Buntut Tragedi Kanjuruhan, Mahasiswa UINSA Demo Desak Kapolda Jatim Dicopot

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Aksi demonstrasi Mahasiswa FEBI UINSA Surabaya di depan Mapolda Jatim, Rabu (5/10/2022). SP/Ariandi.
Aksi demonstrasi Mahasiswa FEBI UINSA Surabaya di depan Mapolda Jatim, Rabu (5/10/2022). SP/Ariandi.

i

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Puluhan mahasiswa dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya menggelar aksi demonstrasi di Mapolda Jawa Timur terkait tragedi si stadion Kanjuruhan, Rabu (5/10/2022).

Para mahasiswa terlihat berdatangan sekitar pukul 12.40 WIB dengan menaiki puluhan sepeda motor dan mengenakan pakaian serba hitam. Puluhan mahasiswa ini langsung melakukan orasi dan membawa payung hitam serta membentangkan berbagai poster dan banner.

Poster dan banner itu berisi kecaman dan kritikan tindakan polisi yang menembakkan gas air mata ke tribun penonton di Stadion Kanjuruhan sehingga mengakibatkan 131 orang meninggal.

Beberapa tulisan dalam poster yang mereka bawa yakni bertuliskan 'Gas Air mata Vs Air mata ibu,' dan 'Tragedi Kanjuruhan bukti kebobrokan aparat kepolisian'.

Selain itu, massa juga terlihat melakukan sholat ghoib, doa bersama dan menaburkan bunga di depan Mapolda tersebut.

Koordinator massa aksi, Husni Nurin mengatakan, unjuk rasa tersebut untuk menyampaikan empat tuntutan mereka kepada pihak kepolisian.

Tuntutan yang pertama yaitu meminta pihak kepolisian untuk mengusut kasus kericuhan yang terjadi pada Sabtu, (1/10/2022) lalu.

“Mengusut secara terbuka terhadap tindakan represif kepolisian yang menembakkan gas air mata yang dilakukan di Stadion Kanjuruhan,” kata Husni, ketika ditemui di lokasi, Rabu (5/10/2022).

“Kedua, Kapolda Jatim bertanggung jawab atas kelalaian petugas di Kanjuruhan. Ketiga, revolusi prosedur keamanan dan pengaman massa ketika terjadi huru-hara” imbuh Husni Nurin.

Tak hanya itu, pihaknya juga mendesak Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mencopot Kapolda Jatim Irjen Nico Afinta dalam tuntutan terakhirnya.

Ini karena Nico dianggap sebagai salah satu pimpinan polisi yang bertanggung jawab terhadap Tragedi Kanjuruhan. Ini karena dalam pernyataannya, Nico menyebut penembakan sudah sesuai prosedur.

"Kami juga menuntut pihak Polri agar memecat, agar mencopot Kapolda Jatim dari jabatannya. Karena Kapolda Jatim tidak bertanggung jawab, hanya meminta maaf saja, Minta maaf tidak cukup membenarkan apa yang dilakukan oleh pihak Polda Jatim," ujar Husni.

Dalam aksi tersebut, massa berhasil bertemu dengan perwakilan dari Ditintelkam Polda Jatim yakni AKBP Agus Prasetyo yang didampingi oleh Kapolsek Gayungan Kompol Suhartono dan perwakilan humas Polda Jatim.

Kasubdit Sosbud Intelkam Polda Jatim, AKBP Agus Prasetyo mengatakan, pihaknya memahami apa yang menjadi tuntutan para mahasiswa.

"Kami memahami apa yang disampaikan adalah baik. Oleh karena itu kami akan menyampaikan kepada Kapolda melalui Direktur Intelkam Polda Jatim," tutur AKBP Agus.

Aksi mahasiswa UINSA Surabaya tersebut ditutup dengan pemasangan banner bertuliskan ‘copot Kapolda Jatim’ yang dikaitkan dengan tali di pagar besi depan Mapolda Jatim, di tengah penjagaan oleh petugas kepolisian.

Sebelumnya, Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Nico Afinta telah meminta maaf terkait pengamanan di Stadion Kanjuruhan sehingga menimbulkan banyak korban jiwa.

"Saya prihatin sekaligus meminta maaf jika di dalam proses pengamanan yang berjalan terdapat kekurangan," kata Kapolda di Rumah Sakit Dr. Saiful Anwar, Kota Malang, Selasa (4/10/2022).

Ia berjanji melakukan evaluasi terkait pola pengamanan yang digunakan saat pertandingan sepak bola.

"Ke depannya akan kami evaluasi bersama pihak terkait. Harapannya ke depan adalah pertandingan sepakbola yang aman nyaman dan menggerakkan ekonomi," pungkasnya. ari

Berita Terbaru

Penyaluran bantuan pangan kepada masyarakat di Desa Jubung

Penyaluran bantuan pangan kepada masyarakat di Desa Jubung

Rabu, 20 Mei 2026 06:00 WIB

Rabu, 20 Mei 2026 06:00 WIB

SURABAYAPAGI.COM  – Pemerintah Kabupaten Jember kembali menyalurkan bantuan pangan kepada masyarakat melalui kegiatan distribusi bantuan di Balai Desa Jubung, K…

Kunjungan Wisata Naik 12,5 Persen, Surabaya Vaganza 2026 Dongkrak Ekonomi dan Pariwisata

Kunjungan Wisata Naik 12,5 Persen, Surabaya Vaganza 2026 Dongkrak Ekonomi dan Pariwisata

Rabu, 20 Mei 2026 05:57 WIB

Rabu, 20 Mei 2026 05:57 WIB

Surabaya Pagi.com - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya mencatat kenaikan kunjungan wisata sebesar 12,5 persen selama pelaksanaan Surabaya Vaganza 2026 yang…

Wali Kota Kediri Jelaskan Tiga Raperda dalam Rapat Paripurna DPRD

Wali Kota Kediri Jelaskan Tiga Raperda dalam Rapat Paripurna DPRD

Rabu, 20 Mei 2026 05:55 WIB

Rabu, 20 Mei 2026 05:55 WIB

SURABAYAPAGI.com - Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati memberikan penjelasan atas tiga Rancangan Peraturan Daerah (Raperda). Yakni, Raperda tentang…

Bupati Jember Gus Fawait Lantik Direktur Perumda Kahyangan Perkebunan

Bupati Jember Gus Fawait Lantik Direktur Perumda Kahyangan Perkebunan

Rabu, 20 Mei 2026 05:53 WIB

Rabu, 20 Mei 2026 05:53 WIB

 SURABAYAPAGI.COM : Pelantikan direksi baru Perumda Perkebunan Kahyangan menjadi momentum penguatan peran badan usaha milik daerah (BUMD) dalam mendukung …

Presenter Daniel, akan Jajal Hybrid Fitness Cape Town Marathon

Presenter Daniel, akan Jajal Hybrid Fitness Cape Town Marathon

Rabu, 20 Mei 2026 05:50 WIB

Rabu, 20 Mei 2026 05:50 WIB

SURABAYAPAGI.COM : Setelah sukses menaklukkan berbagai lintasan lari, presenter yang selalu tampil bugar ini bersiap untuk terjun ke dunia kompetisi hybrid…

Eks Bupati Ponorogo, Seret Pengusaha Wanita Pacitan

Eks Bupati Ponorogo, Seret Pengusaha Wanita Pacitan

Rabu, 20 Mei 2026 05:50 WIB

Rabu, 20 Mei 2026 05:50 WIB

SURABAYAPAGI.COM  : Penggeledahan KPK di rumah teman Bupati Ponorogo nonaktif, Sugiri Sukoco, makin ramai. Penggeledahan ini merupakan pengembangan penyidikan …