130 Pendamping Desa di Gresik Ikut Bimtek Sertifikasi Uji Kompetensi

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Ketua APDI Jatim Miftahul Munir didampingi Ketua APDI Gresik M Nur Aini bersama peserta bimtek sertifikasi. SP/Grs
Ketua APDI Jatim Miftahul Munir didampingi Ketua APDI Gresik M Nur Aini bersama peserta bimtek sertifikasi. SP/Grs

i

SURABAYAPAGI.COM, Gresik - Asosiasi Pendamping Desa Indonesia (APDI) Kabupaten Gresik menggelar kegiatan bimbingan teknis (bimtek) bagi anggotanya. Diikuti sebanyak 130 peserta, bertempat di RM Aroma Bunder, Jumat (14/10/2022).

Menurut Ketua APDI Jatim Miftahul Munir, kegiatan bimtek sertifikasi ini digelar untuk meningkatkan standar mutu para pendamping desa. Mereka akan mengikuti uji kompetensi sebagai pendamping.

"Kegiatan ini mengacu pada Permendesa PDT Nomor 19 Tahun 2020 tentang Pedoman Umum Pendampingan Masyarakat Desa. Bahwa pendamping desa diminta mengikuti bimtek sertifikasi agar lulus dalam uji kompetensi pendamping nantinya," ujarnya saat pembukaan acara.

Kegiatan ini, lanjut Miftahul, pertama kali dilaksanakan dan digelar secara serentak di Jawa Timur sejak tanggal 10 sampai 15 Oktober 2022. Dengan total pendamping desa se-Jawa Timur sekitar 3.500 orang.

"Kami dari pengurus APDI Jawa Timur turut memantau kegiatan bimtek sertifikasi ini. Sebelumnya kami juga hadir di Batu, Sidoarjo dan sekarang di Gresik. Selanjutnya besok di Lamongan," ucap Miftahul Munir.

Sementara Ketua APDI Cabang Gresik M Nur Aini mengatakan, kegiatan bimtek sertifikasi ini dilaksanakan oleh APDI Cabang Gresik bekerjasama dengan Asosiasi Pendamping Desa Nusantara (APMDN) dalam rangka mempersiapkan pemberkasan uji kompetensi.

"Bimtek sertifikasi ini hanya dilaksanakan sehari. Nanti para pendamping yang ikut bimtek harus mempersiapkan berkas paling lambat 20 Oktober 2022, sementara uji kompetensinya akan dilaksanakan pada 28 Oktober," terangnya.

Dijelaskan pria yang akrab disapa Mas Itong ini, jumlah pendamping desa di Gresik sebenarnya ada 134 orang. Namun karena ada sejumlah kendala seperti nikah dan sakit, maka yang mengikuti bimtek sertifikasi hanya sebanyak 130 orang.

"Kami berharap dengan adanya bimtek sertifikasi ini para pendamping nantinya akan lulus dalam uji kompetensi pendamping. Sehingga dapat meningkatkan mutu dan profesionalitas pendamping," harapnya. grs

Berita Terbaru

Istri di Blitar Tewas Diduga Dianiaya Suami

Istri di Blitar Tewas Diduga Dianiaya Suami

Selasa, 03 Feb 2026 16:35 WIB

Selasa, 03 Feb 2026 16:35 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Blitar - Kehebohan awal Februari tepatnya hari Selasa pagi (3 Februari 2026) di desa Boro Kec Selopuro Kabupaten Blitar, sempat kejutan warga…

 Pengemudi Becak Lamongan Terima Bantuan Becak Listrik dari Prabowo

 Pengemudi Becak Lamongan Terima Bantuan Becak Listrik dari Prabowo

Selasa, 03 Feb 2026 16:30 WIB

Selasa, 03 Feb 2026 16:30 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Lamongan - Pengemudi becak Lamongan akhirnya ikut kebagian pemberian becak listrik dari Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, yang…

Perkuat Layanan Prioritas, Bank Jatim Lakukan Kerja Sama dengan KAI Wisata

Perkuat Layanan Prioritas, Bank Jatim Lakukan Kerja Sama dengan KAI Wisata

Selasa, 03 Feb 2026 16:30 WIB

Selasa, 03 Feb 2026 16:30 WIB

SurabayaPagi, Surabaya - PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (Bank Jatim) secara resmi telah melakukan kerja sama dengan PT Kereta Api Pariwisata (KAI…

Pasca Geledah Balai Kota Madiun, KPK Segera Periksa Saksi-Saksi Kasus Dugaan Korupsi Proyek dan CSR 

Pasca Geledah Balai Kota Madiun, KPK Segera Periksa Saksi-Saksi Kasus Dugaan Korupsi Proyek dan CSR 

Selasa, 03 Feb 2026 16:17 WIB

Selasa, 03 Feb 2026 16:17 WIB

SURABAYA PAGI, Madiun — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memastikan penyidikan kasus dugaan korupsi proyek pembangunan dan penyaluran Corporate Social R…

Mokong, Izin PBG Teryata Belum Diajukan Pengembang  PT Zam-Zam Residence

Mokong, Izin PBG Teryata Belum Diajukan Pengembang  PT Zam-Zam Residence

Selasa, 03 Feb 2026 16:14 WIB

Selasa, 03 Feb 2026 16:14 WIB

SURABAYAPAGI.com, Lamongan - Sudah sebulan lebih ini pasca audensi dengan  komisi C DPRD,  PT Zam-Zam teryata masih mokong, enggan untuk mengurus izin P…

Lahan Reklamasi di Samping SHGB Mie Sedap Belum Kantongi PKKPRL, Maspion Akui Masih Milik Negara

Lahan Reklamasi di Samping SHGB Mie Sedap Belum Kantongi PKKPRL, Maspion Akui Masih Milik Negara

Selasa, 03 Feb 2026 16:12 WIB

Selasa, 03 Feb 2026 16:12 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Gresik — Polemik dugaan pencaplokan wilayah laut melalui penerbitan Sertipikat Hak Guna Bangunan (SHGB) Nomor 01914 di kawasan Pabrik Mie S…