Investasi Bodong Usaha Elpiji 3 Kg, Pelaku Raup Rp 20 M

author surabayapagi.com

- Pewarta

Senin, 18 Jul 2022 20:26 WIB

Investasi Bodong Usaha Elpiji 3 Kg, Pelaku Raup Rp 20 M

i

Kapolres Bondowoso AKBP Wimboko menunjukkan barang bukti dan pelaku saat rilis kasus.

SURABAYAPAGI.COM, Bondowoso - Aksi penipuan berkedok investasi bodong kembali terjadi. Kali ini seorang warga asal Nganjuk berinisial RMA (30) diamankan polisi karena menipu sejumlah warga dengan modus jual beli elpiji. Tak tanggung-tanggung, dalam aksinya itu warga yang tinggal di Desa Grujugan Kidul itu telah berhasil meraup keuntungan sebesar Rp 20 miliar.

“Terduga pelaku kami amankan setelah 6 korbannya melaporkan ke kami jika menjadi korban penipuan yang dilakukan oleh terduga pelaku, aksi pelaku sendiri sudah berlangsung sejak November 2021 lalu,” ujar Kapolres Bondowoso AKBP Wimboko, Senin (18/7/2022).

Baca Juga: Polres Probolinggo Pastikan Stok LPG Aman Pasca Lebaran

Kapolres menjelaskan, bahwa modus yang dilakukan oleh terduga pelaku dalam memperdayai korbannya adalah menawarkan investasi usaha jual beli tabung elpiji ukuran 3 Kg.

Dimana kepada korbannya pelaku menjanjikan akan memberikan keuntungan setiap 3 hari sekali sesuai dengan nilai investasi yang disetorkan.

“Terduga pelaku mengiming-imingi para korbannya dengan keuntungan yang menggiurkan dan akan dibagikan setiap 3 hari sekali, dengan jumlah sesuai investasi atau modal yang diserahkan para korbannya,” beber Kapolres.

Namun seiring berjalannya waktu, pelaku tidak pernah memberikan keuntungan kepada korbannya sesuai dengan yang dijanjikan.

Bahkan modal milik korbannya juga tidak dikembalikan dan dalam beberapa bulan terakhir, pelaku tidak bisa ditemui.

Baca Juga: Pj Gubernur Adhy: Stok BBM dan LPG di Jatim Aman Sampai Lebaran

Selain menghilang, nomor HP pelaku juga tidak bisa dihubungi, sehingga beberapa korbannya melaporkan aksi pelaku ke Polres Bondowoso.

“Ada 6 korban yang melapor ke kami, mereka mengalami kerugian mencapai Rp 2,5 milyar,” sebut Kapolres.

Namun dari pemeriksaan dan penyidikan polisi terhadap pelaku, ternyata korbannya bukan hanya 6 orang.

“Tapi ada puluhan, bahkan pelaku sudah mengantongi uang senilai Rp 20 miliar dari aksinya ini,” jelas Kapolres.

Baca Juga: Debat Cawapres Digelar Malam Ini, Masalah Subsidi Energi BBM dan LPG Bakal Disorot

Atas perbuatannya, polisi menjerat pelaku dengan pasal 378 dan 372 KUHP dengan ancaman hukuman 4 tahun penjara.

Sedangkan barang bukti yang berhasil diamankan di antaranya 3 lembar perjanjian investasi DO (delivery order) dan 8 lembar bukti transfer para korban yang dikirim ke beberapa rekening milik pelaku. “Mulai dari nominal Rp 20 juta hingga Rp 200 juta,” pungkasnya. bdw/ham

 

Editor : Moch Ilham

BERITA TERBARU