Keluarga Tak Yakin Brigadir Yosua, Lecehkan Istri Irjen Ferdy

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news

Pacar Sopir Kadiv Propam ini Bercerita, Sebelum Meninggal Pernah Diancam akan Dibunuh

 

SURABAYAPAGI.COM, Jambi - Hasil rapat keluarga, menyatakan mereka tak yakin Brigadir Yosua  melakukan perbuatan melecehkan istri Kadiv Propam. Saat rapat internal, Keluarga Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat  sampai berani melanggar aturan privasi. Hal ini  agar keadilan ditegakkan.

Aturan privasi yang dilanggarnya, keluarga Brigadir Yosua  menyebarkan foto luka sayatan di tubuh ajudan Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo. Ini isyarat, keluarga Brigadir Yosua bak menabuh genderang perang.

Diakuinya, Brigadir Yosua terlibat baku tembak dengan Bharada E di rumah Kadiv Propam. Akibatnya, Brigadir Yosua meninggal dunia usai dihujani tembakan oleh rekannya. Berdasarkan keterangan Karo Penmas Divhumas Polri Brigjen Ahmad Ramadhan, peristiwa baku tembak itu bermula saat Brigadir Yosua diduga melecehkan istri Kadiv Propam.

Mendengar penjelasan dari jenderal bintang yang datang ke rumah duka, keluarga Brigadir Yosua buka suara. Mereka mengaku tidak yakin Brigadir Yosua sudah melakukan perbuatan melecehkan istri Kadiv Propam.

 

Nangis Gebrak Jenasah

Saat ini beredar Video tangisan histeris keluarga saat jenazah anggota Polri Brigadir J alias Nofryansah Yosua Hutabarat tiba di rumah duka. Video ini beredar di media sosial.

Dalam video itu, keluarga sampai menggebrak peti mati jenazah almarhum Brigadir J yang diduga tewas akibat baku tembak dengan sesama polisi, yakni Bharada E.

Dalam video yang beredar, terlihat ayah Brigadir J, Samuel Hutabarat  menangis hingga menggebrak-gebrak peti jenazah almarhum anaknya. "Dibuka, dibuka," kata Samuel sembari terisak-isak dalam video.

 

Menangis Meraung-raung

Berdasar video yang beredar, tampak sejumlah aparat kepolisian terlihat di rumah duka Brigadir J. Dalam suasana haru itu, sejumlah wanita juga terlihat meraung-raung menangisi kematian Brigadir J. Dalam video yang sama, terlihat wanita diduga ibu Brigadir J juga menangis histeris sembari menggebrak-gebrak peti jenazah berkelir putih itu. "Mana anakku," pekik wanita dalam video tersebut.

Sejumlah orang juga terlihat memegang tubuh wanita itu sembari menenangkannya.

"Anakku sayang, ini mamah nak," katanya bersuara parau.

Rekaman video itu diunggah ulang oleh akun Instagram, @andreli_48 dari akun Facebook bernama Rohani Simanjuntak yang menayangkan video itu secara live.

"Momen pilu keluarga Brigadir Yoshua saat tiba dirumah duka, Brigadir Yoshua meninggal, seperti yang diberitakan setelah baku tembak di rumah dinas Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo di kawasan Duren Tiga, Pancoran, Jakarta Selatan. Video Rohani Simanjuntak (live fb)," tulis akun tersebut dikutip SumutSuara.id, Jumat (15/8/2022).

 

Ayah,Ibu, Bibi dan Kakak

Baik ayah, ibu, bibi dan kakak korban, semua  merasakan kejanggalan atas meninggalnya Brigadir Yosua. Apalagi pihak keluarga menemukan sejumlah luka yang di tubuh Brigadir Yosua.

"Yang luka tembak itu 3 di bagian dekat bahu lalu satunya di tangan," kata tante Brigadir Yosua, Roslin Simanjuntak, Senin (11/7/2022). Keluarga merasa kematian Brigadir Yosua janggal karena ada luka sayatan di tubuh korban. Selain itu, Keluarga mengatakan dua jari Yosua juga terputus.

"Jadi yang malam itu dari keterangan kepolisian Jakarta menyampaikan bahwasanya di kediaman Bapak Irjen Ferdy Sambo itu ada adu tembak, jadi kami nggak puas, kalau ada adu tembak otomatis nggak ada ini ada luka sayatan," ujar Roslin.

Selain ada luka tembak, kata Roslin, kondisi jenazah Brigadir Yosua disebut mengalami luka dengan dua jari yang ikut terputus. "Dengan ada luka sayatan lalu ada dua jari tangannya yang putus," sebut Roslin.

Video banjir air mata di rumah duka Brigadir J mendapat sorotan dari netizen. Para netizen ikut turut berbelasungkawa atas kematian Brigadir J.

 

Ancaman Pembunuhan

Yuni Hutabarat terkejut ketika mendapatkan cerita dari kekasih Brigadir Yosua. Katanya, sebelum tewas tertembak, ternyata Brigadir Yoshua pernah mendapat ancaman pembunuhan.

Yuni menyebut cerita itu pernah disampaikan adiknya ke pacarnya yang ada di Bangko Merangin, Jambi. "Ternyata dia pernah cerita di sini sama pacarnya. Bahwasannya, tidak tahu kapan pastinya bercerita. Pacarnya itu baru kasi tahu kemarin setelah datang jenazah almarhum. Bahwasannya almarhum dapat ancaman ingin dibunuh," cerita Yuni.

Selama ini, Brigadir Yosua sengaja simpan rahasia rapat-rapat dari keluarga, soal ancaman pembunuhan. "Dia tidak berani cerita ke orang tua kami, takut drop atau apa, tapi dia bercerita seperti itu," sebut Yuni.

Yuni bercerita, semasa hidup adiknya tidak pernah menceritakan hal yang jelek-jelek. "Dia tidak pernah menceritakan kesedihan, selalu menceritakan kebaikan, bahwa Pak Sambo dan Ibu baik, dia sudah dianggap anak sendiri, dia nggak pernah diperlakukan hal buruk," ungkapnya.

 

Ungkap Baju Brigadir J

Usman, ahli atau pakar Hukum Universitas Jambi menyebut baju yang dipakai Brigadir Nopryansah Yosua Hutabarat, saat kejadian di Jumat (8/7/2022) bisa menjadi barang bukti yang kuat dan petunjuk penyebab kematian.

“Di mana lubangnya di mana sobeknya. Apakah dia dibunuh dengan pistol atau senjata tajam, pakaian harus dijadikan untuk barang bukti.”kata Usman, Pakar Hukum Universitas Jambi dikutip dari Kompas TV.

Pihak keluarga masih menunggu hasil penyelidikan polisi, pihak keluarga meminta polisi ungkap kejadian dengan transparan dan terbuka jangan ada yang di tutupi.

Dari penjelasan pihak Mabes Polri, Brigadir Yosua adalah anggota Bareskrim yang ditugaskan sebagai sopir dinas istri Kadiv Propam Polri. Sementara itu, Bharada E adalah anggota Brimob yang bertugas sebagai pengawal Kadiv Propam.

 

Keterangan Resmi Polri

Dalam keterangan resminya, Brigjen Ahmad Ramadhan berujar, "Berdasarkan keterangan dan barang bukti di lapangan bahwa Brigadir J (Brigadir Yosua) memasuki kamar pribadi Kadiv Propam dan melecehkan istri Kadiv Propam dengan todongan senjata."

Akibat dugaan pelecehan yang dilakukan Brigadir Yosua, istri Kadiv Propam lalu berteriak minta tolong. Teriakan itu didengar Bharada E yang berada di lantai atas rumah. "Teriakannya terdengar oleh Bharada E yang berada di lantai atas sehingga Bharada E turun memeriksa sumber teriakan," sebut Ramadhan.

Bharada E langsung menegur dari depan kamar saat memergoki Brigadir Yosua. Teguran itu langsung memicu aksi saling tembak. Lalu, peristiwa baku tembak terjadi di depan kamar.

"Pertanyaan Bharada E direspons oleh Brigadir J (Brigadir Yosua) dengan melepaskan tembakan pertama kali ke arah Bharada E," kata Ramadhan.

Tiga saksi diperiksa, di antaranya istri Kadiv propam dan Bharada E. Berdasarkan hasil olah TKP, ada belasan tembakan yang dilepaskan dari pistol Brigadir Yosua dan Bharada E. n ss/erc/jk/rmc

Berita Terbaru

Usaha UMKM  Produk Makanan Harus Bersertifikat Halal pada Bulan Oktober 2026

Usaha UMKM  Produk Makanan Harus Bersertifikat Halal pada Bulan Oktober 2026

Sabtu, 21 Feb 2026 09:29 WIB

Sabtu, 21 Feb 2026 09:29 WIB

SURABAYA PAGI, Sampang- Pelaku usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) pada Bazar Takjil Ramadhan UMKM Halal tahun ini. Dipusatkan di Alun-alun Trunojoyo…

Setahun Pimpin Jatim, Khofifah dan Emil Komitmen Tingkatkan Layanan Publik hingga Turunkan Kemiskinan

Setahun Pimpin Jatim, Khofifah dan Emil Komitmen Tingkatkan Layanan Publik hingga Turunkan Kemiskinan

Jumat, 20 Feb 2026 21:19 WIB

Jumat, 20 Feb 2026 21:19 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama Wakil Gubernur Emil Elestianto Dardak memperingati satu tahun masa kepemimpinan m…

Pangeran Inggris Andrew Ditangkap, Trump Anggap Memalukan

Pangeran Inggris Andrew Ditangkap, Trump Anggap Memalukan

Jumat, 20 Feb 2026 20:35 WIB

Jumat, 20 Feb 2026 20:35 WIB

Raja Charles Pastikan Kerajaan Inggris Dukung Pengusutan Kasus Andrew    SURABAYAPAGI.COM, London - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump angkat bicara t…

AKBP Didik, Tersangka Narkoba, Istrinya Pengguna

AKBP Didik, Tersangka Narkoba, Istrinya Pengguna

Jumat, 20 Feb 2026 20:32 WIB

Jumat, 20 Feb 2026 20:32 WIB

Libatkan Polwan Aipda Dianita Agustina      SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Bareskrim Polri ungkap Kapolres Bima Kota AKBP Didik Putra Kuncoro, dalam kasus na…

Ekosistem Layanan Terintegrasi, KAI Wisata Catat Tren Positif Kunjungan Selama Libur Imlek 2026

Ekosistem Layanan Terintegrasi, KAI Wisata Catat Tren Positif Kunjungan Selama Libur Imlek 2026

Jumat, 20 Feb 2026 20:32 WIB

Jumat, 20 Feb 2026 20:32 WIB

SurabayaPagi, Jakarta – PT Kereta Api Pariwisata (KAI Wisata) mencatat capaian positif selama momentum libur panjang Imlek pada 13–17 Februari 2026 dengan tot…

Layanan Kesehatan adalah Hak Konstitusional Setiap Warga Negara

Layanan Kesehatan adalah Hak Konstitusional Setiap Warga Negara

Jumat, 20 Feb 2026 20:30 WIB

Jumat, 20 Feb 2026 20:30 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) Muhaimin Iskandar, mengingatkan Direksi BPJS Kesehatan harus memastikan…