Lamongan Masih Nihil Kasus Gagal Ginjal Akut pada Balita dan Anak

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Bupati Lamongan saat menggendong balita dalam kesempatan program pemberian ASI beberapa waktu lalu.. SP/MUHAJIRIN KASRUN
Bupati Lamongan saat menggendong balita dalam kesempatan program pemberian ASI beberapa waktu lalu.. SP/MUHAJIRIN KASRUN

i

Dinkes Perketat Skrining Anak di Semua Pelayanan Kesehatan

 

SURABAYAPAGI.COM, Lamongan - Kasus gagal ginjal akut yang menimpa balita dan anak di DKI Jakarta dan sejumlah daerah di Indonesia,  sementara ini tidak terjadi di  Kabupaten Lamongan.

"Sampai saat ini kasus gagal ginjal akut yang menimpa balita dan anak di Kabupaten Lamongan tidak ada," kata Kepala Dinas Kesehatan dr Taufik Hidayat saat dihubungi surabayapagi.com, Senin (24/10/2022)

Meski kasusnya masih nihil kata Taufik panggilan akrab Kadis Kesehatan ini menegaskan, pihaknya tetap meningkatkan kewaspadaan dan mengantisipasi secara dini,  dengan memerintahkan semua puskesmas agar melakukan skrining balita dan anak yang  sakit di pelayanan kesehatan di Desa-desa.

"Saya minta seluruh Puskesmas untuk melakukan skrining kepada balita dan anak, di pelayanan kesehatan desa-desa agar bisa diketahui secara dini anak tersebut terindikasi mempunyai sakit biasa atau sakit yang tengah terjadi di beberapa daerah ini, yakni gagal ginjal akut," ungkapnya.

Skrining ini lanjut Taufik penting dilakukan, agar pemeriksaan kesehatan untuk mengetahui apakah seseorang berisiko lebih tinggi mengalami suatu masalah kesehatan, dan untuk mengetahui kemungkinan risiko terhadap penyakit tertentu.

Selain melakukan skrining, pihak Dinkes juga meminta kepada orang tua,  petugas pustu dan pelayanan kesehatan di desa, bila kedapatan mengetahui balita dan anak mengalami panas, muntah, dengan sebab apapun agar langsung dibawa ke Puskesmas terdekat, agar dilakukan observasi dan cek fungsi ginjalnya jika diperlukan.

 

Selain itu Dinkes juga meminta kepada orang tua untuk selalu menjaga anaknya dalam kondisi fit, jangan kelelahan dan kurangi aktivitas yang berlebihan. "Jaga anak dari kelelahan, kurangi aktivitas yang berlebihan dan jangan sampai lupa memberikan makan yang tertib kepada anaknya," jelasnya.

Pihak Dinkes tambah Taufik, seiring dengan munculnya kasus gagal ginjal akut di sejumlah daerah, pihak Dinkes mengikuti instruksi kementerian kesehatan dengan menganjurkan kepada orang tua untuk sementara tidak memberikan konsumsi kepada anak berupa Sirup. "Saat ini kami mengikuti kebijakan dari pusat. Memastikan obat sirup tidak digunakan dulu untuk sementara sampai ada kepastian," harapnya.

Pihaknya juga berharap agar orang tua memakai alternatif bentuk obat yang digunakan, ketika mengetahui anaknya sakit, yakni dengan beralih ke obat tablet, puyer dan lain-lain. "Sementara saya sarankan orang tua agar memakai obat-obatan jenis tablet dan puyer, ketika mengetahui anaknya tengah sakit panas, muntah-muntah dan sejenisnya, dan jangan lupa periksakan ke pelayanan kesehatan terdekat," ajak Taufik.

Sementara itu, data dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengupdate jumlah anak yang menderita pasien gagal ginjal akut misterius di Indonesia. Terbaru, kini ada 241 anak terkena gagal ginjal akut misterius, 133 diantaranya meninggal dunia sejak Agustus 2022, di 22 Provinsi dengan 133 tingkat kematian atau 55 persen dari kasus. jir

Berita Terbaru

Kontrak Puluhan P3K Paruh Waktu Ponorogo Tidak Diperpanjang, Pemkab Ungkap Penyebabnya

Kontrak Puluhan P3K Paruh Waktu Ponorogo Tidak Diperpanjang, Pemkab Ungkap Penyebabnya

Kamis, 15 Okt 2026 15:34 WIB

Kamis, 15 Okt 2026 15:34 WIB

SURABAYAPAGI.com, Ponorogo - Sebanyak 1.779 Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) paruh waktu (PW) di Kabupaten Ponorogo menjalani perpanjangan…

Klaim Hemat Rp 464 Juta per Bulan, Pemkab Lumajang Perpanjang WFH ASN

Klaim Hemat Rp 464 Juta per Bulan, Pemkab Lumajang Perpanjang WFH ASN

Kamis, 15 Okt 2026 15:16 WIB

Kamis, 15 Okt 2026 15:16 WIB

SURABAYAPAGI.com, Lumajang - Menindaklanjuti kebijakan dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) terkait bekerja dari rumah atau work from home (WFH) bagi…

Bidik Panggung Dunia, Gandrung Sewu 2026 Usung Konsep Glow in the Dark

Bidik Panggung Dunia, Gandrung Sewu 2026 Usung Konsep Glow in the Dark

Kamis, 15 Okt 2026 15:04 WIB

Kamis, 15 Okt 2026 15:04 WIB

SURABAYAPAGI.com, Banyuwangi - Untuk pertama kalinya dalam 14 tahun penyelenggaraan, pagelaran tari kolosal Gandrung Sewu 2026 di Banyuwangi, akan menghadirkan…

Aksi Demo Warga Mliriprowo Meluas ke Kantor Kecamatan Tarik, Desak Kades Mamok Segera Mundur

Aksi Demo Warga Mliriprowo Meluas ke Kantor Kecamatan Tarik, Desak Kades Mamok Segera Mundur

Kamis, 15 Okt 2026 14:56 WIB

Kamis, 15 Okt 2026 14:56 WIB

SURABAYAPAGI.com, Sidoarjo – Gelombang protes dan ketidakpuasan masyarakat Desa Mliriprowo, Kecamatan Tarik, Kabupaten Sidoarjo, tampaknya kian tidak t…

Modus Pinjol Fiktif, Warga Gresik Diperas Pakai Ancaman Foto Porno

Modus Pinjol Fiktif, Warga Gresik Diperas Pakai Ancaman Foto Porno

Kamis, 15 Okt 2026 14:12 WIB

Kamis, 15 Okt 2026 14:12 WIB

SURABAYAPAGI.com, Gresik – Modus pemerasan berkedok penagihan pinjaman online (pinjol) kembali terungkap di Kabupaten Gresik. Seorang perempuan warga Manyar m…

Warga Desa Ngaglik Blitar Temukan Bayi Perempuan Terbungkus Plastik di Balik Tembok Rumah

Warga Desa Ngaglik Blitar Temukan Bayi Perempuan Terbungkus Plastik di Balik Tembok Rumah

Kamis, 15 Okt 2026 14:09 WIB

Kamis, 15 Okt 2026 14:09 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar - Penemuan bayi perempuan yang terbungkus plastik di sertai ceceran darah yang masih basah dan ari ari berada di saping bayi, di…