Dorong Petani Milenial, PT ATM Ajak Pemuda Hadapi Potensi Ancaman Krisis Pangan

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
SurabayaPagi, Surabaya - PT Amerta Tani Maju (ATM) selaku perusahaan nasional yang bergerak dibidang pertanian berkomitmen dalam mendukung kesejahteraan petani dan ketahanan pangan nasional.  
 
Guna mewujudkan tujuan tersebut, PT ATM juga bekerja sama dengan pemerintah daerah, petani dan pengusaha melalui sistem kemitraan penanaman Padi Japonica. Bahkan, PT ATM juga menggandeng TNI AD untuk menghidupkan lahan tidur agar produktif kembali. 
 
Vice President Divisi Marketing PT ATM Matthew, menjelaskan, sinergitas tersebut sesuai  dengan program pemerintah untuk mendorong ketahanan pangan dan peningkatan taraf hidup petani. 
 
"PT ATM langsung terjun ke lapangan untuk memdampingi petani agar dapat menghasilkan panen yang optimal". kata Matthew saat mendampingi panen perdana Padi Japonica di Desa Kedungudi, Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto, Sabtu (15/10/2022). 
 
Konsentrasi perusahaan mengembangkan Padi Japonica atau Padi Jepang melalui kemitraan itu bukan tanpa alasan. 
 
Japonica merupakan beras yang biasa dikonsumsi oleh warga Jepang dan Korea. Sedangkan di Eropa atau Amerika menyebut sticky rice. Rasa beras lebih enak dan pulen sekaligus lebih sehat karena memiliki kandungan glikemik rendah. 
 
Padi ini memiliki karakteristik lebih tahan hama, tahan rebah, walaupun tingginya mencapai 120 cm. Satu malai padi dapat menghasilkan 300 butir. Jumlah ini terbilang fantastis jika dibandingkan dengan Padi lain yang secara normal hanya menghasilkan 70-170 butir. 
 
"Keunggulan lain, Padi Japonica tidak begitu suka pupuk kimia," kata Matthew di sela panen raya. 
 
Fakta ini menjawab kegelisahan para petani saat harga pupuk terus naik tajam dan kelangkaan stok. Disisi lain, Padi Japonica lebih menyukai pupuk organik. 
 
Oleh karena itu, Matthew berharap budidaya Padi Japonica melalui PT ATM dapat membawa dampak positif bagi petani maupun masyarakat Indonesia. 
 
Apalagi PT ATM telah melakukan kemitraan di hampir seluruh Wilayah Jatim. Dengan area panen tertinggi di Kabupaten Trenggalek. Satu hektare lahan mampu menghasilkan sekitar 10-12 ton Padi Japonica. 
 
Strategi pengembangan kemitraan tersebut terus digencarkan melalui sosialisasi dan edukasi di tengah kelangkaan pupuk bersubsidi. 
 
"Kami memberikan solusi dengan menalangi benih dulu, dan setelah panen talangan benih tersebut dipotongkan dari hasil panen sesuai dengan MOU di awal," kata Matthew. 
 
Harga beli gabah kering sawah oleh PT ATM untuk petani akan tetap stabil. Harga tidak bergantung pada musim tanam Hal ini menjadi keuntungan bagi petani. PT ATM tidak memilah hasil panen atau non grade method 
 
Kestabilan harga beli gabah kering sawah sangat menguntungkan bagi para petani. PT ATM sendiri memang memiliki visi dan misi mensejahterakan petani. 
 
 
Untuk proses pemasaran, PT ATM memang fokus mencukupi kebutuhan dalam negeri. 
 
"Sementara ini pasar potensial kami adalah dalam negeri, kami tidak bermain ekspor. Karena visi misi kami adalah ketahanan pangan nasional," tandasnya. 
 
*Dorong Petani Milenial* 
 
Potensi sektor pangan terutama jenis padi-padian di Indonesia memang tak main-main. Total 270 juta penduduk Indonesia mengonsumsi nasi sebagai sumber karbohidrat utama. Namun sayangnya, angka regenerasi petani masih sangat rendah. Rata-rata anak petani enggan meneruskan mengelola lahan dan memilih pekerjaan di sektor lain. 
 
"Bayangkan, dengan potensi 270 juta penduduk, sekarang kita lihat, kaum milenial ingin bekerja di kantor atau pabrik. Tidak ada yang salah dengan itu, range petani yang saya temui ketika terjun langsung antara usia mereka 55-75 tahun," jelasnya. 
 
Maka dari itu, melalui sistem pertanian yang lebih praktis dan modern, PT ATM mencoba menggaet petani-petani muda untuk tetap turun ke sawah. Apalagi ia juga melihat saat ini banyak anak-anak muda melek isu krisis pangan dan mulai tertarik menjajaki dunia pertanian dengan membuka wawasan agrikultur Indonesia. 
 
"Visi misi kami adalah mengajak petani milenial. Mari kita beri fasilitas. Karena range yang tua itu, jika tidak ada yang melanjutkan pertanian ini, khawatirnya, 15-20 tahun lagi kita bisa import beras. Itu yang menggelitik bagi saya, itu semua fakta," kata dia. 
 
Di tengah goncangan isu resesi global, kata Matthew, PT ATM menangkap pesan penting Presiden RI Jokowidodo untuk menghadapi potensi ancaman krisis pangan tersebut. 
 
"Kita tangkap message nya, walaupun kami swasta tapi kami bekerja sama dengan instansi pemerintah," imbuh Matthew. By
Tag :

Berita Terbaru

Indonesia Kuasai 80 Persen Pasien Asing, Industri Kesehatan Malaysia Panen dari Wisata Medis

Indonesia Kuasai 80 Persen Pasien Asing, Industri Kesehatan Malaysia Panen dari Wisata Medis

Kamis, 16 Jul 2026 20:01 WIB

Kamis, 16 Jul 2026 20:01 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Fenomena warga Indonesia berobat ke luar negeri kian menguat, khususnya ke Malaysia. Selain faktor kepercayaan terhadap layanan k…

Diduga Buang Limbah Sembarangan, SPPG Grogol Ponorogo Viral

Diduga Buang Limbah Sembarangan, SPPG Grogol Ponorogo Viral

Kamis, 16 Jul 2026 18:37 WIB

Kamis, 16 Jul 2026 18:37 WIB

SURABAYA PAGI, Ponorogo- Kendati belum genap seminggu beroperasi namun program Menu Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Ponorogo kembali bermasalah.  Ini …

Wakil Ketua DPRD Surabaya Minta Penataan PKL Harus Dibarengi dengan Solusi

Wakil Ketua DPRD Surabaya Minta Penataan PKL Harus Dibarengi dengan Solusi

Kamis, 16 Jul 2026 18:01 WIB

Kamis, 16 Jul 2026 18:01 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Keberadaan pedagang kaki lima (PKL) dinilai memiliki peran penting dalam menggerakkan roda perekonomian masyarakat. Selain…

JPU Tetap pada Tuntutan, Replik Tegaskan Dana Hibah Ponpes Al Ibrohimi Dipakai Tak Sesuai Peruntukan

JPU Tetap pada Tuntutan, Replik Tegaskan Dana Hibah Ponpes Al Ibrohimi Dipakai Tak Sesuai Peruntukan

Kamis, 16 Jul 2026 17:56 WIB

Kamis, 16 Jul 2026 17:56 WIB

SURABAYAPAGI.com, Gresik - Kejaksaan Negeri Gresik bergeming menyikapi pledoi tiga terdakwa kasus dugaan korupsi dana hibah Pemerintah Provinsi Jawa Timur…

Pertamina Turunkan Harga Bright Gas 5,5 Kg dan 12 Kg, Berlaku di Seluruh Indonesia

Pertamina Turunkan Harga Bright Gas 5,5 Kg dan 12 Kg, Berlaku di Seluruh Indonesia

Kamis, 16 Jul 2026 16:33 WIB

Kamis, 16 Jul 2026 16:33 WIB

SurabayaPagi, Surabaya - PT Pertamina (Persero) menurunkan harga liquefied petroleum gas (LPG) nonsubsidi Bright Gas ukuran 5,5 kilogram (kg) dan 12 kg yang…

PLN UID Jawa Timur Pamerkan Dua Karya Inovasi Terbaik di Surabaya Electric Forum 2026

PLN UID Jawa Timur Pamerkan Dua Karya Inovasi Terbaik di Surabaya Electric Forum 2026

Kamis, 16 Jul 2026 16:24 WIB

Kamis, 16 Jul 2026 16:24 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Jawa Timur menampilkan dua inovasi unggulan di bidang distribusi tenaga listrik, yakni ASTROLT d…