Usai Gegerkan Publik, Sambo Ngaku

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Raditya M Khadaffi
Raditya M Khadaffi

i

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Catatan jurnalistik saya menemukan fakta dan data tentang kebohongan seorang jenderal yang tidak bisa Sambo, nama panggilan akrab Irjen Ferdy Sambo, hindari. Sejak Sabtu (6/8) Sambo tak bisa lari dari tanggungjawab perbuatannya . Baik tanggung jawab di depan hukum maupun sosial. Dari dua hal ini yang paling berat adalah tangggungjawab sosial.

Tentu bagi seorang jenderal karir, bukan Bharada yang gampang diperintah tanpa berpikir matang.

Sambo dan Bharada E, menurut akal sehat saya sama-sama punya modal sosial. Bedanya, modal sosial Sambo, adalah anggota masyarakat yang biasa tinggal di rumah mewah dan hotel berbintang. Bharada E, anggota masyarakat kelas prajurit yang gajinya cukup untuk ngekos. Tapi dua-duanya sama-sama anggota masyarakat yang tidak mungkin dapat secara individu mengatasi berbagai masalah yang dihadapi. Sambo, bisa bayar pengacara papan atas. Bharada E, nyamikan pengacara probono atau pengacara idealis yang sedang cari pasar.

Pengacara dari berbagai level ini diperlukan untuk mengatasi masalahnya masing-masing. Sambo, dalam prespektif manusia oportunis ingin dilepaskan dari dakwaan pembunuhan berencana dan pembunuhan biasa. Bharada E, dalam posisi manusia lemah, hanya berdoa menurut agama yang dianutnya. Doa agar dibela publik sebagai prajurit yang dikorbankan bosnya untuk tumbal sebuah dendam menjaga marwah keluarganya.

Akal sehat saya mengatakan, apa yang dilakukan Sambo, saat ini, tak jauh dari pepatah “Sepandai tupai melompat akhirnya jatuh jua.”

Peribahasa ini yang pantas untuk menggambarkan kisah petualangan Sambo, membunuh manusia yang seagama dengannya di rumah dinasnya. Rahasia Sambo, kini terbongkar hingga menjadi sorotan masyarakat.

 

***

 

Catatan jurnalistik saya, publik tanah air mengetahui Sambo adalah Jenderal Polisi yang melakukann “Pembohongan dan Penipuan.”

Defacto dan dejure, Sambo telah gegarkan publik di Indonesia. Bahkan bisa di jagat maya. Maklum, kejahatan yang dilakukan saat Sambo, masih tercatat sebagai Jenderal bintang dua di institusi Polri.

Kini, terungkap Sambo, perwira polisi yang telah menyembunyikan, menutupi kebenaran dan fakta yang sebenarnya dalam kasus pembunuhan Brigadir J.

Pembohongan yang dilakukan Sambo, tak diridhoi Tuhan. Tak sampai satu bulan, drama-drama yang diskenario Akpol tahun 1994 terbongkar.

Apa yang dilakukan Sambo, sontak mendapat tanggapan ramai publik sosial media tanah air.

Ada pembohongan, penyembunyian kebenaran, membuat kebingungan dan pengaburan fakta pembunuhan dinarasikan tembak-menembak. Orang Betawi bilang, gile amat!

 

***

 

Sejak Kamis lalu (10/8/2022) publik di tanah air mengetahui dan mencatat Tim khusus (timsus) bentukan Kapolri telah rampung memeriksa Irjen Ferdy Sambo sebagai tersangka kasus pembunuhan Brigadir J. Selama tujuh jam pemeriksaan, Irjen Sambo mengaku nekat merencanakan aksi pemebunuhan karena emosi harkat dan martabat keluarganya dilukai.

Pemeriksaan dilakukan sejak pukul 11.00 WIB siang dan selesai pukul 18.00.

Menurut Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri Brigjen Andi Rian Djajadi tersangka FS mengaku dirinya menjadi marah dan emosi setelah mendapat laporan dari PC, istrinya .

PC mengaku telah mengalami tindakan yang melukai harkat dan martabat keluarga.

Akan tetapi, mengenai bentuk tindakan Brigadir J yang dianggap telah melukai harkat dan martabat keluarga Irjen Ferdy Sambo.

Sayang Brigjen Andi Rian, tak beberkan pengakuan tersangka FS secara rinci.

Dan dari hasil pemeriksaan, Andi hanya menekankan Sambo menyatakan aksi Brigadir J itu dilakukan di Magelang.

Pada pemeriksaan sebelumnya yang berlangsung di Bareskrim Polri, jenderal bintang dua itupun menyatakan semua yang terjadi terhadap Brigadir J akibat dari perbuatannya terhadap istrinya, Putri Chandrawathi.

"Semua itu terlepas dari apa yang telah dilakukan saudara Yosua kepada istri dan keluarga saya," kata Sambo. ([email protected])

Berita Terbaru

Sambut HUT ke-108, Pemkot Mojokerto Gelar Pengajian Akbar Bersama Gus Iqdam

Sambut HUT ke-108, Pemkot Mojokerto Gelar Pengajian Akbar Bersama Gus Iqdam

Senin, 08 Jun 2026 06:33 WIB

Senin, 08 Jun 2026 06:33 WIB

  SURABAYA PAGI.COM, Mojokerto – Pemerintah Kota Mojokerto menggelar Pengajian Akbar bersama Gus Iqdam di Taman Bahari Majapahit (TBM), Ahad (7/6), sebagai ba…

Ekonom Rasakan Tekanan Kondisi Keuangan

Ekonom Rasakan Tekanan Kondisi Keuangan

Senin, 08 Jun 2026 05:50 WIB

Senin, 08 Jun 2026 05:50 WIB

SURABAYAPAGI.COM : Chief Economist Bank Permata, Josua Pardede, menjelaskan Indonesia menghadapi kolaps di sektor perbankan dengan inflasi yang tinggi pada…

Saat di Bali, Prabowo Cerita Angka Hokinya, 8 dan 13

Saat di Bali, Prabowo Cerita Angka Hokinya, 8 dan 13

Senin, 08 Jun 2026 05:48 WIB

Senin, 08 Jun 2026 05:48 WIB

SURABAYAPAGI.COM : Presiden Prabowo Subianto bercerita tentang dua angka yang dianggapnya sebagai angka keberuntungan. Dia menyebutkan dua angka itu ialah 8…

Masyarakat Keluhkan Kualitas Beras Bantuan Perum, Bulog Merespon

Masyarakat Keluhkan Kualitas Beras Bantuan Perum, Bulog Merespon

Senin, 08 Jun 2026 05:45 WIB

Senin, 08 Jun 2026 05:45 WIB

SURABAYAPAGI.COM : Memberikan atensi atas keluhan warga soal kualitas beras Bantuan Pangan Pemerintah (Banpang) di sejumlah desa di Kabupaten Bangkalan, Jawa…

Said Iqbal, Bakal Jadi Penasihat Presiden Bidang Ketenagakerjaan

Said Iqbal, Bakal Jadi Penasihat Presiden Bidang Ketenagakerjaan

Senin, 08 Jun 2026 05:45 WIB

Senin, 08 Jun 2026 05:45 WIB

SURABAYAPAGI.COM : Presiden Partai Buruh, Said Iqbal, akan bergabung dengan pemerintahan Prabowo Subianto.Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh…

Anak Istri Kedua yang Sudah Dicerai ,Jadi Menlu Brunei

Anak Istri Kedua yang Sudah Dicerai ,Jadi Menlu Brunei

Senin, 08 Jun 2026 05:40 WIB

Senin, 08 Jun 2026 05:40 WIB

SURABAYAPAGI..COM: Sultan Brunei Darussalam Hassanal Bolkiah secara resmi mengumumkan perombakan atau reshuffle kabinet besar-besaran di negaranya.Langkah…