Dua Pemuda Tewas Usai Pesta Miras Oplosan, Sementara Penjual Diamankan Polres Blitar Kota

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Kapolres Blitar Kota AKBP Argowiyono SH S.IK M.Si didampingi Kasat Reskrim AKP Momon Suwito dan Kasi Humas Iptu Ahmad Rokhan tunjukan BB. SP/Hadi Lestariono
Kapolres Blitar Kota AKBP Argowiyono SH S.IK M.Si didampingi Kasat Reskrim AKP Momon Suwito dan Kasi Humas Iptu Ahmad Rokhan tunjukan BB. SP/Hadi Lestariono

i

SURABAYAPAGI.COM, Blitar - Entah apa di benak dua pemuda ini, sehingga harus di jemput ajal, kedua pemuda yakni Haryono 26 warga Desa / Kecamatan Sanankulon Kabupaten Blitar dan Stefanus Selen 25 asal NTT yang beralamat di Jln.Trowulan Kec.Sentul Kec.Kepanjenkidul Kota Blitar,

Menurut Kapolres Blitar Kota AKBP Argowiyono S.H S.IK M.Si dalam keterangan releasnya pada Jumat (22/7) sebelumnya kedua pemuda ini pesta miras di sebuah kios penjual miras oplosan di Jln Kelud Kota Blitar. Miras  dioplos dengan sirup dan serbuk minuman Kuku Bima.

"Setelah mereka pesta miras hampir 3 jam itu mereka pulang ke rumahnya masing masing, sedang korban Stefanus Selen diantar oleh Stefan Allo (30) sesama warga NTT, atas kejadian itu  korban Haryono meninggal di rumah temannya di desa Ponggok, akibat overdosis miras sedang korban Stefen meninggal di rumah sakit," papar AKBP Argowiyono.

Lebih rinci Kapolres Blitar Kota memaparkan, pada hari Sabtu (16/7) korban Haryono menghubungi temanya yang asal NTT ini untuk diajak minum miras di warung milik Gunawan (45) di jalan Kelud Kota Blitar, rupanya teman Stefen tidak ikut pesta Miras, akibat pesta miras itu kedua pemuda ini meninggal dunia selang beberapa waktu.

"Ketika Stefen dirujuk ke RSUD Mardi Waluyo oleh temanya, melihat kondisi korban, salah satu petugas rumah sakit menghubungi Polsek Sananwetan, saat petugas sampai di rumah sakit, korban sudah meninggal dunia, setelah mendapat informasi dari teman korban, anggota Polsek Sananwetan dan Satreskoba lakukan penyelidikan dan menangkap penjual miras oplosan," terang AKBP Argowiyono pada wartawan sambil tunjukan barang bukti.

Selanjutnya setelah dilakukan pemeriksaan dan mengamankan Gunawan, dalam pemeriksaan Gunawan mengaku menjual miras oplosan sejak 1 tahun lalu, sedang harganya pun berbeda, untuk melihat ukuran setiap botolnya.

"Satu gelas Es seharga Rp 10 ribu, untuk ukuran Aqua kecil Rp 15.000 dan untuk Aqua besar harga Rp 20 ribu, arak saya campur sirup rasa berbeda beda, dan dua bungkus jamu Kuku Bima," tutur Gunawan pada wartawan.

Dari hasil penjualan miras oplosan itu Gunawan mengaku dapat hasil Rp 400.000 sampai Rp 700 ribu.

Dari kasus miras oplosan yang tewaskan dua orang tersebut polisi mènyita, 2 botol ukuran 1.5 liter berisi miras berisi sirup, 2 botol arak, dan gayung warna kuning dan baskom untuk mengoplos miras buatan Gunawan.

"Untuk tersangka bisa di jerat pasal 204 ayat 2 KUHP, pasal 146 ayat 1 dan 2 tentang pangan dan perlindungan konsumen dan pasal 106 no 24 tentang perdagangan dengan ancaman hukuman diatas 5 tahun," pungkas Pamen Polisi yang ramah ini. Les

Berita Terbaru

Haul Raja-Raja Madura di Hari Jadi ke-757, Bupati Fauzi: Jangan Lupakan Sejarah di Tengah Kemajuan

Haul Raja-Raja Madura di Hari Jadi ke-757, Bupati Fauzi: Jangan Lupakan Sejarah di Tengah Kemajuan

Sabtu, 31 Okt 2026 17:47 WIB

Sabtu, 31 Okt 2026 17:47 WIB

SURABAYA PAGI, Sumenep-Pemerintah Kabupaten Sumenep menggelar Haul Raja-Raja Madura sebagai puncak rangkaian Hari Jadi ke-757 Kabupaten Sumenep, di depan…

Bupati Fauzi Ziarah ke Asta Tinggi: Hormati Jasa Leluhur, Warisan Harus Dijaga

Bupati Fauzi Ziarah ke Asta Tinggi: Hormati Jasa Leluhur, Warisan Harus Dijaga

Sabtu, 31 Okt 2026 15:03 WIB

Sabtu, 31 Okt 2026 15:03 WIB

Jelang Hari Jadi ke-757…

Pengamat Politik Ungkap Peluang Demokrat Bangkit di Pemilu 2029: Harus Terbuka dan Bersih dari Kader Terjerat Hukum

Pengamat Politik Ungkap Peluang Demokrat Bangkit di Pemilu 2029: Harus Terbuka dan Bersih dari Kader Terjerat Hukum

Sabtu, 31 Okt 2026 09:53 WIB

Sabtu, 31 Okt 2026 09:53 WIB

SurabayaPagi, Jakarta - Kepengurusan lengkap DPD Partai Demokrat Jawa Timur (Jatim) periode 2026-2031 hingga kini belum diumumkan. Pengamat Politik Accurate…

BULOG Perkuat Pengawasan SPHP, Bentuk Satgas Khusus dan Gandeng Satgas Pangan Polres

BULOG Perkuat Pengawasan SPHP, Bentuk Satgas Khusus dan Gandeng Satgas Pangan Polres

Sabtu, 31 Okt 2026 06:32 WIB

Sabtu, 31 Okt 2026 06:32 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Lamongan - Perum BULOG memperkuat pengawasan distribusi beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) melalui pembentukan Satuan Tugas…

Wujudkan Akses Kepemilikan Rumah bagi Pekerja, BPJS Ketenagakerjaan Malang Gelar Pekan MLT 

Wujudkan Akses Kepemilikan Rumah bagi Pekerja, BPJS Ketenagakerjaan Malang Gelar Pekan MLT 

Jumat, 30 Okt 2026 22:35 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 22:35 WIB

  SURABAYA PAGI. com, Malang - BPJS Ketenagakerjaan Kantor Cabang Malang menggelar Pekan Manfaat Layanan Tambahan (MLT) Perumahan Tahun 2026 untuk pekerja di P…

Dugaan Eksploitasi Anak Seret Nama Chester dan Suami, Polda Jatim Diminta Turun Tangan

Dugaan Eksploitasi Anak Seret Nama Chester dan Suami, Polda Jatim Diminta Turun Tangan

Jumat, 30 Okt 2026 21:37 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 21:37 WIB

SurabayaPagi, Surabaya - Chester Jevelin Thaniago dan suaminya, Soecindro Halim terseret kasus dugaan eksploitasi anak. Salah satu pelapor dalam kasus arisan…