Rekonstruksi Kanjuruhan Wewenang Penyidik

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Proses Rekonstruksi yang digelar di lapangan sepak bola Polda Jatim, Surabaya, Rabu (19/10/2022) kemarin. Rekonstruksinya dilakukan 30 adegan dan melibatkan 54 saksi. Sp/ariandi
Proses Rekonstruksi yang digelar di lapangan sepak bola Polda Jatim, Surabaya, Rabu (19/10/2022) kemarin. Rekonstruksinya dilakukan 30 adegan dan melibatkan 54 saksi. Sp/ariandi

i

Berbeda dengan Temuan Tim Gabungan Independen Pencari Fakta atau TGIPF

 

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Kegiatan rekonstruksi Tragedi Kanjuruhan ternyata berbeda dengan temuan Tim Gabungan Independen Pencari Fakta (TGIPF) Tragedi Kanjuruhan. TGIPF menyatakan polisi menembakkan gas air mata secara tak terukur ke arah tribun penonton. Tapi dalam rekonstruksi tidak diperagakan penembakan gas air mata ke tribune.

TGIPF juga mengatakan gas air mata jadi faktor utama jatuhnya korban tewas dan luka-luka dalam insiden di Kanjuruhan. Penonton panik, berlarian, dan berdesak-desakan menuju pintu keluar hingga terinjak-injak.

 

Ada 30 Adegan Rekonstruksi

Rekonstruksi tragedi Kanjuruhan digelar di lapangan bola Mapolda Jawa Timur, Surabaya, Rabu (19/10). Sebanyak 30 adegan diperagakan.

Rekonstruksi dipimpin langsung oleh Direktur Ditreskrimum Polda Jatim Kombes Totok Suharyanto. Juga ada hajaran penyidik gabungan Bareskrim Polri dan Polda Jatim serta Tim Inafis menggelar rangkaian rekonstruksi.

Tampak hadir anggota Polri yang menjadi tersangka yakni Kabagops Polres Malang Kompol Wahyu Setyo Pranoto, Danki 3 Sat Brimob Polda Jatim AKP Hasdarmawan dan Kasat Samapta Polres Malang AKP Bambang Sidik Achmadi.

Dalam rekonstruksi itu juga hadir belasan Personel Brimob anak buah tersangka Hasdarmawan. Mereka diperintah memperagakan adegan penembakan gas air mata.

 

Tak ada Gas Air Mata

Namun, dalam proses rekonstruksi itu, tak ada gas air mata yang ditembakkan polisi ke arah tribun penonton di Stadion Kanjuruhan. Pada reka adegan 19 hingga 25, tembakkan gas air mata hanya diarahkan ke sentel ban atau lintasan lari sisi selatan.

Saat ditanya soal kejanggalan dalam rekonstruksi, Kepala Divisi Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo mengatakan hal itu merupakan materi penyidikan berdasarkan keterangan para tersangka dan saksi.

"Secara materi penyidikan, itu penyidik yang akan menyampaikan. Kalau misal tersangka mau menyebutkan seperti itu [tidak menembak ke arah tribun], itu haknya dia, tersangka punya hak ingkar," kata Irjen Dedi Prasetyo, di Mapolda Jatim.

 

Keyakinan Penyidik

Dedi mengatakan penyidik memiliki keyakinan sendiri. Ia menuturkan segala kesaksian dan alat bukti yang didapatkan penyidik akan dipertanggungjawabkan di pengadilan.

"Dengan seluruh kesaksian kemudian alat bukti yang dimiliki penyidik, nanti penyidik akan dipertanggungjawabkan baik kejaksaan maupun dalam persidangan," Dedi menambahkan.

Dedi menuturkan dalam rekonstruksi ini penyidik gabungan Bareskrim Polri dan Polda Jatim fokus memperagakan peran ketiga anggota polisi yang jadi tersangka dalam tragedi Kanjuruhan.

Ketiganya anggota Polri terdiri Kabagops Polres Malang Kompol Wahyu Setyo Pranoto, Danki 3 Sat Brimob Polda Jatim AKP Hasdarmawan, dan Kasat Samapta Polres Malang AKP Bambang Sidik Achmadi. Ketiganya bagian dari 6 tersangka dalam kasus ini.

 

Fokus Tiga Tersangka

"Rekonstruksi ini penyidik fokus tiga tersangka, yakni WS, BS dan H terkait Pasal 359 dan 360 KUHP, itu fokusnya," ucap Dedi.

Selain menghadirkan tiga tersangka dalam rekonstruksi, polisi juga menghadirkan 54 orang saksi dan 30 pemeran pengganti sebagai suporter.

Dedi menegaskan Polri berkomitmen untuk menuntaskan kasus secara transparan, akuntabel, dan ilmiah.

 

Autopsi Batal

Autopsi kepada jenazah korban tragedi Kanjuruhan yang rencananya dilakukan pada minggu ini dinyatakan batal oleh Irjen Pol Toni Hermanto Kapolda Jawa Timur (Jatim). Tidak hanya itu, Toni juga mengatakan dalam proses pencabutan permohonan autopsi yang dilakukan keluarga korban tidak ada upaya intimidasi supaya keluarga membatalkannya.

“Hasil informasi yang saya peroleh hingga saat ini, keluarga sementara belum menghendaki untuk dilakukan autopsi,” ujar Toni saat berada di RSUD Saiful Anwar Malang, Jawa Timur, Rabu (19/10/2022).

Kapolda Jatim yang baru dilantik itu mengungkapkan, seluruh proses autopsi harus mendapatkan persetujuan dari pihak keluarga. Hal ini pun dilakukan guna mematuhi SOP proses autopsi.

“Bagaimanapun untuk pelaksanaan autopsi kita, salah satunya meminta persetujuan keluarga,” ungkapnya.

Sebelumnya, Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindakan Kekerasan (KontraS) mendapat laporan dugaan intimidasi polisi kepada keluarga korban tragedi kanjuruhan yang mengajukan autopsi.

Dalam laporan itu pihak kepolisian, diketahui beberapa kali mendatangi rumah keluarga korban inisial D untuk mencabut pengajuan proses autopsi tersebut. Oleh karena itu, keluarga korban akhirnya memutuskan niatnya untuk melakukan autopsi kepada dua jenazah anaknya yang jadi korban tragedi tersebut.

Terkait dugaan intimidasi tersebut, Kapolda Jatim secara tegas membantah informasi yang beredar itu. “Tidak benar ya, sekali lagi tidak benar (dugaan intimidasi polisi kepada keluarga korban yang mengajukan autopsi),” tegasnya. n ari/mal/rmc

Berita Terbaru

Lewat Bantuan Beasiswa, Pemkab Dorong Anak Tetap Sekolah di Lumajang

Lewat Bantuan Beasiswa, Pemkab Dorong Anak Tetap Sekolah di Lumajang

Sabtu, 26 Sep 2026 08:35 WIB

Sabtu, 26 Sep 2026 08:35 WIB

SURABAYAPAGI.com, Lumajang - Melalui bantuan pendidikan berupa beasiswa, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lumajang bersama Badan Amil Zakat Nasional (Baznas)…

ULTIMA II Hadir di Surabaya, Perkenalkan Inovasi Teknologi CollaSence™ melalui Beauty Exhibition 

ULTIMA II Hadir di Surabaya, Perkenalkan Inovasi Teknologi CollaSence™ melalui Beauty Exhibition 

Sabtu, 26 Sep 2026 08:23 WIB

Sabtu, 26 Sep 2026 08:23 WIB

SURABAYA PAGI, Surabaya – Memahami kebutuhan kulit menjadi salah satu langkah penting dalam menentukan ritual perawatan yang sesuai kebutuhan. Berangkat dari k…

Menteri Haji Ungkap Kendala Biaya Haji 2027, Tarif Penerbangan Saudia Airlines Masih Lebih Mahal 

Menteri Haji Ungkap Kendala Biaya Haji 2027, Tarif Penerbangan Saudia Airlines Masih Lebih Mahal 

Jumat, 25 Sep 2026 22:11 WIB

Jumat, 25 Sep 2026 22:11 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Madiun – Menteri Haji Mochamad Irfan Yusuf atau Gus Irfan mengungkapkan pembahasan biaya penyelenggaraan ibadah haji 2027 masih berlangsung. S…

UNS Rebut Gelar Juara Beregu Campus League Badminton 2026 Usai Drama Tiga Set Lawan BINUS

UNS Rebut Gelar Juara Beregu Campus League Badminton 2026 Usai Drama Tiga Set Lawan BINUS

Jumat, 25 Sep 2026 21:11 WIB

Jumat, 25 Sep 2026 21:11 WIB

SurabayaPagi, Bandung — Universitas Negeri Sebelas Maret (UNS) Surakarta merebut gelar juara beregu Campus League Badminton 2026 - The Nationals setelah m…

Beredar Beras Bantuan Pangan Berubah Warna, Bulog Pastikan Tidak ada Beras Oplosan Seperti yang Diisukan

Beredar Beras Bantuan Pangan Berubah Warna, Bulog Pastikan Tidak ada Beras Oplosan Seperti yang Diisukan

Jumat, 25 Sep 2026 21:08 WIB

Jumat, 25 Sep 2026 21:08 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Lamongan – Adanya peredaran beras bantuan pangan yang berubah warna di wilayah Semanding Tuban, langsung ditanggapi oleh Bulog Cabang B…

Pupuk Bersubsidi Jatim Masih Tersisa 557 Ribu Ton, Fraksi PDIP Dorong Pengawasan Ketat

Pupuk Bersubsidi Jatim Masih Tersisa 557 Ribu Ton, Fraksi PDIP Dorong Pengawasan Ketat

Jumat, 25 Sep 2026 20:44 WIB

Jumat, 25 Sep 2026 20:44 WIB

SURABAYAPAGI.COM, SURABAYA - Penyaluran pupuk bersubsidi di Jawa Timur hingga 21 September 2026 baru mencapai 73,64 persen. Dari total alokasi 2.115.951 ton,…