Manipulasi Data Laporan Pelunasan Piutang Customer Rp 1,3 Miliar

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Sidang perkara penggelapan dalam jabatan secara berlanjut, uang setoran penagihan barang berupa garmen milik PT.Sinar Rejeki Baru dengan total Rp.1,3 Miliar, yang sebelumnya telah dikembalikan separuhnya oleh pelaku Suwarno saat di penyidik, kini menyisakan satu terdakwa yakni Mira Santika Boen anak dari Ong Dji Kwang, dengan nilai Rp.692 Juta, di ruang Garuda 2 PN.Surabaya, dipimpin ketua majelis hakim Cokorda, Rabu (05/10/1022).

Dalam dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Sulfikar, menyatakan terdakwa Mira Santika telah, 

"Dengan sengaja dan melawan hukum memiliki barang yang seluruhnya atau sebagian adalah kepunyaan orang lain  dalam kekuasaannya bukan karena kejahatan karena ada hubungan kerja atau  mendapat upah untuk itu."

Sebagaimana diatur dan diancam dengan pidana dalam Pasal 374 KUHPidana.

Jaksa menghadirkan saksi Kaka Hartanto selaku pemilik PT.Sinar Rejeki Baru, saksi Felia bagian akunting, saksi Hari Sutanto sebagai General Manager, dan Suwarno sebagai marketing dan sales perusahaan.

Kaka Hartanto mengatakan kalau Mira bekerja pada perusahaannya sebagai admin, sejak 2015 sampai 2020, bertugas sebagai pencatat piutang, customer, perusahan dibidang Garment wilayah Surabaya dan Indonesia timur.

"Mira memanipulasi pembayaran dari customer diubah di komputer, uang tagihan tidak masuk ke perusahaan, ada 12 costumer notanya jumlah nya di edit dirubah, untuk dibayarkan ke customer yang dipilihnya, nanti Suwarno bertugas menagih, sebenarnya nilainya 1,3 miliar, dibagi berdua," jelas saksi.

Saksi Felia tak beda jauh dengan keterangan saksi Kaka, "Perusahaan mengirim barang ke customer, dikirim oleh sales, pembayarannya di transfer biasanya langsung ke kasir, semestinya menjadi hak perusahaan, namun diubah oleh Mira melalui data di komputer dan diedit, di komputer dinyatakan sudah lunas." Jelas saksi Felia.

Giliran saksi Suwarno, hakim Cokorda menanyakan tentang dakwaan jaksa yang terbukti bahwa saksi Suwarno, adalah pelaku dalam penggelapan uang perusahaan dengan terdakwa Mira,

"Di dakwaan ada turut serta melakukan, kamu memberi tahu cara untuk memanipulasi data kepada Mira, kamu menagih, tapi uang tagihannya kamu bagi dua sama Mira, seharusnya kamu jadi terdakwa juga," tanya hakim.

"Saya sudah mengembalikan uangnya yang bagian saya ke perusahaan yang mulia,dari total semuanya 1,3 miliar," kata Suwarno.

"Ya bukan berarti kalau kamu sudah kembalikan uangnya, bisa menghilangkan pidananya, seharusnya kamu juga terdakwa," tegas hakim.

Hakim Cokorda menunda sidang pada Rabu pekan depan dengan agenda beberapa customer dihadirkan JPU di persidangan.

Diketahui, sebelumnya terdakwa Mira Santika merupakan karyawan PT.Sinar Rejeki Baru jalan Kalijudan Madya 2/11 Surabaya, sejak tanggal 11 November 2015 s/d tanggal 09 Oktober 2020 menjabat sebagai Admin.

Bertugas dan tanggung jawab, Melakukan pelunasan piutang dari uang masuk melalui transfer ke rekening perusahaan atau tunai yang diterima kasir. Memberikan laporan kepada perusahaan untuk beberapa customer yang terlambat. Dengan gaji setiap bulan Rp. 3,5 juta.

Terdakwa dan Suwarno yang sebagai Sales PT.SRB, membantu dalam penagihan terhadap customer yang jatuh tempo pembayaran dan menerima uang pembayaran ya g dititipkan ke Suwarno, untuk diserahkan ke perusahaan.Namun setelah menerima uang secara tunai atau transfer, tidak disetorkan ke Perusahaan ke rekening BCA an.Kaka Hertanto.

Justru keduanya terdakwa dan Suwarno memainkan uang tagihan tersebut dengan cara memanipulasi laporan pelunasan piutang, seakan akan telah lunas namun menggunakan data orang lain uang hasil pelunasan dari customer dibagi dua, dari total seluruhnya Rp.1,3 Miliar, terdakwa Mira menerima dari Suwarno sebesar Rp. 692.954.250,-, Suwarno sendiri lolos sebagai tersangka saat penyidikan dikarenakan telah mengembalikan uang yang digasaknya kepada perusahaan.

Akibat perbuatan terdakwa, saksi Kaka Hartanto pemilik PT.Sinar Rejeki Baru mengalami kerugian kurang lebih sebesar Rp. 692.954.250,-. nbd

Berita Terbaru

Rahmat Muhajirin : Elektabilitas Partai Gerindra Naik, Bukti Program Presiden Prabowo Diterima Masyarakat

Rahmat Muhajirin : Elektabilitas Partai Gerindra Naik, Bukti Program Presiden Prabowo Diterima Masyarakat

Selasa, 08 Sep 2026 20:40 WIB

Selasa, 08 Sep 2026 20:40 WIB

SURABAYAPAGI.com, Sidoarjo – Merespon hasil survey lembaga penelitian tentang kenaikan elektabilitas Partai Gerindra, Ketua Dewan Penasehat DPC Partai Gerindra …

Lewat Senam, Pemkab Madiun Perkuat Identitas Kampung Pesilat

Lewat Senam, Pemkab Madiun Perkuat Identitas Kampung Pesilat

Selasa, 08 Sep 2026 19:51 WIB

Selasa, 08 Sep 2026 19:51 WIB

‎SURABAYAPAGI.com, Madiun – Senam jurus Kampung Pesilat tak sekadar menjadi aktivitas olahraga bagi masyarakat Kabupaten Madiun. Pemerintah Kabupaten Madiun mul…

Gresik Ingin Ambil Kendali Pendidikan Menengah, Industri Butuh Ribuan Talenta Lokal

Gresik Ingin Ambil Kendali Pendidikan Menengah, Industri Butuh Ribuan Talenta Lokal

Selasa, 08 Sep 2026 18:25 WIB

Selasa, 08 Sep 2026 18:25 WIB

SURABAYAPAGI.com, Gresik – Pesatnya investasi dan industrialisasi di Kabupaten Gresik menghadirkan tantangan baru mampukah pendidikan lokal menyiapkan tenaga k…

Proyek Rumah Pompa Depan Lippo Dikebut Solusi Baru Atasi Banjir di Sidoarjo

Proyek Rumah Pompa Depan Lippo Dikebut Solusi Baru Atasi Banjir di Sidoarjo

Selasa, 08 Sep 2026 15:55 WIB

Selasa, 08 Sep 2026 15:55 WIB

SURABAYAPAGI.com, Sidoarjo - Pemerintah Kabupaten Sidoarjo terus memperkuat langkah mitigasi dalam menghadapi banjir Sidoarjo yang kerap terjadi di wilayah…

Polisi Masih Bungkam Usai Sambangi Kantor PDAM Kota Madiun

Polisi Masih Bungkam Usai Sambangi Kantor PDAM Kota Madiun

Selasa, 08 Sep 2026 15:49 WIB

Selasa, 08 Sep 2026 15:49 WIB

‎SURABAYAPAGI.com, Madiun - Polres Madiun Kota belum memberikan penjelasan terkait persoalan meter air di Perumdam Tirta Taman Sari Kota Madiun. Hingga Selasa (…

Pemkot Surabaya Bantu Biaya Pendidikan 1.214 Mahasiswa

Pemkot Surabaya Bantu Biaya Pendidikan 1.214 Mahasiswa

Selasa, 08 Sep 2026 15:20 WIB

Selasa, 08 Sep 2026 15:20 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya kembali memberikan Bantuan Biaya Perkuliahan/Pendidikan bagi warga Surabaya. Tahun ini, sebanyak…