Stop Kekerasan Terhadap Anak, Beginilah Kata Kabid Pencegahan Anak Dinsos Sumenep

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Kepala Bidang (Kabid) Perlindungan anak Dinas Sosial Kab. Sumenep,  dr. Dwi Regnani, M. Kes, bersama Nurul Sugiati S.Pdi Ketua Lembaga Perlindungan anak (LPA) Sumenep, di Balai Desa Pabian Kota Sumenep. SP/Ainur Rahman
Kepala Bidang (Kabid) Perlindungan anak Dinas Sosial Kab. Sumenep,  dr. Dwi Regnani, M. Kes, bersama Nurul Sugiati S.Pdi Ketua Lembaga Perlindungan anak (LPA) Sumenep, di Balai Desa Pabian Kota Sumenep. SP/Ainur Rahman

i

SURABAYAPAGI.COM, Sumenep - Optimalisasi pencegahan kekerasan terhadap anak terus digenjot saat kabupaten Sumenep mendapat penghargaan Kota Layak Anak (KLA) pada tahun 2022

"Saat ini kota Sumenep sudah masuk kota layak anak (KLA) dari Pratama ke Madya, itu berarti Sumenep harus melakukan sosialisasi pencegahan kekerasan terhadap anak," ujar Kepala Bidang (Kabid) Perlindungan anak Dinas Sosial Kab. Sumenep,  dr. Dwi Regnani, M. Kes.

Meningkatnya kekerasan terhadap anak, karena tidak adanya tingkat kesadaran bagi kedua orang tua dalam menumbuhkembangkan pendidikan anak.

"Jadi, melalui sosialisasi program pencegahan kekerasan terhadap anak, kita pada khususnya yang mengikuti kegiatan ini, dan masyarakat kab. Sumenep pada umumnya, mengerti betapa pentingnya menjaga dan merawat anak bagi masa depannya nanti," sambungnya.

Sebab, anak itu akan tahu, dan mencontoh perilaku kedua orang tuanya, kemudian meniru dan berbuat sesuai dengan perilakunya, makanya, berikan contoh yang baik kepada anak,  baik dirumah dan dilingkungan sekitarnya.

Kegiatan sosialisasi pencegahan kekerasan terhadap anak kembali digelar di Desa Pabian kecamatan Kota Kab. Sumenep, dihadiri oleh  Kepala Desa Pabian, dan Tokoh Masyarakat, Aparatur Desa Pabian Kec. Kota Kab. Sumenep.

Kepala Desa Pabian Zulfikar Ali Mustakim, SE, berharap dengan kegiatan yang diselenggarakan dapat bermanfaat bagi masyarakat banyak terutama yang mengikuti kegiatan sosialisasi pencegahan kekerasan terhadap anak.

"Saya berharap, sebagai pemerintahan Desa, untuk kegiatan sosialisasi yang diprogramkan oleh pemerintah kabupaten terus  bersinergi dengan masyarakat banyak, seperti yang saat ini di gelar di Desa Pabian Kec. Kota Kab. Sumenep," ujarnya.  

Nurul Sugiati S.Pd, selaku ketua Lembaga Perlindungan anak (LPA) Kab. Sumenep menyampaikan, bentuk kepeduliannya terhadap anak melalui lembaga perlindungan anak (LPA) pihaknya kerapkali menerima delik aduan mengenai kekerasan terhadap anak.

"Kita menjalin hubungan dengan berbagai pihak, baik dengan Kepala Desa, Bupati Sumenep, Kepolisian, Kejaksaan Negeri, termasuk Tokoh Masyarakat, dan semua instansi yang menangani persoalan anak baik Pemerintah Daerah maupun Pemerintah Pusat," tegasnya.

Bahkan kata dia, pihaknya akan mewakili Jawa Timur untuk suatu kegiatan ke Kementerian sosial, perihal, persoalan perlindungan anak Yakni Satgas Women, yang akan dilantik besok di Jakarta oleh Presiden RI 

"Alhamdulillah, saya mewakili provinsi Jawa Timur, sebagai Satgas women yang akan dilantik oleh presiden besok di Jakarta. Jadi, Insya Allah kedepannya saya akan lebih fokus lagi dalam melakukan pengayoman dan perlindungan terhadap anak, agar tidak terjadi semacam kekerasan fisik terhadap anak,” imbuhnya.

Mendidik anak, sambungnya, lakukan dengan pola sederhana yakni "Disiplin tanpa teriakan dan pukulan, kecenderungan anak itu akan meniru pola tingkah laku orang tuanya, makanya, berbuatlah kebaikan, agar anak kita menjadi baik.

Untuk diketahui,  usia anak 0-6 itu cenderung  ingat sesuatu, dan di usia  07-10 tahun anak cenderung lupa dengan apa yang dilakukan sebelumnya, namun pada usia 12-13 tahun, ingatan anak kembali muncul, dari situlah kekuatan anak mengingat sesuatu. Pungkasnya

Sementara Yoga Pratama Widiyanto SH, selaku fasilitator Forum anak Sumenep menjelaskan, beberapa strategi dalam perlindungan anak dengan tujuan anak mendapatkan haknya 

"Jadi, ada beberapa langkah yang perlu dibangun agar anak mendapatkan haknya, salah satunya, adalah penguatan regulasi dan penegakan hukum yang proporsional terhadap kepentingan anak," ujarnya. 

Dengan begitu, sambungnya, akan terbentuk kepada penguatan efektivitas kelembagaan, penguatan pemahaman, penguatan jejaring sosial.

Selain itu, dikatakan, Peningkatan partisipasi anak menjadi ukuran standart dalam penguatan upaya pencegahan dan penanganan anak dari berbagai tindakan kekerasan. Tegasnya

Dalam hal ini yang perlu disarankan, agar masyarakat tahu khususnya orang tua agar melakukan pencegahan perkawinan anak di usia dini.

"Biarkan anak-anak menikmati dunianya sendiri, yakni  "belajar dan bermain" jika dunianya dirampas dengan perkawinan maka sudah bukan anak-anak lagi, padahal masih usia dini," pungkasnya.

Oleh karenanya, kata dia, sebagai orang tua harus benar-benar memiliki penguatan pengasuhan terhadap anak, dan melakukan peningkatan akses layanan dasar supaya anak tumbuh berkembang sesuai dengan keinginan kedua orang tuanya. AR

Berita Terbaru

Gugatan Sengketa Lahan Tidak Diterima, Kiagus : Silahkan Ambil Lahan, Ganti Investasi Kami

Gugatan Sengketa Lahan Tidak Diterima, Kiagus : Silahkan Ambil Lahan, Ganti Investasi Kami

Jumat, 18 Sep 2026 21:41 WIB

Jumat, 18 Sep 2026 21:41 WIB

‎SURABAYAPAGI.COM, Madiun — Direktur PT Jatim Parkir Center (JPC), Kiagus Firdaus, membuka peluang penyelesaian sengketa lahan melalui negosiasi setelah Pen…

Bangun Sinergi Kejar Target PAD Rp 1 Triliun, Bapenda Lamongan dan MGN Mulai Petakan Potensi Pendapatan Daerah

Bangun Sinergi Kejar Target PAD Rp 1 Triliun, Bapenda Lamongan dan MGN Mulai Petakan Potensi Pendapatan Daerah

Jumat, 18 Sep 2026 17:30 WIB

Jumat, 18 Sep 2026 17:30 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Lamongan - Sinergi semua pihak terus dibangun oleh Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Lamongan, agar target Pendapatan Asli Daerah…

Ada Keluhan Beras, Bulog Bojonegoro Respon Cepat Ganti Beras Berkualitas

Ada Keluhan Beras, Bulog Bojonegoro Respon Cepat Ganti Beras Berkualitas

Jumat, 18 Sep 2026 17:26 WIB

Jumat, 18 Sep 2026 17:26 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Lamongan - Beberapa hari yang lalu, warga di wilayah Tuban mengeluhkan beras Program Bantuan Pangan (Banpang) tidak layak konsumsi, langsung…

Tak Bisa Narik Ojol Usai Kecelakaan, Hasim Dapat Kursi Roda dan Modal Dagang dari Kapolres Gresik

Tak Bisa Narik Ojol Usai Kecelakaan, Hasim Dapat Kursi Roda dan Modal Dagang dari Kapolres Gresik

Jumat, 18 Sep 2026 13:28 WIB

Jumat, 18 Sep 2026 13:28 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Gresik – Hampir sebulan setelah mengalami kecelakaan lalu lintas, Hasim (54), pengemudi ojek online (ojol) asal Gresik, belum bisa kembali m…

Pria Paruh Baya Dilaporkan ke Polres Blitar Kota Usai Curi Uang Istri Anggota DPR RI

Pria Paruh Baya Dilaporkan ke Polres Blitar Kota Usai Curi Uang Istri Anggota DPR RI

Jumat, 18 Sep 2026 13:18 WIB

Jumat, 18 Sep 2026 13:18 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar - AS pria berusia 59 warga Jajan Sudanco Supriadi, Kelurahan Gedog, Kecamatan Sananwetan, Kota Blitar, kini harus meringkuk dalam…

Jargas 7.363 Sambungan di Menganti Rampung, Tinggal Menunggu Gas Mengalir

Jargas 7.363 Sambungan di Menganti Rampung, Tinggal Menunggu Gas Mengalir

Jumat, 18 Sep 2026 13:16 WIB

Jumat, 18 Sep 2026 13:16 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Gresik – Warga Kecamatan Menganti, Kabupaten Gresik, segera menikmati layanan jaringan gas bumi (Jargas) rumah tangga. Pembangunan i…