Hotma Sitompul akan Polisikan Kajari Batu

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Suasana sidang terdakwa JE di Pengadilan Negeri Malang.
Suasana sidang terdakwa JE di Pengadilan Negeri Malang.

i

Bila Terdakwa JE Tak Terbukti Lakukan Kekerasan Seksual

 

SURABAYAPAGI.COM, Malang - Sidang lanjutan kasus kekerasan seksual dengan terdakwa pemilik Sekolah Selamat Pagi Indonesia (SPI) Kota Batu kembali digelar, Rabu (24/8). Sidang ke- 25 ini mengagendakan duplik atau pembelaan dari tim kuasa hukum terkait replik yang disampaikan JPU dalam dua minggu kemarin di Pengadilan Negeri Malang.

Tim Kuasa Hukum terdakwa Julianto Eka Putra menyampaikan bersiap membacakan jawaban atas barang bukti yang disampaikan oleh Tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Batu. "Kami menyiapkan duplik dan pada pokoknya kami membantah seluruh dalil-dalil dari JPU dan kami bisa membuktikan seluruh dakwaan itu tidak terbukti," ucap Dito Sitompul, Rabu (24/08/2022).

Menurutnya, pihaknya menemukan bukti baru yang didapat untuk melakukan pembelaan dari keringanan kepada kliennya Julianto Eka Putra, bos SMA SPI Kota Batu. Bukti itu berupa foto-foto serta video yang terlampir dalam 50 lembar duplik dari timnya. "Foto dan video serta 50 lembar duplik, karena jaksa tidak bisa menamggapi terhadap pembelaan kami, sehingga kami menanggapi sebatas itu saja. Karena kami yakin, klien kami tidak bersalah dan kami menyatakan untuk dibebaskan," tuturnya.

Menyoal sidang Replik sebelumnya, yakni dua Minggu yang lalu, Dito menilai JPU tidak bisa memberikan banyak pembelaan atas pledoi atau pembelaan yang dilakukan oleh pihaknya. Sebab, ia menilai JPU tak bisa menanggapi seluruh pembelaan yang dilakukan tim Kuasa Hukum Bos SPI Kota Batu saat sidang Pledoi lalu.

"Ya karena jaksa tidak bisa banyak menanggapi terhadap pembelaan kami. Jadi kami menanggapi sebatas itu saja. Kami yakin klien kami tidak bersalah dan kami menyatakan ingin klien kami dibebaskan," pungkasnya.

Sementara itu JPU yang diwakili Eddy Sutomo mengatakan jika tetap berpedoman pada fakta yang ada dan bukti yang dilampirkan dalam persidangan. "Kami serahkan semuanya kepada majelis hakim, tidak ada komentar lain dalam persidangan kali ini., Untuk putusan akan berlangsung dua minggu ke depan," ucapnya.

 

Akan Polisikan Kajari Batu

Terpisah Hotma Sitompul Ketua Kuasa Hukum JE akan melaporkan ke kepolisian Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Batu dan korban yang melaporkan kasus tersebut, jika kliennya diputus tak bersalah.

Hotma Sitompul menganggap jika Kajari Batu menerima Arist Merdeka Sirait Ketua Komnas PA sebagai orang yang tidak berperkara, masuk ke persidangan. Padahal, menurut dia, Arist Merdeka orang berperkara. “Jaksa Kajari Batu menerima Arist Merdeka Sirait, setelah itu dibacakan surat tuntutan. Maksud apa Sirait masuk? Arist Merdeka Sirait ini orang berperkara, dia kuasa dari pelapor. Sementara Jaksa mengatakan tidak ada larangan untuk Jaksa menerima support dan masukan dari orang yang tidak berperkara. Dia punya maksud, tidak murni hukum. Kita akan laporkan ke Jaksa Agung Muda Pengawasan bahwa Kajari Batu menerima pihak berperkara,” kata Hotma usai sidang duplik, Rabu (24/8/2022) siang.

Tim Kuasa Hukum JE juga optimis kliennya bebas dalam sidang putusan yang digelar pada 7 September mendatang. “Kita sangat optimis berdasarkan fakta. Hakim memutus harus dipenuhi dua alat bukti juga dengan keyakinan. Dua itu pun tidak terpenuhi,” imbuhnya.

Di sisi lain, Yogi Sudarsono Kepala Seksi Tindak Pidana Umum (Kasi Pidum) Kejari Batu mengaku tidak ada lagi tanggapan untuk pernyataan kuasa hukum, soal rekayasa kasus yang disampaikan dalam duplik kali ini. “JPU tidak punya tanggapan lagi yang penting sesuai dengan tuntutan dan replik,” imbuhnya. ham/cr2/rmc

Berita Terbaru

Rapat Kerja Forum APEKSI, Ning Ita Sharing Fleksibilitas TKD dan Harmonisasi Hubungan Pusat Daerah

Rapat Kerja Forum APEKSI, Ning Ita Sharing Fleksibilitas TKD dan Harmonisasi Hubungan Pusat Daerah

Sabtu, 05 Sep 2026 05:57 WIB

Sabtu, 05 Sep 2026 05:57 WIB

SURABAYA PAGI.COM, Mojokerto- Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari atau Ning Ita mendorong kebijakan Transfer ke Daerah (TKD) yang lebih fleksibel agar dapat…

Tim Tipikor Enam Jam di Kantor PDAM Kota Madiun, Klarifikasi Laporan Meter Air

Tim Tipikor Enam Jam di Kantor PDAM Kota Madiun, Klarifikasi Laporan Meter Air

Jumat, 04 Sep 2026 22:30 WIB

Jumat, 04 Sep 2026 22:30 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Madiun – Tim Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Satreskrim Polres Madiun Kota mendatangi kantor PDAM Tirta Taman Sari Kota Madiun, Jumat (…

Harpelnas 2026, BPJS Ketenagakerjaan Ponorogo Perkuat Komitmen 3M Untuk Pekerja

Harpelnas 2026, BPJS Ketenagakerjaan Ponorogo Perkuat Komitmen 3M Untuk Pekerja

Jumat, 04 Sep 2026 18:26 WIB

Jumat, 04 Sep 2026 18:26 WIB

SURABAYA PAGI, Ponorogo— Suasana berbeda terlihat di Kantor BPJS Ketenagakerjaan Cabang Ponorogo, Jumat (4/9/2026). Puluhan peserta yang datang untuk m…

Dorong Transformasi Layanan Lewat AI, PLN UID Jatim Kantongi Empat Penghargaan

Dorong Transformasi Layanan Lewat AI, PLN UID Jatim Kantongi Empat Penghargaan

Jumat, 04 Sep 2026 17:56 WIB

Jumat, 04 Sep 2026 17:56 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Jawa Timur meraih empat penghargaan dalam ajang Surabaya Marketing Week 2026. Capaian t…

KAI Daop 7 Madiun Tunjukkan Tren Positif, Sepanjang Agustus 2026 Stasiun Blitar Melayani 140.340 Pelanggan

KAI Daop 7 Madiun Tunjukkan Tren Positif, Sepanjang Agustus 2026 Stasiun Blitar Melayani 140.340 Pelanggan

Jumat, 04 Sep 2026 17:22 WIB

Jumat, 04 Sep 2026 17:22 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar - Kinerja core business PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 7 Madiun, angkutan penumpang terus menunjukkan tren positif. Selama…

Tingkatkan Daya Saing Produk, Anggota DPR RI Dorong UMKM Surabaya Ber-SNI

Tingkatkan Daya Saing Produk, Anggota DPR RI Dorong UMKM Surabaya Ber-SNI

Jumat, 04 Sep 2026 16:12 WIB

Jumat, 04 Sep 2026 16:12 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Badan Standardisasi Nasional (BSN) mendorong percepatan penerapan Standar Nasional Indonesia (SNI) di kalangan pelaku usaha mikro, k…