Mafia Dibelakang Sambo

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news

Dalam acara Kick Andy Double Check Metro TV, yang  dipandu presenter Metro TV Aviani Malik, Minggu (18/9/2022) malam, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, bicara banyak hal tentang Polri yang saat ini menjadi sorotan publik. Ini buntut serangkaian peristiwa pidana yang melibatkan anggotanya antara lain kasus pembunuhan Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat yang dilakukan mantan Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo, dan polisi tembak polisi di Lampung beberapa waktu lalu.

“Peristiwa Duren Tiga, khususnya, memang menyita perhatian dan setiap harinya diikuti masyarakat, karena memang ini peristiwa  jadi ‘pembicaraan di warung kopi’. Ini menjadi komitmen kami, sesuai arahan dari Presiden untuk membuat terang peristiwa yang ada,” kata Listyo.

Seperti yang kita lihat, memang dari proses yang ada. Pada saat dan setelah terjadi peristiwa, bagaimana kemudian muncul informasi terakhir dengan kejanggalan-kejanggalan. Sebab itu, saya memutuskan untuk membentuk tim khusus yang terdiri dari beberapa pejabat utama di Polri.”

Sigit mengakui kasus Duren Tiga tidak sesederhana seperti yang menjadi dugaan awal. Bahkan, saat tim khusus telah dibentuk dan bekerja pada sepekan awal, ia mengatakan tidak seperti yang diharapkan.

Sigit juga mengakui jika FS berusaha mempertahankan skenario palsu, termasuk ke dirinya. “Ada upaya-upaya dari FS pada saat itu untuk mempertahankan skenario awal, karena kemudian ada dua skenario atau versi. Peristiwa yang disampaikan FS ialah terkait dengan tembak-menembak. Namun, di belakangnya ditemukan peristiwanya bukan seperti itu, melainkan peristiwanya ialah penembakan pada Brigadir Yosua. FS ketika itu berusaha mempertahankan skenario awal ke banyak pihak. Termasuk ke saya.”

Jenderal berusia 53 tahun ini menjelaskan sudah tancap gas untuk menjalankan program transformasi menuju Polri yang presisi, sejak awal menjabat Kapolri.

Sigit juga mengakui jika ada budaya yang kerap dilakukan banyak oknum di instansi itu yang sebenarnya mencederai masyarakat.

“Ini saatnya kita berubah dari zona nyaman, yang dianggap teman-teman itu tadinya ialah hal benar, tetapi di mata publik itu hal yang sebenarnya mencederai masyarakat,” tukasnya.

“Seperti apa contohnya yang dianggap benar (oleh polisi)?” tanya Aviani.

“Ya pungli misal. Budaya setor pada atasan. Terkait dengan hal-hal itu, kami sudah lama lakukan penindakan. Kami mutasi. Sudah ada beberapa kapolda, kapolres, dan direktur yang kami pindahkan karena hal-hal tersebut. Ada hampir 25-30 orang, sebelum kasus Sambo,” ungkap Sigit. Nah Surabaya Pagi, menurunkan analisa berita dari kuasa hukum keluarga Brigadir J. Berikut analisisnya:

 

 

 Saya percaya keberadaan mafia di belakang Ferdy Sambo. Ini yang membuat tersangka kasus penembakan Brigadir J itu punya posisi yang cukup kuat di Kepolisian.

Tak hanya para mafia, ternyata banyak orang penting di balik posisi strategis Ferdy Sambo.

Karena itulah, meskipun sudah dicopot dari Satgas Merah Putih bahkan dipecat dari Polri, Ferdy Sambo masih ditakuti para jenderal.

Bahkan para jenderal dengan jumlah lebih tinggi dibanding Ferdy Sambo.

Jenderal bintang tiga, jenderal lainnya, mereka pun takut pada Sambo.

Saya juga punya pertimbangannya sendiri kenapa para jenderal itu takut kepada Ferdy Sambo yang pangkatnya lebih rendah dibanding mereka?.

Ini hasil saya mempelajari penyebab ketakutannya. Jadi rupanya dibelakang Ferdy Sambo  banyak kekuasaan tinggi.

Baik kekuasaan di institusi kepolisian maupun kalangan menteri maupun DPR, ada juga keterlibatan mafia-mafia.

Itulah yang disebut-sebut sebagai penyebab kenapa Ferdy Sambo begitu ditakuti.

Seperti disebut di awal, saya katakan keterlibatan mafia terkait besarnya kekuasaan Ferdy Sambo.

Saya bilang memang ada keterlibatan mafia. Dalah satu jet pribadi yang dipakai oleh Brigjen Hendra, adalah milik seorang mafia RBT.

Wajar karena ada keterlibatan mafia bukti seorang BJP punya fasilitas pesawat pribadi.

Ada kekuatan dari Ferdy Sambo, ia itu tangan kanannya Kapolri. Hal yang saya tahu Kadiv Propam tukang pukulnya Kapolri, dimana Kapolri pergi dia ikut, Ferdy Sambo jaman dulu pergi ke istana itu kapolri, disitu ada Kapolri disana ada Ferdy Sambo.

Maka itu, wajar kalau Ferdy Sambo punya kekuasaan tinggi.

Tentulah pegang kekuasaan tinggi khususnya Propam sebagai penjaga etika dan garda terdepan menegakan disiplin, tentu dia bisa mencopot para jenderal baik di Kapolda, Kapolda bahkan satu dua tingkat di atasnya.

Dan dari Ferdy Sambo yang disebut dikelilingi mafia judi .

Misal Jet Pribadi Yang Dipakai Brigjen Hendra Kurniawan saat Kunjungi Keluarga Brigadir J Difasilitasi Mafia Judi. Ini contoh keberadaan mafia di belakang Ferdy Sambo.

Ini yang saya sebut tersangka kasus penembakan Brigadir J itu punya posisi yang cukup kuat.

Tak hanya para mafia, ternyata banyak orang penting di balik posisi strategis Ferdy Sambo.

Karena itulah, meskipun sudah dicopot dari Satgas Merah Putih bahkan dipecat dari Polri, Ferdy Sambo masih ditakuti para jenderal.

Bahkan para jenderal dengan pangkat lebih tinggi dibanding Ferdy Sambo. rmc

Berita Terbaru

Semoga ini jadi Momentum untuk Bangkit" harap Leo Rolly/Daniel, Juara Thailand Open 2026

Semoga ini jadi Momentum untuk Bangkit" harap Leo Rolly/Daniel, Juara Thailand Open 2026

Senin, 18 Mei 2026 05:25 WIB

Senin, 18 Mei 2026 05:25 WIB

SURABAYAPAGI.com : Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin juara Thailand Open 2026! Leo/Daniel mengalahkan Satwiksairaj Rankireddy/Chirag Shetty dua gim langsung,…

Gus Fawait Ajak ASN Olah Raga Sore Bareng Perkuat Soliditas Program Jember Maju

Gus Fawait Ajak ASN Olah Raga Sore Bareng Perkuat Soliditas Program Jember Maju

Senin, 18 Mei 2026 05:20 WIB

Senin, 18 Mei 2026 05:20 WIB

SURABAYAPAGI.COM : Pemerintah Kabupaten Jember kembali melaksanakan kegiatan rutin Olahraga Sore Bersama (OSMA) yang digelar di Jember Sport Garden, Rabu…

Puluhan Ribu Warga Jember Serbu Karnaval SCTV 2026, Gus Fawait : Berdampak Ekonomi

Puluhan Ribu Warga Jember Serbu Karnaval SCTV 2026, Gus Fawait : Berdampak Ekonomi

Senin, 18 Mei 2026 05:18 WIB

Senin, 18 Mei 2026 05:18 WIB

surabayapagi.com :  Karnaval SCTV 2026 di Kabupaten Jember sukses menyedot perhatian puluhan ribu warga. Bupati Jember, Gus Fawait, menegaskan bahwa gelaran …

Prabowo Tenang Dolar Meroket, karena Purbaya Tersenyum

Prabowo Tenang Dolar Meroket, karena Purbaya Tersenyum

Senin, 18 Mei 2026 05:16 WIB

Senin, 18 Mei 2026 05:16 WIB

SURABAYAPAGI.COM : Presiden Prabowo Subianto menyinggung nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) terus melemah hingga tembus Rp…

10 Menit Baca Jurnal Harian, Raih Wisudawan Terbaik UPI

10 Menit Baca Jurnal Harian, Raih Wisudawan Terbaik UPI

Senin, 18 Mei 2026 05:15 WIB

Senin, 18 Mei 2026 05:15 WIB

SURABAYAPAGI.COM : Siti Annisafa Oceania menjadi sorotan dalam momen wisuda Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) pada 12-13 Mei 2026 lalu. Ia menjadi…

Indonesia ,Peringkat 19 Penegakan Hukum Terburuk di Asia

Indonesia ,Peringkat 19 Penegakan Hukum Terburuk di Asia

Senin, 18 Mei 2026 05:10 WIB

Senin, 18 Mei 2026 05:10 WIB

SURABAYAPAGI.COM : Dalam OC Index 2025, Indonesia menempati peringkat 19 penegakan hukum terburuk di Asia dengan skor 4,0. Indonesia kalah jauh dari Thailand…