Lestariyono, Mantan Kadis Cipta Karya Lamongan Dijebloskan ke Penjara

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Kajari ditemani Kasi Pidsus dan Kasi Intel saat di wawancarai oleh wartawan. SP/MUHAJIRIN 
Kajari ditemani Kasi Pidsus dan Kasi Intel saat di wawancarai oleh wartawan. SP/MUHAJIRIN 

i

SURABAYAPAGI.COM, Lamongan - Lestariyono (59) pensiunan PNS dan mantan Kepala Dinas Perpustakaan dan PU Cipta Karya Lamongan, akhirnya dieksekusi oleh Kejaksaan Negeri Lamongan, dan dijebloskan ke Lembaga Pemasyarakatan (LP) kelas II B, Rabu, (24/8/2022) menyusul surat perintah pelaksanaan eksekusi.

Lestariyono dijebloskan atas keputusan Mahkamah Agung RI tahun 2016,  atas kasasi terhadap terpidana dalam kasus  Pengembangan Usaha Agribis Perdesaan (PUAP) tahun 2011, yang diterima oleh Gabungan Kelompok Tani (GAPOKTAN) Tahun 2011 di Kecamatan Maduran Kabupaten Lamongan.

Kejaksaan Negeri Lamongan Dyah Ambarwati menjelaskan, terpidana dieksekusi sebagaimana Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia Nomor: 1288 KUPID SUS/2015 Tanggal 14 Desember 2016. "Putusan MA sebenarnya sudah sejak tahun 2016 silam, dan baru hari ini kita tindaklanjuti," kata Dyah panggilan akrab Kejari Lamongan, di ruang Loby PTSP yang didampingi Kasi Pidsus dan Kasi Intelijen.

Disebutkan eksekusi ini juga dikuatkan dengan Surat Perintah Pelaksanaan Putusan Kepala Kejaksaan Negeri Lamongan (P-48) Nomor Print-492/M 5.36/Fu 1/08/2022 tanggal 24 Agustus 2022 An Drs. Lestariyono, M.Si., Bidang Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Negeri Lamongan.

Sebelumnya yang sudah dijebloskan ke penjara berdasarkan putusan MA, yakni terdakwa an Hari Agus Santo Pramono, yang saat dalam kasus ini sebagai Camat Maduran. Dalam kasus ini tambah Dyah, bermula adanya pertemuan yang membicarakan program – program dari pemerintah pusat yang bisa  diserap dari Pemerintah daerah.

"Posisi terdakwa saat itu menawarkan bantuan ke Desa-desa melalui Camat, mengaku kenal dengan seseorang di Jakarta yang dapat membantu untuk mendapatkan bantuan pada Oktober 2011 setelah acara rapat dinas di Kecamatan Maduran dihadiri oleh beberapa Kepala Desa," terangnya.

Tawaran tersebut disambut oleh Hari Agus Santa Pramono yang kala itu menjabat sebagai Camat Maduran. Kemudian Hari Agus menghubungi terdakwa Lestariyono, dan  terdakwa mengatakan bahwa program BLM-PUAP dari pemerintah pusat dapat diakses secara umum oleh Gapoktan, tapi ada biaya pengurusan sebesar 20�ri nilai biaya yang diterima.

Terdakwa menegaskan kembali pada program BLM-PUAP besaran prosentase biaya pengurusan yang akan diterima 20�ngan rincian 10% ke Jakarta dan 10% untuk Administrasi.

Lebih lanjut, pada 31 Januari tahun 2012 penerimaan uang sebesar Rp. 20 juta dari penerima BLM-PUAP.

Selain itu, Februari 2012 juga menerima Rp 20 juta dan menerima lagi Rp. 20 juta dengan total 60 Juta diterima oleh Hari Agus Santa. Hari Agus Santa diserahkan kepada terdakwa bulan Februari 2012 sebesar Rp. 40 juta dan Rp. 20 juta.

Pasal Yang Terbukti Dakwaan Subsidair. Pasal 11 UU RI Nomor: 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Korupsi Jo UU RI No. 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang Undang No. 31 Tahun 1999 tentang pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Split dari terpidana Hari Agus Santa Pramono, S.Sos.M.M (E tanggal 07 Januari 2022) dengan Amar putusan sebagai berikut pidana 1 tahun 6 bulan penjara dengan denda Rp. 50 juta subsider 3 bulan penjara,” ungkapnya.

Sementara itu, terkait barang bukti yang ada kata Dyah, akan dirampas dan dimusnahkan, dengan tetap melampirkan barang bukti dalam berkas perkara. jir

Berita Terbaru

Tak Bisa Narik Ojol Usai Kecelakaan, Hasim Dapat Kursi Roda dan Modal Dagang dari Kapolres Gresik

Tak Bisa Narik Ojol Usai Kecelakaan, Hasim Dapat Kursi Roda dan Modal Dagang dari Kapolres Gresik

Jumat, 18 Sep 2026 13:28 WIB

Jumat, 18 Sep 2026 13:28 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Gresik – Hampir sebulan setelah mengalami kecelakaan lalu lintas, Hasim (54), pengemudi ojek online (ojol) asal Gresik, belum bisa kembali m…

Pria Paruh Baya Dilaporkan ke Polres Blitar Kota Usai Curi Uang Istri Anggota DPR RI

Pria Paruh Baya Dilaporkan ke Polres Blitar Kota Usai Curi Uang Istri Anggota DPR RI

Jumat, 18 Sep 2026 13:18 WIB

Jumat, 18 Sep 2026 13:18 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar - AS pria berusia 59 warga Jajan Sudanco Supriadi, Kelurahan Gedog, Kecamatan Sananwetan, Kota Blitar, kini harus meringkuk dalam…

Jargas 7.363 Sambungan di Menganti Rampung, Tinggal Menunggu Gas Mengalir

Jargas 7.363 Sambungan di Menganti Rampung, Tinggal Menunggu Gas Mengalir

Jumat, 18 Sep 2026 13:16 WIB

Jumat, 18 Sep 2026 13:16 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Gresik – Warga Kecamatan Menganti, Kabupaten Gresik, segera menikmati layanan jaringan gas bumi (Jargas) rumah tangga. Pembangunan i…

Tetapkan Lima Tersangka, Kejati Jatim Ungkap Dugaan Penyimpangan KUR BNI Jember

Tetapkan Lima Tersangka, Kejati Jatim Ungkap Dugaan Penyimpangan KUR BNI Jember

Jumat, 18 Sep 2026 13:05 WIB

Jumat, 18 Sep 2026 13:05 WIB

SurabayaPagi, Jember — Pengusutan dugaan korupsi penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) Mikro di Jember terus berkembang. Kejaksaan Tinggi Jawa Timur (Kejati J…

Batik Tak Lagi Sekadar Dipajang, HBN 2026 Bawa Wastra Jawa Timur Berlayar di Kalimas

Batik Tak Lagi Sekadar Dipajang, HBN 2026 Bawa Wastra Jawa Timur Berlayar di Kalimas

Jumat, 18 Sep 2026 12:44 WIB

Jumat, 18 Sep 2026 12:44 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Peringatan Hari Batik Nasional (HBN) 2026 di Surabaya tidak hanya menghadirkan batik di ruang pamer. Yayasan Batik Indonesia (YBI) b…

KUR Jember Dibongkar: Warga Difoto di Kandang Kambing, SH Jadi Tersangka Kelima

KUR Jember Dibongkar: Warga Difoto di Kandang Kambing, SH Jadi Tersangka Kelima

Jumat, 18 Sep 2026 12:40 WIB

Jumat, 18 Sep 2026 12:40 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya — Penanganan perkara dugaan korupsi penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) Mikro pada PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk Cabang J…