Harga Daging Ayam Naik, Omzet Penjual Malah Terjun Bebas

author surabayapagi.com

- Pewarta

Kamis, 23 Jun 2022 16:10 WIB

Harga Daging Ayam Naik, Omzet Penjual Malah Terjun Bebas

i

Sejumlah wartawan di Lamongan saat mewawancarai Pedagang ayam daging di Pasar Sidoharjo Lamongan. SP/MUHAJIRIN KASRUN

SURABAYAPAGI.COM, Lamongan - Penyebaran virus atau penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada hewan ternak di Lamongan yang semakin meluas cukup berdampak. Salah satunya harga daging ayam di  berbagai pasar tradisional alami kenaikan.

Meski naik, omzet penjual daging ayam malah turun drastis, karena mahalnya daging membuat masyarakat enggan untuk mengkonsumsinya apalagi masih terdapat penyebaran PMK yang kian hari malah semakin meluas.

Baca Juga: PAUD Lamongan Masih Terapkan Kurikulum Berbasis Kearifan Lokal

Namun beruntungnya, kenaikan harga daging tidak dibarengi dengan harga telur. Harga telur ayam malah mengalami penurunan, meski tidak banyak, namun kondisi yang demikian ini membuat ibu rumah tangga bisa bernafas lega.

"Kalau harga telur ayam turun, dari sebelumnya Rp Rp 29.000 per kilogram, kini turun menjadi Rp 27, 5 ribu per kilogram, meski tidak banyak tapi ini lumayan bisa turun harganya," kata Anik Muyassaroh warga Made Kidul Kec/Kab Lamongan, Kamis (23/6/2022).

Sedangkan harga ayam potong lanjut dia, sudah naik dari sebelumnya Rp 35 ribu per kilogram menjadi Rp 38 ribu per kilogram. "Untuk harga ayam hidup, naik hampir dua kali lipat dari semula Rp 38 ribu menjadi Rp 60 ribu per kilogram. "Harga ayam kampung juga naik jadi Rp 100 ribu per kilogram," ujarnya.

Melihat kondisi yang demikian ini, sejumlah pedagang di Pasar tradisional malah mengaku omzetnya turun drastis. Dari awalnya saat kondisi pasar masih normal, Mujayanah pedagang di Pasar Sidoharjo Lamongan bisa menjual 2-3 kwintal setiap harinya, sekarang ini hanya mampu menjual ayam 1 kwintal.

"Harga daging ayam maupun ayam yang masih hidup naik, jadi mempengaruhi daya beli masyarakat yang mengalami penurunan dan omzet saya langsung terjun bebas," ungkapnya.

Baca Juga: Kaji Ghofur Sambangi Pasar Babat, Ajak Ramaikan Pasar dari Gempuran Olshop

Sementara itu, terpisah Plt Kepala Dinas Perindustrian Kabupaten Lamongan, Moh Zamroni membenarkan kalau harga daging ayam mengalami kenaikan. "Iya benar naik, naiknya harga daging ayam karena terkereknya harga pakan ayam yang juga terus naik," terangnya.

Meski mengalami kenaikan, tambah Zamroni, stok daging ayam masih cukup aman dan lancar. 

"Saya kemarin tanya ke juragan ayam, harga ayam naik karena pengaruh harga pakan juga mahal, sehingga peternak kecil banyak yang berhenti," ungkap Zamroni.

Baca Juga: Gempur Rokok Ilegal di Lamongan di Masifkan, Amankan 4 Ribu Batang

Sementara itu, seorang peternak ayam petelur, Dwi Pratiwi saat ini harga telur turun Rp 1,500 per kilogram. Sebelumnya harga mencapai Rp 29 ribu per kilogram.

"Meski harga turun, namun tidak seberapa banyak. Peternak masih untung meski harga Rp 27, 5 ribu per kilogram, " katanya.

Dwi Pratiwi berharap harga telur tidak sampai turun ke harga dibawah Rp 20 ribu per kilogram. "Kalau di bawah Rp 20 ribu per kilogram, peternak ya jombrot," kata Dwi Pratiwi. jir

Editor : Moch Ilham

BERITA TERBARU