Diguyur Hujan Selama 24 Jam, Sedikitnya 12 Desa di Lima Kecamatan di Kabupaten Blitar Terendam Banjir

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Kondisi di salah satu desa yang terendam banjir. SP/Hadi Lestariono 
Kondisi di salah satu desa yang terendam banjir. SP/Hadi Lestariono 

i

SURABAYAPAGI.COM, Blitar - Diguyur hujan selama seharian penuh banjir bandang terjadi di lima Kecamatan wilayah Kabupaten Blitar yang rata-rata di wilayah Blitar Selatan.

Kondisi tersebut membuat masyarakat di 12 desa terendam air bah setinggi pinggang orang dewasa. Air meluap di seluruh area persawahan, rumah rumah penduduk dan pasar tradisional. Guna antisipasi kejadian banjir seluruh petugas baik dari TNI/POLRI, Tagana dan BPBD Kab Blitar bersama warga masyarakat mengevakuasi warga desa termasuk ternak milik warga yang terdampak Banjir.

Dalam kondisi itu pada Senin (17/10) Wabup Blitar, Rahmat Santoso bersama Kapolres Blitar AKBP Adhitya Panji Anom, Komandan Kodim 0808 Blitar Letkol Inf Sapto Dwi Priyono terjun langsung melihat situasi dan kondisi pengungsi sekaligus memberi arahan seluruh petugas dan masyarakat dalam menanggulangi bencana banjir tersebut.

Perlu diketahui hujan deras yang mengguyur di Kabupaten dan Kota Blitar terjadi sejak Minggu (16/10) malam hingga Senin (17/10) siang ini (saat berita ditulis), mengakibatkan banjir bandang yang menerjang 12 desa di 5 kelurahan wilayah selatan Kabupaten Blitar.

Berdasarkan data awal BPBD Kabupaten Blitar, banjir bandang akibat meluapnya beberapa sungai  diantaranya di Kecamatan Sutojayan, Kec Binangun, Kec Panggungrejo, Kec Wates dan wilayah Kec Wonotirto.

 

Dalam kesempatan itu Wabup Blitar Rahmat Santoso, mengatakan berdasarkan laporan awal, banjir menerjang di 12 desa dan kelurahan di lima kecamatan, untuk ketinggian air sekitar 30-150 cm. 

“Kecamatan yang paling terdampak meluapnya  aliran banjir, di wilayah Kecamatan Sutojayan, sesuai laporan sedikitnya ada 5 desa, ya itu  Kelurahan Sutojayan, Desa Bacem, Desa Kalipang, Desa Sumberejo dan Desa Rejoso,” terang Rahmat Santoso pada wartawan, di sela-sela kunjungannya ke posko pengungsian di Kelurahan/Kecamatan Sutojayan Senin (17/10) siang.

Lebih lanjut orang nomor dua di Pemkab Blitar ini mengungkapkan, selain wilayah Kec Sutojayan ada  beberapa wilayah lainnya yang juga diterjang banjir yaitu di Desa Binangun, Desa Rejoso dan Desa Salamrejo di Kecamatan Binangun, Desa Serang dan Desa Kalitengah di Kecamatan Panggungrejo. Kemudian Desa Tugurejo di Kecamatan Wates dan Desa Ngeni di Kecamatan Wonotirto.

“Ini baru data awal yaa rekan rekan, karena pendataan masih berlangsung, sementara. BPBD bersama TNI-Polri masih fokus membantu warga yang memerlukan evakuasi warga masyarakat untuk diungsikan ke lokasi yang aman,” tambah Rahmad Santoso.

Banjir bandang ini selain  merusak ratusan rumah warga, termasuk lahan pertanian juga beberapa fasilitas umum seperti saluran irigasi, mushola dan pasar. Serta mengakibatkan korban hewan ternak milik warga, yakni ayam, kambing dan sapi.

 

Tampak pantauan di wilayah Banjir di Kec Sutojayan, petugas sedang evakuasi  puluhan warga ke beberapa lokasi yang lebih aman, karena hujan masih turun sampai siang hari. 

Sementara kondisi permukaan sungai Brantas masih tinggi sehingga alarm di Bendungan Serut bunyikan sirine menandakan bahaya ketinggian air sudah melebihi batas level normal bahkan batas ketinggian dan terpaksa bendungan Serut dibuka pintu airnya.

Saat melakukan peninjauan, Wabup Rahmat langsung ke lokasi banjir di Kecamatan Sutojayan bersama Kapolres Blitar dan Dandim 0808 Blitar, pihaknya  telah berkoordinasi dengan Forkopimda dan Muspika di lima kecamatan dengan mengutamakan keselamatan warganya, termasuk mempersiapkan bantuan makanan dan minuman, obat obatan tak ketinggalan bantuan medis khususnya para lansia dan anak-anak.

“Saya minta semuanya bergerak, cepat dan tepat dan tanggap tanpa menunggu perintah, langsung mengambil tindakan. Semoga tidak ada korban jiwa, semuanya selamat dan kondisi segera membaik," papar Rahmad Santoso.

Salah satu desa yang mengalami kerusakan cukup parah yaitu Desa Ngeni, Kecamatan Wonotirto. Pasar Desa Ngeni rusak berat, diterjang banjir bandang ini.

Kepala Desa Ngenai, Iwan Haris Efendi (43) mengatakan. Sampai siang ini, belum ada informasi korban jiwa, tapi untuk korban materiil seperti kerusakan rumah, lapak dan barang dagangan, kemudian hewan ternak yakni sapi dan ribuan ayam dilaporkan hanyut diterjang banjir bandang. Les

Berita Terbaru

Keberhasilan Tekan Stunting hingga 0,92 Persen, Kota Mojokerto Jadi Rujukan Provinsi NTB

Keberhasilan Tekan Stunting hingga 0,92 Persen, Kota Mojokerto Jadi Rujukan Provinsi NTB

Rabu, 13 Mei 2026 17:25 WIB

Rabu, 13 Mei 2026 17:25 WIB

SURABAYAPAGI.com, Mojokerto– Keberhasilan Kota Mojokerto menekan angka stunting hingga di bawah satu persen menarik perhatian Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara …

Jamin Mamin Halal untuk Konsumen, Pemkot Mojokerto Fasilitasi Sertifikasi Halal UMKM secara Bertahap

Jamin Mamin Halal untuk Konsumen, Pemkot Mojokerto Fasilitasi Sertifikasi Halal UMKM secara Bertahap

Rabu, 13 Mei 2026 17:03 WIB

Rabu, 13 Mei 2026 17:03 WIB

SURABAYA PAGI.COM, Mojokerto – Pemerintah Kota Mojokerto terus memperkuat ekosistem produk halal dengan menggelar fasilitasi sertifikasi halal massal bagi p…

Kenyamanan Warga Jadi Prioritas, Dishub Kota Mojokerto Perkuat Pengawasan Parkir

Kenyamanan Warga Jadi Prioritas, Dishub Kota Mojokerto Perkuat Pengawasan Parkir

Rabu, 13 Mei 2026 16:57 WIB

Rabu, 13 Mei 2026 16:57 WIB

SURABAYAPAGI.com, Mojokerto – Kenyamanan warga menjadi prioritas utama dalam pengelolaan parkir di Kota Mojokerto. Untuk itu, Pemerintah Kota Mojokerto melalui …

Pencabutan SIP Kios Pasar Pasar Digugat, Para Pedagang Sebut Prosedur Tidak Sesuai Perda   ‎

Pencabutan SIP Kios Pasar Pasar Digugat, Para Pedagang Sebut Prosedur Tidak Sesuai Perda  ‎

Rabu, 13 Mei 2026 16:02 WIB

Rabu, 13 Mei 2026 16:02 WIB

‎SURABAYAPAGI.COM, Madiun - Gugatan puluhan pedagang pasar tradisional Kota Madiun terhadap pemerintah Kota Madiun menguak dugaan cacat prosedural dalam p…

Semen Gresik Grissee Running Festival 2026 Diikuti 1.111 Pelari, Angkat Heritage Industri dan Gaya Hidup Sehat

Semen Gresik Grissee Running Festival 2026 Diikuti 1.111 Pelari, Angkat Heritage Industri dan Gaya Hidup Sehat

Rabu, 13 Mei 2026 15:59 WIB

Rabu, 13 Mei 2026 15:59 WIB

SURABAYAPAGI.com, Gresik – PT Semen Gresik sukses menggelar Semen Gresik Grissee Running Festival 2026 yang diikuti sebanyak 1.111 peserta di kawasan Wisma J…

Penjual Tempe di Pacitan Disiram Air Keras Oleh OTK, Begini Kronologinya!

Penjual Tempe di Pacitan Disiram Air Keras Oleh OTK, Begini Kronologinya!

Rabu, 13 Mei 2026 15:49 WIB

Rabu, 13 Mei 2026 15:49 WIB

SURABAYA PAGI, Pacitan- Aksi brutal dilakukan oleh orang tak dikenal (OTK) terhadap seorang pedagang tempe di Kabupaten Pacitan, Jawa Timur. Korban yang…