Pupuk Indonesia Buka 1.000 Unit Kios Pupuk Nonsubsidi Hingga 2023

author surabayapagi.com

- Pewarta

Rabu, 19 Okt 2022 11:27 WIB

Pupuk Indonesia Buka 1.000 Unit Kios Pupuk Nonsubsidi Hingga 2023

i

Direktur Utama Pupuk Indonesia Achmad Bakir Pasaman

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - PT Pupuk Indonesia (Persero) membuka 1.000 unit kios pupuk nonsubsidi atau komersil yang dimulai pada tahun ini hingga 2023 mendatang untuk meningkatkan ketersediaan pupuk di tingkat petani.

Direktur Utama Pupuk Indonesia Achmad Bakir Pasaman mengatakan bahwa penambahan kios pupuk komersil di daerah akan memperluas jangkauan pasar serta mendekatkan perseroan kepada petani. Di sisi lain dapat sekaligus sebagai sarana edukasi dan informasi tentang manfaat pupuk.

Baca Juga: Pemerintah Punya Utang Rp 10,48 Triliun ke PT Pupuk Indonesia, Jokowi: Pasti Dibayar

“Kios pupuk non subsidi atau komersil ini bisa dimanfaatkan para petani untuk memenuhi kebutuhan pupuknya. Prinsipnya Pupuk Indonesia ini dulu selalu menumpang di kios-kios orang lain untuk jualan pupuk komersial, kami sekarang nggak ingin begitu, karena kita ingin kuasai jalur distribusi dari pabrik sampai kios. Jadi petani bisa akses kios yang barang atau produknya dari Pupuk Indonesia," kata Bakir di Jakarta, Selasa (18/10/2022).

Bakir menjelaskan, pengembangan 1.000 kios pupuk komersil juga sebagai jawaban atas masih banyaknya petani yang merasa kesulitan menjangkau atau membeli pupuk komersil milik Pupuk Indonesia.

Maka dari itu, lanjut Bakir, Pupuk Indonesia merasa perlu untuk memperluas jaringan kios atau outlet yang khusus menjual pupuk komersil atau non subsidi. Apalagi saat ini anggaran pupuk bersubsidi terbatas, berdasarkan Kepmentan Nomor 5 Tahun 2022 pemerintah menetapkan kuota pupuk bersubsidi sekitar 8,04 juta ton.

Selain itu, Bakir mengungkapkan bahwa pengoperasian kios pupuk nonsubsidi ini mendapat dukungan dari Menteri BUMN Erick Thohir selaku pemegang saham dan para stakeholder.

Baca Juga: Stok Pupuk Bersubsidi di Jatim Tersedia 163.881 Ton

"Artinya program komersil memudahkan petani, karena banyak keluhan petani dan kita sadari anggaran subsidi terbatas sehingga kita harus penuhi kekurangan pupuk subsidi di masyarakat dengan komersil atau non subsidi," ujarnya.

Bakir menilai kios pupuk non subsidi dapat hadir di lokasi-lokasi strategi di seluruh Indonesia terutama sentra pertanian. Dengan begitu, dirinya berharap kebutuhan pupuk petani bisa terpenuhi.

Sementara itu, Direktur Pemasaran Pupuk Indonesia, Gusrizal, menyampaikan bahwa pengembangan 1.000 kios pupuk komersil ini dilakukan Pupuk Indonesia dengan skema kemitraan dealer owned dealer operated (DODO). Skema ini ditawarkan kepada perorangan maupun badan usaha yang memiliki kelengkapan izin usaha penjualan retail.

Baca Juga: Pupuk Indonesia Siapkan Stok Pupuk Subsidi 1,45 Ton Hingga Lini III

Adapun kelebihan kios pupuk komersil Pupuk Indonesia adalah dapat memberikan jaminan yang menjadi keuntungan atau nilai tambah untuk para mitra. Jaminan yang dimaksud seperti keaslian produk pupuk, jaminan kualitas produk, dan jaminan ketersediaan pupuk.

Sedangkan syarat untuk menjadi mitra kios pupuk komersil Pupuk Indonesia adalah Warga Negara Indonesia (WNI), berusia 21 tahun ke atas, memiliki KTP dan NPWP, berbentuk badan usaha atau perorangan, memiliki nomor induk berusaha (NIB), luas bangunan yang memadai, sampai pada permodalan atau finansial yang baik.

“Selain itu, lokasi kios juga harus strategis dan berpotensi memiliki permintaan pupuk yang tinggi,” pungkas Gusrizal. jk

Editor : Redaksi

BERITA TERBARU