Saksi Ahli Perdata Dihadirkan

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Ketua Majelis Hakim, Sutarno kembali menggelar sidang lanjutan perkara pemalsuan surat yang membelit terdakwa Kho Handoyo, dengan agenda mendengarkan Ahli perdata, yang dihadirkan oleh terdakwa.

Kuasa hukum terdakwa Kho Handoyo Santoso,  Wagiman, kepada ahli Dr. Ghansham Anand, SH , M. Kn. menanyakan terkait keperdataan.

"Diilustrasikan, antara terdakwa dengan pihak pertama dan juga persoalan pinjaman di bank.

"Penjual pertama menjual kepada terdakwa, namun sertifikat tanah tersebut diagunkan di bank, menurut ahli bagaimana?, Persoalan hutang antara si K (pihak pertama) kepada si B (terdakwa) dan ada debitur, itu tidak ada urusan dengan si B sepanjang perjanjian awal pihak bank dengan si K, kalaupun ada persoalan antara si Si B (terdakwa) dan si K pemilik pertama itu diluar kewenangan bank. Bank tidak ada urusannya, bank menerima jaminan sertifikat dari pihak pertama, tidak ada urusan dengan kedua, kalau pihak pertama gak bayar sesuai dengan ketentuan, ya sudah dilakukan penyitaan.” Terang Ahli.

"Antara terdakwa dengan pelapor (Elanda Sujono) sebelumnya sudah dibuatkan Ikatan jual beli (IJB) dan sudah dibacakan oleh notaris, kalau sertifikat ada bank, "Kalau itu sudah dijelaskan menurut saya persoalannya hanya wanprestasi, seharusnya pembeli (Elanda Sujono) sebelum membeli harus tanya dulu, mana ini surat-suratnya. 

Atau jangan-jangan dia (pembeli) sudah menanyakan kepada penjual dan penjual memberikan keterangan yang tidak benar, sehingga kalau itu terjadi maka ada yang disembunyikan oleh penjual sehingga pembeli terpedaya atas bujuk rayunya, "perbuatan itu masuk kategori tindak pidana penipuan. Jelas Ahli perdata di ruang Garuda Selasa (09/8/2022).

Ditambahkan menurut dosen Unair itu, "Saya bukan bidang pidana, bidang saya keperdataan nanti perkara itu bisa ditanyakan ke ahli pidana saja. Dalam persoalan ini, harusnya pembeli yang baik menanyakan terlebih dahulu kelengkapan surat-suratnya, "begitupun dengan penjual. "Bebernya.

Usai sidang Jaksa Penuntut Umum (JPU). Darmawati, "Saya tadi tidak menanggapi pernyataan Ahli, karena beliau itu ahli perdata, yang jelas tadi di persidangan terungkap. "Sama halnya dengan membuka aibnya sendiri.

"Terdakwa ini membuat IJB hampir bersamaan, awalnya terdakwa ini kan  membeli rumah kepada Kho Wen Tjwen dibuatkan Ikatan jual beli (IJB).

"Dengan notaris yang sama, jelang dua hari kemudian terdakwa menjual lagi kepada Elanda Sujono (Pelapor) dan diberi DP 2 miliar, "pengakuan terdakwa ini sertifikatnya kan masih ada developer, "pada saat itu mau dijelaskan oleh Notaris Kalau sertifikatnya ada di bank, namun oleh terdakwa pernyataan notaris dipotong, "jadi jelas lah ini penipuan. Tegas Darmawati.

Sebelumnya dalam surat dakwaan yang dibacakan oleh JPU Darmawati menyatakan bahwa, berawal dari saksi Elizabeth Kaveria mengenalkan saksi Elanda Sujono dengan terdakwa Kho Handoyo Santoso, dimana terdakwa akan menjual rumah yang beralamat di komplek Pakuwon City Cluster Long Beach S 9 Nomor 55 Surabaya. Selanjutnya Elanda, Maria Purnawati dan Elizabeth bertemu dengan terdakwa di East Cost Mall Cafe Starbuck Pakuwon City Jalan Kejawan Putih Surabaya dan terdakwa menyampaikan bahwa obyek rumah yang dijual yaitu komplek Pakuwon City Cluster Long Beach S 9 No. 55 Surabaya tipe rumah Montclaire luas bangunan 222 M2 dengan luas kavling tanah 216 M2 tidak ada permasalahan apapun, hanya menunggu proses pemecahan sertifikat induk saja dari PT. Pakuwon dengan kesepakatan harga Rp 4.499.999.200 dengan uang muka Rp 2.350.000.000 yang dibayarkan oleh Elanda dengan cara transfer secara bertahap.

Dan sisanya sebesar Rp. 2 149.999.200 akan dibayar secara tertahap / diangsur setiap bulannya tanggal 23 sejumlah Rp 179.196.000 selama 1 tahun.

Bahwa, pada 24 Juni 2016, Elanda Sujono, Maria dan Elizabeth bertemu dengan terdakwa di Kantor Notaris Ariyani, SH, M.Kn, di Jalan Ngagel Timur Surabaya, untuk pembuatan akta perikatan jual beli atas rumah di Pakuwon City Cluster Long Beach S 9 No. 55 Surabaya. Bahwa perikatan jual beli atas rumah tersebut dituangkan dalam Akta Perikatan Jual Beli Nomor 122 tanggal 24 Juni 2016 dan ditandatangani para pihak dan notaris Ariyani, SH., M.Kn. dan dalam Pasal 4 Akta Perikatan Jual Beli Nomor 122 tanggal 24 Juni 2022 menyatakan terdakwa selaku pihak pertama memberikan keterangan bahwa tidak diperbolehkan lagi menjual / memindahkan hak atau mengalihkan bidang tanah dan bangunan rumah tersebut dengan cara bagaimanapun juga, demikian pula tidak boleh memberatkannya dengan beban ikatan apapun juga ( termasuk ikatan sewa) kepada pihak lain, selain kepada pihak kedua atau kepada pihak lain yang ditunjuk oleh pihak kedua. 

Selanjutnya pada tanggal 10 Juni 2017 terdakwa membuat kwitansi pelunasan yang isinya telah menerima pembayaran rumah Pakuwon City Cluster Long Beach S9 Nomor 55 Surabaya sebesar Rp 4.499.999.200,- yang ditandatangani oleh terdakwa tanggal 7 Juni 2017 dari terdakwa selaku penjual kepada saksi Elanda Sujono selaku pembeli.

Akibat perbuatan terdakwa, saksi Elanda Sujono sampai saat ini belum menerima sertifikat rumah Pakuwon City Cluster Long Beach S 9 No. 55 Surabaya  mengalami kerugian kurang lebih sebesar Rp 5.260.352.000 dan mendakwa dengan Pasal 266 ayat 1 KUHP dan Pasal 266 ayat 2 KUHP dan 378 KUHP. Nbd

Berita Terbaru

Dosen Komunikasi: Pernyataan Londo Ireng Perlu Jadi Momentum Perbaikan Komunikasi Publik

Dosen Komunikasi: Pernyataan Londo Ireng Perlu Jadi Momentum Perbaikan Komunikasi Publik

Minggu, 26 Jul 2026 15:40 WIB

Minggu, 26 Jul 2026 15:40 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang menyebut istilah "Londo Ireng" dalam pidatonya pada puncak Hari Lahir (Harlah) ke-28 Partai K…

Perjuangan Manusia Melawan Kekuasaan Adalah Perjuangan Ingatan Melawan Lupa

Perjuangan Manusia Melawan Kekuasaan Adalah Perjuangan Ingatan Melawan Lupa

Minggu, 26 Jul 2026 15:30 WIB

Minggu, 26 Jul 2026 15:30 WIB

SurabayaPagi, Surabaya - Kalimat Milan Kundera itu terasa semakin penting ketika sebuah bangsa mulai berjarak dari peristiwa-peristiwa yang membentuk…

Tingkatkan Perekonomian, Pemkab Sumenep Kembangkan Pertanian Hidroponik

Tingkatkan Perekonomian, Pemkab Sumenep Kembangkan Pertanian Hidroponik

Minggu, 26 Jul 2026 14:48 WIB

Minggu, 26 Jul 2026 14:48 WIB

SURABAYAPAGI.com, Sumenep - Sebagai upaya untuk meningkatkan perekonomian warga, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep, Jawa Timur mulai mengembangkan usaha…

Masuki Tahap Lelang, Pemkot Madiun Usulkan Perbaikan Jembatan Manguharjo ke Pusat

Masuki Tahap Lelang, Pemkot Madiun Usulkan Perbaikan Jembatan Manguharjo ke Pusat

Minggu, 26 Jul 2026 14:39 WIB

Minggu, 26 Jul 2026 14:39 WIB

SURABAYAPAGI.com, Madiun -  Pemerintah Kota (Pemkot) Madiun melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR), mengusulkan permohonan perbaikan Jembatan …

Wujudkan Normalisasi Kalianak, Pemkot Surabaya Tandai 70 Bangunan Terdampak

Wujudkan Normalisasi Kalianak, Pemkot Surabaya Tandai 70 Bangunan Terdampak

Minggu, 26 Jul 2026 13:58 WIB

Minggu, 26 Jul 2026 13:58 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Dalam rangka normalisasi Sungai Kalianak, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menandai sebanyak 70 bangunan di Kecamatan Asemrowo…

Bupati Achmad Fauzi Bersama Jajaran Datang Langsung ke Kementan RI, Kerjasama Percepat Kemajuan Pertanian Sumenep

Bupati Achmad Fauzi Bersama Jajaran Datang Langsung ke Kementan RI, Kerjasama Percepat Kemajuan Pertanian Sumenep

Minggu, 26 Jul 2026 13:56 WIB

Minggu, 26 Jul 2026 13:56 WIB

SURABAYAPAGI.com, Sumenep - Sebagai upaya mempercepat Kemajuan dan pembangunan khususnya di sektor pertanian yang berkelanjutan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab)…