketua DPC Gerindra Kota Mojokerto

Sah!! Ning Ita Resmi Jabat Ketua DPC Gerindra Kota Mojokerto

Senin, 02 Nov 2026 17:05 WIB

Senin, 02 Nov 2026 17:05 WIB

SURABAYAPAGI.com, Mojokerto - Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari atau Ning Ita resmi menjabat sebagai Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Gerindra Kota…

Luas Tanam Naik 2.000 Hektare, Produksi Tembakau di Ngawi Tembus 3.420 Ton

Luas Tanam Naik 2.000 Hektare, Produksi Tembakau di Ngawi Tembus 3.420 Ton

Senin, 02 Nov 2026 15:42 WIB

Senin, 02 Nov 2026 15:42 WIB

SURABAYAPAGI.com, Ngawi - Kondisi kemarau panjang mendorong sejumlah petani memanfaatkan lahan  pertanian mereka untuk membudidayakan tembakau. Sehingga, Dinas …