Komnas Anak Ingatkan Konflik Terekspos di Media Berdampak Buruk

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Komnas Anak berharap kasus ini tidak berlarut-larut. Sebab, konflik yang terus menerus terekspos di media dikhawatirkan akan memberikan dampak buruk bagi perkembangan mental ketiga anak mereka.

"Tapi tentunya kami berharap Komnas Anak, kalau ada perubahan untuk bisa lebih cepat, kami pastinya akan mengapresiasi ya. Karena kan jangan sampai ini berlarut-larut ya, tentu nanti anak yang bisa mendapat efeknya nanti untuk mentalnya anak," tegas Agustinus Sirait.

Perseteruan ini merupakan buntut dari laporan Inara Rusli ke Komnas Anak pada akhir Januari 2026 lalu. Inara Rusli menuding Virgoun telah membawa paksa ketiga anak mereka tanpa izin sejak November 2025.

Padahal, berdasarkan putusan tetap dari pengadilan, hak asuh anak sepenuhnya jatuh ke tangan Inara Rusli. Tak hanya soal membawa anak, Inara Rusli juga mengeluhkan akses komunikasinya kepada buah hatinya yang diduga ditutup rapat oleh pihak mantan suami.

Polemik perebutan anak antara musisi Virgoun dan mantanistrinya,InaraRusli, nampaknya masih jauh dari kata usai.Virgoun dijadwalkan hadir untuk memberikan klarifikasi terkait aduan yang dilayangkan olehInaraRusli Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas Anak).

Hingga waktu yang ditentukan, pelantun Surat Cinta Untuk Starla itu tak kunjung menampakkan batang hidungnya. Ketua Umum Komnas Anak, Agustinus Sirait, akhirnya angkat bicara mengenai ketidakhadiran bapak tiga anak tersebut.

"Bapak V membatalkan pertemuan hari ini dan ditunda untuk sementara sampai minggu depan," kata Agustinus Sirait saat ditemui di Komnas Anak, Pasar Rebo, Jakarta Timur, Selasa (3/2/2026).

Agustinus Sirait menyayangkan pembatalan mendadak ini. Padahal awalnya pihak Komnas Anak memberikan apresiasi karena Virgoun sempat memberikan respons positif untuk hadir dengan cepat setelah surat panggilan dilayangkan.

"Tadinya kita menyambut baik ya, ditanggapi dengan cepat oleh Bapak V," tuturnya.

Mengenai alasan pastinya, pihak Komnas Anak mengaku belum mendapatkan penjelasan rinci mengapa Virgoun berhalangan hadir. n jk/rmc

Berita Terbaru

Daop 7 Madiun Catat Enam Gangguan Perjalanan KA Selama Angkutan Lebaran 2026

Daop 7 Madiun Catat Enam Gangguan Perjalanan KA Selama Angkutan Lebaran 2026

Minggu, 05 Apr 2026 15:00 WIB

Minggu, 05 Apr 2026 15:00 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar - Selama masa Angkutan Lebaran 2026, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 7 Madiun mencatat adanya enam kejadian gangguan…

Kurang Waspada! Motor dan Truk Adu Banteng, Pengendara Motor Tewas di TKP

Kurang Waspada! Motor dan Truk Adu Banteng, Pengendara Motor Tewas di TKP

Minggu, 05 Apr 2026 14:55 WIB

Minggu, 05 Apr 2026 14:55 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar - Kecelakaan antara pengendara motor dan Truk Isuzu dengan adu banteng yang terjadi pada Minggu (5 April 2026) dini hari mengejutkan…

Kebijakan Pembatasan Belanja Pegawai 30 Persen dari APBD Akan Resmi Berlaku Tahun 2027

Kebijakan Pembatasan Belanja Pegawai 30 Persen dari APBD Akan Resmi Berlaku Tahun 2027

Minggu, 05 Apr 2026 14:23 WIB

Minggu, 05 Apr 2026 14:23 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Terkait kebijakan pembatasan belanja pegawai maksimal 30 persen dari APBD akan resmi diberlakukan tahun 2027. Dimana, postur APBD…

Usai Santap Nasi Berkat Tahlilan, Puluhan Korban Diduga Alami Keracunan Muntah-Diare

Usai Santap Nasi Berkat Tahlilan, Puluhan Korban Diduga Alami Keracunan Muntah-Diare

Minggu, 05 Apr 2026 14:14 WIB

Minggu, 05 Apr 2026 14:14 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Baru-baru ini viral, seusai menyantap nasi berkat tahlilan di Jalan Sido Kapasan Gang 10, Simokerto, Surabaya, sebanyak puluhan…

Warga Napis Bojonegoro Akhirnya Miliki Jembatan, Pasca Penantian Puluhan Tahun

Warga Napis Bojonegoro Akhirnya Miliki Jembatan, Pasca Penantian Puluhan Tahun

Minggu, 05 Apr 2026 14:06 WIB

Minggu, 05 Apr 2026 14:06 WIB

SURABAYAPAGI.com, Bojonegoro - Setelah menanti selama puluhan tahun, akhirnya kini warga di perbatasan Bojonegoro dan Ngawi bisa bernapas lega lantaran…

Harga Kedelai Melonjak Ugal-ugalan, Produsen Tempe di Lumajang Terancam Tak Sanggup Produksi Lagi

Harga Kedelai Melonjak Ugal-ugalan, Produsen Tempe di Lumajang Terancam Tak Sanggup Produksi Lagi

Minggu, 05 Apr 2026 13:56 WIB

Minggu, 05 Apr 2026 13:56 WIB

SURABAYAPAGI.com, Lumajang - Para produsen tempe di Lumajang, Jawa Timur mengeluh dan menjerit usai harga kedelai melonjak ugal-ugalan yang juga dipicu imbas…