Peternak di Blitar Racik Obat-obatan Herbal untuk Sembuhkan PMK

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Hari dan kawannya peragakan membuat obat herbal cegah PMK. SP/Hadi Lestariono
Hari dan kawannya peragakan membuat obat herbal cegah PMK. SP/Hadi Lestariono

i

SURABAYAPAGI.COM, Blitar - Merebaknya PKM di beberapa wilayah termasuk di Kabupaten/Kota Blitar sehingga pemerintah daerah menutup sementara pasar hewan, ternyata ada peternak sapi dari desa di Kabupaten Blitar, berhasil menemukan obat herbal Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang saat ini mewabah.

Itulah sosok Heri 45 peternak asal Desa Jati kidul Kecamatan Talun, Kabupaten Blitar berhasil.meramu Herbal untuk mencegah PMK.

Dalam keteranganya pada/wartawan Heri mengatakan awal mula ditemukannya obat herbal PMK ini dari ketidak sengajaan para peternak yang mulai resah dengan adanya wabah PMK sejak beberapa bulan lalu.

Akhirnya Heri pria berbadan kurus ini menceritakan awal penemuan obat herbal tersebut.

"Dengan resep turun temurun dari bahan alami, diantaranya empon-empon ditambah prebiotik dan air kelapa dsn saya coba membuat obat herbal untuk PMK,” ujar Heri, Kamis (23/6/2022) di rumahnya.

Juga Heri menjelaskan pembuatan obat herbal PMK ini, berbahan baku alami terdiri dari 13 macam. Diantaranya kunyit, jahe, temulawak, temu ireng, bawang putih, bentis, serai, daun sirih, daun kelor, gula merah, garam, prebiotik dan air kelapa.

“Seluruh bahan ditimbang sesuai takaran formula yang ada, kemudian dihaluskan dengan mesin penggiling lalu dicampur dengan probiotik bisa EM4, Yakult atau lainnya. Serta air kelapa secukupnya, sampai terendam semua,” jelasnya.

Campuran ramuan itu dimasukkan dalam tong plastik, untuk diaduk sampai tercampur merata. Kemudian diambil airnya yang berwarna kuning kecoklatan, melalui kran yang ada di bagian bawah tong plastik.

“Air hasil olahan bahan-bahan herbal inilah yang menjadi obat PMK, bisa untuk mengobati sapi yang terserang PMK maupun pencegahan agar imunitas sapi meningkat dan terhindar dari virus PMK,” tutur Heri sambil meragakan membuat obat herbal antisipas PMK di ruang bekas toko miliknya.

Temuan itu dalam memproses formula obat herbal PMK Heri mengaku tidak sendiri, tapi dibantu beberapa peternak lain di sekitar tempat tinggalnya seperti Sunarno (50) dan Sutikno 40.

Dari uji coba pertama menghasilkan 100 liter obat (sesuai takaran formula pada tabel), dengan  biaya secara gotong royong peternak sekitar Desa Jari kulon Kecamatan Talun Kabupaten Blitar, sekitar Rp 300.000. 

Dalam uji coba saat itu obat hasil olahannya dibagikan dan diminumkan pada belasan ternak sapi, baik yang sakit (terserang PMK), masih gejala maupun yang sehat. Hasilnya diluar dugaan, sapi yang sakit dengan gejala PMK seperti luka mulut dan kukunya.

“Setelah diberikan minuman jamu sebanyak 1,5 liter ukuran botol air mineral sehari 1 kali, kondisinya membaik dan berangsur sembuh sehat kembali pada hari ke 2-3, termasuk yang bergejala juga sembuh, dan serta sehat terjaga imunnya tidak terserang PMK,” terang Sunarno teman Hari.

Hasil dari obat herbal ini langsung tersebar dari mulut ke mulut para peternak, hingga sampai meluas ke beberapa kecamatan di Kabupaten Blitar.

Bukti nyata dari khasiat obat herbal PMK ini terlihat di Kecamatan Gandusari, jumlah kesembuhan ternak sapi baik yang sakit maupun suspek atau bergejala PMK tertinggi se Kabupaten Blitar yaitu 198 ekor sapi. 

“Kami sepakat untuk menyebarluaskan formula atau resep obat herbal PMK ini, tujuannya agar semua peternak sapi bisa membuat sendiri,” cetus Heri.

Namun dari 13 bahan baku pembuatan obat herbal PMK ini, diakui Heri yang menjadi kendala ketersedian air kelapa.

Untuk dosis atau jumlah yang diminumkan pada ternak sapi, untuk yang sakit PMK sehari 1 botol 1,5 liter dan untuk menjaga imunitas dan pencegahan PMK bisa 3-6 hari sekali 1 botol. 

“Saat ini, kami banyak menerima pesanan dari teman-teman peternak dari kecamatan lainnya. Maka kami buat kemasan botol 1,5 literan, dengan biaya pengganti bahan dan tenaganya Rp 15.000 per botol,” katanya.

Ditambahkan Heri kalau selain air dari olahan bahan herbal ini untuk obat PMK, ampasnya bisa digunakan sebagai bobok (olesan ampas herbal) pada bagian tubuh sapi yang luka. “Sekaligus untuk mencegah lalat, sehingga lukanya tidak semakin parah,” Ujar Hari. Les

Berita Terbaru

Gandeng Dongseo University, Pemprov Jatim Buka Peluang Beasiswa dan Kolaborasi Digital

Gandeng Dongseo University, Pemprov Jatim Buka Peluang Beasiswa dan Kolaborasi Digital

Kamis, 21 Mei 2026 22:09 WIB

Kamis, 21 Mei 2026 22:09 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Pemerintah Provinsi Jawa Timur mulai membuka peluang kerja sama pendidikan internasional dengan Dongseo University, Korea Selatan, g…

‎Nu’man Iskandar: Kasus PT JPC Cerminan Lemahnya Pengawasan Pemkot Madiun

‎Nu’man Iskandar: Kasus PT JPC Cerminan Lemahnya Pengawasan Pemkot Madiun

Kamis, 21 Mei 2026 21:14 WIB

Kamis, 21 Mei 2026 21:14 WIB

‎SURABAYAPAGI.COM, Madiun- Munculnya dugaan PT Jatim Parkir Center (JPC) selaku pengelola lahan parkir di Jl. dr.Soetomo Kota Madiun, yang diduga belum m…

AJI dan PFI Surabaya Desak Pembebasan Jurnalis yang Ditahan Israel

AJI dan PFI Surabaya Desak Pembebasan Jurnalis yang Ditahan Israel

Kamis, 21 Mei 2026 20:08 WIB

Kamis, 21 Mei 2026 20:08 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Penahanan sembilan warga negara Indonesia (WNI), termasuk empat jurnalis, oleh militer Israel memicu perhatian luas. Mereka merupakan b…

Perkuat Mobilitas, Bluebird Kembangkan Layanan Multimoda dan Tambah Armada Listrik

Perkuat Mobilitas, Bluebird Kembangkan Layanan Multimoda dan Tambah Armada Listrik

Kamis, 21 Mei 2026 20:04 WIB

Kamis, 21 Mei 2026 20:04 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Perusahaan transportasi Bluebird Group terus mengembangkan layanan mobilitas di Surabaya seiring tingginya aktivitas masyarakat di k…

Tingkatkan Mutu dan Kualitas Pendidikan, Pondok Pesantren Sunan Drajat  Luncurkan 12 Modul Pembelajaran

Tingkatkan Mutu dan Kualitas Pendidikan, Pondok Pesantren Sunan Drajat Luncurkan 12 Modul Pembelajaran

Kamis, 21 Mei 2026 18:09 WIB

Kamis, 21 Mei 2026 18:09 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Lamongan - Langkah besar Pondok Pesantren Sunan Drajat dalam wujudkan Pesantren percontohan, dan meningkatkan kualitas pendidikan terus…

Program CKG, Dinkes Sidoarjo Optimis Target 46 Persen Tercapai

Program CKG, Dinkes Sidoarjo Optimis Target 46 Persen Tercapai

Kamis, 21 Mei 2026 17:38 WIB

Kamis, 21 Mei 2026 17:38 WIB

SURABAYAPAGI.com, Sidoarjo - Pemerintah Kabupaten Sidoarjo melalui Dinas Kesehatan mengimbau masyarakat  untuk memanfaatkan semaksimal mungkin layanan Cek …