DPRD Mulai Kritisi Kinerja Infrastruktur Wali Kota Eri

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Pembangunan box culvert atau gorong-gorong menjelang musim hujan oleh Pemkot Surabaya di Ketintang Madya, Rabu, (21/09/2022) belum tuntas pengerjaannya. Banyak warga pun protes karena kemacetan. SP/aAriandi
Pembangunan box culvert atau gorong-gorong menjelang musim hujan oleh Pemkot Surabaya di Ketintang Madya, Rabu, (21/09/2022) belum tuntas pengerjaannya. Banyak warga pun protes karena kemacetan. SP/aAriandi

i

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - DPRD Surabaya mulai berani mengkritisi lambannya sejumlah proyek pengerjaan infrastruktur Pemerintah Kota dibawah kepemimpinan Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi. Terutama soal pengerjaan infrastruktur untuk kemaslahatan orang banyak. Diantaranya jalan dan drainase di Surabaya.

Dari pantauan Surabaya Pagi di lapangan, Rabu (21/9/2022), beberapa ruas di daerah Surabaya serentak mengalami perbaikan box culvert. Bahkan sampai ada yang mengalihkan lalu lintas dan aktivitas pedagang kaki lima. Mulai dari sepanjang Dharmawangsa seberang RSUD Soetomo, kemudian di Jalan Ketintang Madya, juga di Jalan Ambengan Surabaya. Beberapa ruas jalan sudah dibongkar. Sedangkan, box culvert masih menumpuk belum ada pengerjaan.

DPRD Surabaya pun menyorotinya. Salah satunya, anggota DPRD dari partai pengusung Wali Kota Eri Cahyadi dari PDIP. Yakni dari Komisi C DPRD Surabaya, Sukadar. Sukadar menjelaskan, hingga saat ini, seluruh pengerjaan infrastruktur yang di antaranya jalan dan drainase di Surabaya masih berjalan sekitar 49,5 persen.

“Saya pesimis pengerjaan tersebut tuntas tahun ini. Efektif kerja sampai menjelang Natal. Sedangkan sekarang sudah pertengahan bulan 9. Padahal infrastruktur ini ditunggu masyarakat. Misalnya pengerjaan yang urgent adalah drainase, karena akan musim hujan,” ujarnya, Rabu (21/9/2022).

Lebih lanjut politisi PDI Perjuangan itu mengatakan, seharusnya ada perubahan kebijakan oleh Pemkot Surabaya, dalam hal ini Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM), berkaitan dengan sistem proyek pengerjaan.

“Komisi C berharap di tahun berikutnya, proses pengerjaan bisa diawali ketika penetapan APBD. Kan sudah tahu angkanya, kemudian dikebut. Proses lelang dimulai bulan Mei. Start pengerjaan bulan April, sehingga diperkirakan sampai Desember tuntas pengerjaan itu,” imbuh Sukadar.

Sukadar kembali mengatakan, karena lambannya kebijakan, berimbas pada tidak selesainya pengerjaan infrastruktur hingga habis tahun APBD. Sehingga ada Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SiLPA) yang harus di kembalikan ke Kas Daerah.

“Ini sangat disayangkan, karena pengerjaan tidak maksimal dengan anggaran yang tersedia. Kondisi ini beda dengan sisa anggaran. Misalnya dengan anggaran yang tersedia penggunaannya bisa ditekan, namun progres pengerjaannya sesuai target tahun anggaran. Kalau itu saya angkat topi,” terangnya.

Sukadar menambahkan, akibat lambannya kebijakan, banyak proyek pembangunan infrastruktur di beberapa wilayah yang tertunda.

“Ada yang menunggu sudah menunggu 3 tahun, bahkan ada yang 5 tahun. Saya pesimis pembangunan infrastruktur bisa cepat, kalau tidak ada perubahan kebijakan sistem kebijakan dan tidak ada terobosan,” pungkasnya. ari/ana/rmc

Berita Terbaru

Gus Fawait Gandeng HKTI, Targetkan Produktivitas Pertanian Jember Terus Naik

Gus Fawait Gandeng HKTI, Targetkan Produktivitas Pertanian Jember Terus Naik

Senin, 05 Okt 2026 20:50 WIB

Senin, 05 Okt 2026 20:50 WIB

SURABAYAPAGI.COM-Jember - Bupati Jember, Gus Fawait hadir dalam Pelantikan Pengurus Anak Cabang Himpunan Kerukunan Tani Indonesia se-Kabupaten Jember di…

Naik Motor Antar Homecare ke Jelbuk, Gus Fawait Temui Nenek 86 Tahun Hidup Sendiri

Naik Motor Antar Homecare ke Jelbuk, Gus Fawait Temui Nenek 86 Tahun Hidup Sendiri

Senin, 05 Okt 2026 20:44 WIB

Senin, 05 Okt 2026 20:44 WIB

SURABAYAPAGI.COM-Jember - Kegiatan Homecare di Kecamatan Jelbuk hari ini dilaksanakan oleh jajaran tenaga kesehatan Puskesmas Jelbuk. Kali ini Bupati Gus…

Transportasi Jatim Menuju Satu Sistem, DPRD Atur Integrasi Rute, Tarif hingga Tiket

Transportasi Jatim Menuju Satu Sistem, DPRD Atur Integrasi Rute, Tarif hingga Tiket

Senin, 05 Okt 2026 20:38 WIB

Senin, 05 Okt 2026 20:38 WIB

SURABAYAPAGI.COM – SURABAYA ;Naik transportasi umum di Jawa Timur ke depan diarahkan tidak lagi menjadi perjalanan yang terputus-putus. DPRD Jawa Timur mulai m…

Wakil Ketua DPRD Jatim Ungkap Tingginya Jumlah Kios Kosong di Pasar Tradisional

Wakil Ketua DPRD Jatim Ungkap Tingginya Jumlah Kios Kosong di Pasar Tradisional

Senin, 05 Okt 2026 20:26 WIB

Senin, 05 Okt 2026 20:26 WIB

SURABAYAPAGI.COM - SURABAYA :Wakil Ketua DPRD Jawa Timur dari Fraksi PDI Perjuangan, Deni Wicaksono mengungkap banyaknya jumlah kios kosong pasar-pasar…

KIP JAWARA Lamongan Dapat Jatah 387 Penerima

KIP JAWARA Lamongan Dapat Jatah 387 Penerima

Senin, 05 Okt 2026 17:51 WIB

Senin, 05 Okt 2026 17:51 WIB

SURABAYAPAGI.com, Lamongan - Program Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur berupa bantuan modal dan pemberdayaan usaha bagi masyarakat kurang mampu, KIP JAWARA…

Harga Gabah Kering Sentuh 9 Ribu, Bulog Sebut Petani Diuntungkan

Harga Gabah Kering Sentuh 9 Ribu, Bulog Sebut Petani Diuntungkan

Senin, 05 Okt 2026 17:44 WIB

Senin, 05 Okt 2026 17:44 WIB

SURABAYAPAGI com, Madiun - Harga beras premium di tingkat konsumen Kabupaten Madiun mencapai Rp15.000 per kilogram. Sementara itu, harga gabah kering di…