Legislator DPRD Surabaya Rayakan HUT RI ke-77 Bersama Eks Tokoh ISIS Jatim

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news

SURABAYAPAGI, Surabaya - Anggota Komisi A DPRD Surabaya, Imam Syafii merayakan HUT RI ke-77 dengan cara berbeda. Politisi Partai Nasdem tersebut melakukan tasyakuran dengan nasi tumpeng berbendera merah putih bersama Muhammad Saifudin Umar alias Abu Fida, eks Narapida Teroris (Napiter) yang dulu pernah menjadi tokoh utama dalam deklarasi Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) di Jawa Timur. 

Mantan anggota JI (Jamaah Islamiyah) dan JAT (Jamaah Anshorut Tauhid) ini merupakan satu di antara 18 eks napiter yang tinggal di Surabaya. Sedangkan di seluruh Jatim ada 150-an eks napiter. 

Pada tahun 2004 Abu Fida ditangkap aparat keamanan karena dituduh pernah menyembunyikan Dr Azhari dan Noordin Mohd Top. Kedua warga Malaysia ini merupakan buronan utama teroris di tanah air. 

Abu Fida sempat diperiksa secara intensif oleh petugas selama sebulan dari satu hotel ke hotel lainnya. Dia baru dibebaskan setelah media massa ramai memberitakannya. Kabarnya petugas tidak pernah memberikan surat penangkapan dan penahanan guru ngaji itu kepada keluarganya.

Tahun 2014, Abu Fida kembali dibekuk Densus 88 Antiteror usai ceramah dan deklarasi ISIS di salah satu masjid di Solo. Alumni Pesantren Gontor ini divonis 3 tahun (dari tuntutan 4 tahun penjara). Dua tahun dipenjara di Mako Brimob, dan 1 tahun  meringkuk di Lapas Magelang. 

"Alhamdulillah, dihari kemerdekaan Indonesia ini, saya bisa merayakannya. Saya kembali ke pikiran-pikiran yang relatif normal. Sehingga tidak keras seperti dahulu, mudah-mudahan pertemanan ini saling menjaga untuk mewujudkan kesatuan bangsa Indonesia," kata Abu Fida di rumahnya, Jalan Sidotopo Lor, Surabaya, Rabu (17/8) malam. 

Abu Fida yang baru tahun ini masuk Program Doktoral S3 di Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) jurusan Studi Islam ini menceritakan di masa menjadi kombatan di Pakistan dan Afghanistan sebelum diterima kuliah di Ummul Qurra  Makkah jurusan aqidah. 

"Disana tiap hari saya bawa AK-47 saat bersama Osama Bin Laden ketika di Afghanistan. Orangnya loman (dermawan), punya istri tiga atau empat seingat saya," imbuhnya. 

Abu Fida yang bapaknya dulu polisi berdinas di Polda Jatim menjelaskan, kegiatannya sebagai mantan napiter saat ini hanya berdagang. Dan melanjutkan menjadi guru mengaji, di beberapa masjid. 

Ia juga mengapresiasi upaya Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol), telah memfasilitasi para mantan napiter untuk mengembangkan perdagangannya melalui aplikasi Pemberdayaan dan Ketahanan Ekonomi Nang Suroboyo atau e-Peken. 

"Saya menjual beberapa obat herbal dan beberapa sembako di aplikasi e-Peken," jelasnya. 

Ia menyarankan kepada generasi muda Surabaya untuk selalu memperhatikan bacaan, terutama online. Dikarenakan media online banyak referensi bacaan islam, dari berbagai media yang tidak ada batasan dan batas waktu. 

Maka, perlu adanya komunikasi antara generasi muda dengan para ulama-ulama yang kompeten dalam kajian bacaan islam. Apalagi di era digital yang informasinya tidak terbatas. 

"Sehingga tidak menimbulkan tafsiran-tafsiran negatif, terhadap lingkungan. Terutama keutuhan stabilitas nasional," tuntasnya.

Sementara itu, Imam Syafi'i menyebut sosok Abu Fida merupakan salah satu tokoh yang memiliki potensi untuk menarik orang-orang yang berjalan ke jalan radikal, kembali ke jalan yang normal. 

Menurutnya, Abu Fida pernah berjalan di ideologi radikalisme selama puluhan tahun. Maka, di momentum HUT Kemerdekaan RI ke-77 ini pihaknya mengajak para mantan napiter juga berperan bersama-sama. 

"Yang paling penting, orang-orang seperti Abu Fida ini dan mantan Napiter lainnya, setelah kembali ke lingkungan masyarakat, jangan malah dikucilkan. Harusnya, kita membersamai mereka, supaya mereka mengisi kemerdekaan ini bersama-sama kita," kata Imam. 

Lebih lanjut, saat ini sebagian besar para mantan Napiter ini berdagang dan Pemkot Surabaya berupaya untuk memfasilitasi mereka. Mulai dari mendaftarkan di aplikasi e-Peken, hingga mendorong pengurusan izin berdagangnya. 

"Kalau para mantan Napiter ini sudah punya akun e-Peken. Kemudian, mereka mendapat rejeki dari situ, kan nanti tidak mudah tergoda dari aliran-aliran keras itu lagi," pungkasnya. Alq

Berita Terbaru

Bulog Bojonegoro Siapkan 200 Ron Beras Premium Perkuat Pasokan Pasar

Bulog Bojonegoro Siapkan 200 Ron Beras Premium Perkuat Pasokan Pasar

Rabu, 30 Sep 2026 22:42 WIB

Rabu, 30 Sep 2026 22:42 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Bojonegoro – Perum Bulog Cabang Bojonegoro memastikan ketersediaan beras premium di tengah dinamika harga dan pasokan beras di pasaran. S…

Dari Usulan 612, DPS Konferensi PWI Jatim Ditetapkan 362 Anggota

Dari Usulan 612, DPS Konferensi PWI Jatim Ditetapkan 362 Anggota

Rabu, 30 Sep 2026 22:30 WIB

Rabu, 30 Sep 2026 22:30 WIB

‎‎SURABAYAPAGI.COM, Surabaya – Sebanyak 362 anggota PWI Jawa Timur ditetapkan PWI Pusat sebagai daftar pemilih sementara (DPS) yang memiliki hak memilih Ketua d…

Kementerian Transmigrasi Tawarkan Pesantren Kelola Lahan 3,1 Juta Hektare

Kementerian Transmigrasi Tawarkan Pesantren Kelola Lahan 3,1 Juta Hektare

Rabu, 30 Sep 2026 22:07 WIB

Rabu, 30 Sep 2026 22:07 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Lamongan – Kementerian Transmigrasi membuka peluang luas bagi pesantren dan jaringan alumninya untuk ikut mengelola potensi ekonomi di k…

Pemutihan Pajak Jatim Tahap II Dimulai, Sasar Buruh hingga Pengemudi Ojol

Pemutihan Pajak Jatim Tahap II Dimulai, Sasar Buruh hingga Pengemudi Ojol

Rabu, 30 Sep 2026 21:27 WIB

Rabu, 30 Sep 2026 21:27 WIB

SurabayaPagi, Surabaya — Pemerintah Provinsi Jawa Timur kembali memberikan pembebasan dan keringanan pajak daerah melalui program tahap II yang berlangsung 1 O…

KPK Sita 3 Ponsel dari Penggeledahan Kantor Dinas Kominfo Kota Madiun,

KPK Sita 3 Ponsel dari Penggeledahan Kantor Dinas Kominfo Kota Madiun,

Rabu, 30 Sep 2026 20:11 WIB

Rabu, 30 Sep 2026 20:11 WIB

‎SURABAYAPAGI, Madiun – Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sita tiga unit ponsel usai melakukan penggeledahan selama sekitar lima jam di Kantor Din…

Fraksi Gerindra Sebut BP BUMD Jangan Cuma Kantor Birokrat, Aufa : Tugasnya Berat

Fraksi Gerindra Sebut BP BUMD Jangan Cuma Kantor Birokrat, Aufa : Tugasnya Berat

Rabu, 30 Sep 2026 19:36 WIB

Rabu, 30 Sep 2026 19:36 WIB

SURABAYAPAGI.COM, SURABAYA - Organisasi Perangkat Daerah (OPD) baru bernama Biro Pengelolaan BUMD dan BLUD dituntut tidak cuma berkutat pada urusan rutinitas…