Penyebaran Penyakit PMK di Lamongan Sudah Meluas 26 Kecamatan

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
drh Indro Cahyono (Penemu Obat PMK) saat memeriksa hewan sapi. SP/MUHAJIRIN KASRUN
drh Indro Cahyono (Penemu Obat PMK) saat memeriksa hewan sapi. SP/MUHAJIRIN KASRUN

i

SURABAYAPAGI.COM, Lamongan - Meski segala upaya untuk meminimalisir penyebaran penyakit mulut dan kuku atau PMK yang menyerang hewan terus dilakukan, namun penyakit PMK itu kini malah sudah meluas dan hanya 1 Kecamatan di Lamongan yang zero PMK.

Hal itu disampaikan oleh Bupati Lamongan Yuhronur Efendi  di Pendopo Lokatantra,  Senin (25/7/2022) dan turut dihadiri Dahlan Iskan  (Founder Harian Disway), dan drh Indro Cahyono (Penemu Obat PMK).

Dalam sambutannya, bupati mengungkapkan bahwa sampai saat ini kasus PMK sudah menyebar di 26 kecamatan (160 desa) dan satu-satunya kecamatan yang tidak ada laporan yaitu Karangbinangun. Meski demikian penyebaran PKM di Lamongan masih dapat dikendalikan.

“Kami terus berupaya bersama TNI dan Polri untuk menanggulangi virus PMK ini. Alhamdulillah dengan berbagai upaya yang telah dilakukan kasus PMK di Lamongan masih dapat dikendalikan. Ini terbukti dari populasi hewan berkuku belah yang terus meningkat, seperti sapi potong populasinya mencapai 117.889 ekor,” tutur Bupati.

Merebaknya penyakit mulut dan kuku atau PMK sejak kasus pertama dilaporkan pada 1 Mei 2022 di Desa Balungwangi Kecamatan Tikung, berbagai unsur instansi bersinergi dalam menangani PMK. Mulai dari pemberlakuan  penutupan sementara pasar hewan sehingga percepatan vaksinasi terhadap hewan ternak untuk mengendalikan penularan.

Melalui lokakarya yang turut dihadiri para peternak di penjuru Kabupaten Lamongan ini, Bupati Yes berharap dapat semakin mengedukasi serta memberi pengetahuan lebih kepada masyarakat terkait upaya preventif menangani hewan yang terjangkit PMK. Lebih-lebih telah ditemukannya obat PMK menjadi jawaban atas ikhtiar bersama selama ini.

“Terima kasih kepada seluruh pihak yang turut menggelar workshop ini guna memberi pengetahuan kepada masyarakat terkait menangani hewan yang terjangkit PMK,” imbuhnya.

Menjadi narasumber lokakarya yang dimoderatori oleh Dahlan Iskan, drh Indro Cahyono menjelentrehkan berbagai cara dalam mencegah dan mengatasi PMK secara mandiri oleh para peternak.

Disebutkan olehnya, jika melihat ada tanda-tanda gejala PMK, masyarakat harus segera lapor ke petugas/dokter hewan sehingga dapat ditangani secara baik. Selain itu, masyarakat juga bisa mengatasi secara mandiri, melalui pemberian salep anti PMK di area mulut dan lidah serta menyemprot desinfektan yang mengandung ph rendah (asam) di bagian kuku, sementara untuk meningkatkan nafsu makannya, perlunya pemberian makanan yang bertekstur lembut seperti bubur yang mengandung vitamin A,C,E sapi  yang dicampur 1 SDM minyak nabati. 

Dari hasil penelitian yang beliau peroleh pada dasarnya sapi yang tertular PMK akan sembuh pada hari ke 14 sejak pertama diketahui gejalanya, dan pada hari ke 21 sapi tersebut sudah kebal dan terbentuk antibodi, namun dengan catatan sapi tersebut tetap mau makan dan minum. Untuk itu perlunya memberi makanan yang lembut sangat dianjurkan untuk menghindari sapi kembung.

“Banyak laporan sapi mati karena PMK, bisa jadi bukan virus PMK nya yang mengakibatkan kematian tetapi cara penangannya, untuk itu pentingnya memberikan bubur sapi sebagai sumber nutrisi dan vitamin untuk menaikkan antibodi di minggu pertama terinfeksi. Baru nanti setelah minggu kedua diberi campuran rumput cacah dan menyesuaikan makanan seperti biasanya setelah dinyatakan sembuh,” ucapnya.

Dalam kesempatan itu, penemu obat PMK itu juga mengapresiasi Pemerintah Kabupaten Lamongan atas  keberaniannya menyatakan adanya PMK di wilayahnya. Sehingga langsung dilakukan penanganan dan pengendalian secara maksimal. jir

Berita Terbaru

Daging sapi dan Telur Ayam, Naik!

Daging sapi dan Telur Ayam, Naik!

Senin, 21 Sep 2026 08:51 WIB

Senin, 21 Sep 2026 08:51 WIB

SURABAYAPAGI.com - Komoditas pangan yang mengalami kenaikan harga antara lain beras, cabai, daging sapi dan telur ayam. Berdasarkan Pusat Informasi Harga…

Proyek Pengolahan Sampah Senilai Rp 2,8 T Dimulai

Proyek Pengolahan Sampah Senilai Rp 2,8 T Dimulai

Senin, 21 Sep 2026 08:49 WIB

Senin, 21 Sep 2026 08:49 WIB

SURABAYAPAGI.com - Pembangunan proyek Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) Bogor Raya 1 di Galuga, dengan nilai investasi senilai Rp 2,8 triliun…

6 WNI China Buka Usaha Foto di Tanggerang, Seminggu Cuan Rp 14 Juta

6 WNI China Buka Usaha Foto di Tanggerang, Seminggu Cuan Rp 14 Juta

Senin, 21 Sep 2026 08:47 WIB

Senin, 21 Sep 2026 08:47 WIB

SURABAYAPAGI.com - Enam warga negara Republik Rakyat Tiongkok (RRT) diketahui membuka usaha fotografi secara ilegal, dideportasi. Total enam warga China…

Proyek IKN Senilai Rp 3,986 Triliun Dikawal Kejagung

Proyek IKN Senilai Rp 3,986 Triliun Dikawal Kejagung

Senin, 21 Sep 2026 08:45 WIB

Senin, 21 Sep 2026 08:45 WIB

SURABAYAPAGI.com - Kejaksaan Agung (Kejagung) ikut mengawal proyek pembangunan jalan di Ibu Kota Nusantara (IKN) untuk tahun anggaran 2026-2027 senilai Rp…

LEGAL OPINI: MEMBONGKAR KONSTRUKSI FIKTIF AKTA GADAI SAHAM No. 061/2018

LEGAL OPINI: MEMBONGKAR KONSTRUKSI FIKTIF AKTA GADAI SAHAM No. 061/2018

Senin, 21 Sep 2026 08:43 WIB

Senin, 21 Sep 2026 08:43 WIB

Disusun : Dr. TATANG ISTIAWAN WITJAKSONO, S.sos, SH, MM ADVOKAT PERADI NIA: 02.13499 A. KRONOLOGI FAKTA HUKUM (Yang Terjadi di Lapangan) [Induk Akte…

JPU TIDAK BERANI TULIS LOCUS DELICTI di SURAT DAKWAAN, BINGUNGKAH

JPU TIDAK BERANI TULIS LOCUS DELICTI di SURAT DAKWAAN, BINGUNGKAH

Senin, 21 Sep 2026 08:40 WIB

Senin, 21 Sep 2026 08:40 WIB

Pembaca Yth, Eksepsi saya ini mengupas fakta yang ditulis JPU di surat dakwaan. Temuan ini saya laporkan ke Jaksa Agung Muda Bidang Pengawas dan Komisi…