Serumah dengan ODGJ, Kakek Tewas, 5 Hari Baru Diketahui Warga

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Petugas saat mengevakuasi jenazah korban. SP/Hadi Lestariono
Petugas saat mengevakuasi jenazah korban. SP/Hadi Lestariono

i

SURABAYAPAGI.COM, Blitar - Seorang kakek yang hidup serumah dengan adiknya yang alami ODGJ yang beralamat di Desa Tumpang Kecamatan Talun Kabupaten Blitar ini mengejutkan warga setempat, karena ia ditemukan meninggal dunia dengan posisi di lantai rumahnya di bawah meja.

Dugaan dan hasil pemeriksaan team medis Puskesmas Kec Talun Kabupaten Blitar bersama Kapolsek Talun AKP Imam Subechi SH dan anggotanya ketika datangi TKP, korban yang bernama Harjani (65) itu sudah lima hari meninggal dunia.

Ditemukannya jasad Harjani ini dibenarkan Kapolsek Talun AKP Imam Subechi  pada Surabaya Pagi melalui Kasi Humas Polres Blitar Iptu Udhiyono SH di ruang kerjanya pada Kamis (4/8) siang.

Menurut Iptu Udhiyono  kejadian meninggalnya Harjani itu diketahui oleh Rojikan (67) saudara kandung korban ketika akan mengantar makanan, saat itu rumah bau menyengat menyebar seluruh ruangan.

"Dalam keterangan dari saksi Pak Rojikan, ketika itu sekitar pukul 16.10 saksi akan memberi makan adiknya yang hidup berdua dengan Sus (50) yang alami OGDJ, saat ketemu, Rojikan bertanya sedang apa dan dimana saudaranya (Harjani), Sus hanya diam diri tanpa menjawab," terang Iptu Udhiyono seizin orang nomor satu di Polres Blitar AKBP Adhitya Panji Anom S.IK.

Ditemukanya jenazah korban itu langsung dilaporkan ke Polsek Talun oleh Kepala Desa Tumpang Kec Talun Agus Salim, setelah menerima laporan saksi Rojikan Kapolsek Talun bersama anggota team Inafis Satreskrim Polres Blitar bersama team kesehatan dari Puskesmas Talun guna olah TKP.

"Dalam olah TKP tidak ditemukan adanya tanda tanda tindakan kriminal, dan menurut pihak keluarga korban termasuk Mujinah (61) istrinya, bahwa korban sudah lama tinggal bersama adiknya yang alami ODGJ, karena korban juga mengidap komplikasi penyakit, sehingga dia memisahkan diri bersama adiknya yang ODGJ," ujar Udhiyono.

Setelah di lakukan olah TKP, jasad Harjani dirujuk ke RSUD Ngudi Waluyo Kec Wlingi untuk dirawat dan dimandikan.

"Karena pihak keluarga tidak sanggup memandikan jasad korban, akhirnya dirujuk ke RSUD Ngudi Waluyo, dan pihak keluarga membuat surat pernyataan, termasuk untuk tidak dilakukan Visum yang diketahui Kepala Desa, sedang pakaian korban diserahkan ke keluarga korban,” ujarnya. Les

Berita Terbaru

Tingkatkan Efektifitas Masalah Hukum, KAI Daop 7 Madiun Jalin Kerjasama dengan Kejari Kota Madiun

Tingkatkan Efektifitas Masalah Hukum, KAI Daop 7 Madiun Jalin Kerjasama dengan Kejari Kota Madiun

Kamis, 16 Jul 2026 11:35 WIB

Kamis, 16 Jul 2026 11:35 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar - PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 7 Madiun resmi jalin Perjanjian Kerja Sama (PKS) terkait Penanganan Masalah Hukum Bidang…

Cegah ‘Overload’ TPA Supit Urang, Pemkot Malang Optimalisasi Pengolahan Hulu

Cegah ‘Overload’ TPA Supit Urang, Pemkot Malang Optimalisasi Pengolahan Hulu

Kamis, 16 Jul 2026 11:14 WIB

Kamis, 16 Jul 2026 11:14 WIB

SURABAYAPAGI.com, Malang - Sebagai langkah strategis dalam mengantisipasi terjadinya overload atau kelebihan akibat beban sampah yang diolah di TPA Supit…

Tahun 2026, Pemkot Malang Upayakan 109 PPPK Paruh Waktu Jadi Penuh Waktu

Tahun 2026, Pemkot Malang Upayakan 109 PPPK Paruh Waktu Jadi Penuh Waktu

Kamis, 16 Jul 2026 11:06 WIB

Kamis, 16 Jul 2026 11:06 WIB

SURABAYAPAGI.com, Malang - Menindaklanjuti masih banyak pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) paruh waktu di lingkup Kota Malang, Jawa Timur, saat…

Kualitas Demokrasi Jawa Timur 4 Besar Nasional, Komisi A Dorong Penegakan dan Sosialisasi Perda ke Masyarakat

Kualitas Demokrasi Jawa Timur 4 Besar Nasional, Komisi A Dorong Penegakan dan Sosialisasi Perda ke Masyarakat

Kamis, 16 Jul 2026 11:03 WIB

Kamis, 16 Jul 2026 11:03 WIB

SURABAYAPAGI.COM, SURABAYA – Indeks Demokrasi Indonesia (IDI) untuk Provinsi Jawa Timur menunjukkan capaian yang sangat positif. Berdasarkan rilis terbaru dari …

5 Tahun Pendapatan Perumdam Kota Madiun Tak Sesuai Target, Pengamat: Jangan Sampai Salah Pilih Direksi  ‎

5 Tahun Pendapatan Perumdam Kota Madiun Tak Sesuai Target, Pengamat: Jangan Sampai Salah Pilih Direksi ‎

Kamis, 16 Jul 2026 08:43 WIB

Kamis, 16 Jul 2026 08:43 WIB

‎SURABAYAPAGI.COM, Madiun – Pengamat kebijakan publik sekaligus Direktur Statistika Indonesia, Nu'man Iskandar, menyoroti kinerja Perusahaan Umum Daerah Air Min…

Bandar di Buenos Aires, Prediksi Inggris 1-2 Argentina

Bandar di Buenos Aires, Prediksi Inggris 1-2 Argentina

Kamis, 16 Jul 2026 01:25 WIB

Kamis, 16 Jul 2026 01:25 WIB

SURABAYAPAGI.com - Laga di Atlanta, menghadirkan rivalitas panjang yang telah menghasilkan banyak momen bersejarah di panggung Piala Dunia. Tiket menuju partai…