Meriahkan Pesta Rakyat Hari Jadi ke-753 Kabupaten Sumenep, Bupati Sumenep Launching Lagu Kedua

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Bupati Sumenep, Achmad Fauzi menyanyikan lagunya di atas panggung di hadapan ribuan pengunjung. SP/Ainur Rahman
Bupati Sumenep, Achmad Fauzi menyanyikan lagunya di atas panggung di hadapan ribuan pengunjung. SP/Ainur Rahman

i

SURABAYAPAGI.COM, Sumenep - Bupati Sumenep Ra Achmad Fauzi SH, MH mengajak seluruh lapisan masyarakat turut memeriahkan Hari Jadi ke-753 Kabupaten Sumenep yang sudah berlangsung selama bulan Oktober.

Menurutnya, kegiatan yang berlangsung sangat meriah, salah satunya adalah Pesta Rakyat dengan menampilkan berbagai kegiatan seperti Pelangi di Sumenep.

“Pemerintah Kabupaten Sumenep dalam rangka menyambut dan memeriahkan Hari Jadi ke-753, telah memprogramkan agenda acara, antara lain Pelangi di Sumenep 2022,” katanya kepada awak media. 

Pelangi di Sumenep kata dia,  mengusung tema ”Merawat Kebersamaan Dalam Keberagaman”. Dalam kegiatan tersebut ada Festival Busana Etnik, Festival Kuliner Etnik, serta Lomba Fotografi.

"Saya mengajak seluruh masyarakat untuk hadir bergembira menyaksikan kemeriahan Pelangi di Sumenep, termasuk kegiatan lainnya mulai pagi pukul 05.30 hingga 23.00 WIB," tuturnya.

Bupati mengungkapkan, Pelangi di Sumenep rencananya dihadiri oleh Puteri Indonesia Favorit Jawa Timur 2022 Melati Tedja dan salah satu chef profesional.

"Sekali lagi, ayo hadir meramaikan Pesta Rakyat Hari Jadi Ke-753 Kabupaten Sumenep 2022, di sebelah sisi timur Taman Potre Koneng (Taman  Bunga),” ungkapnya.

Sementara itu, Malam puncak peringatan Hari Jadi Kabupaten Sumenep ke-753 dimeriahkan oleh sejumlah artis dangdut.

Kehadiran artis dangdut pada Minggu malam, 23 Oktober 2022, di pesta rakyat dalam rangka Hari Jadi Kabupaten Sumenep ke-753 bertajuk “Harmoni Bumi Sumekar” yakni Irwan DA2, Tri KDI, Ardhea KDI, Firdaus DA4, Mega Kurnia KDI. Kemudian Aries Rebord, Zadey, Deddy, Dwiki, Sunandar dan sis yang diiringi langsung Reborn Band dan ZaptaNada, mampu menyedot ribuan masyarakat.

Animo warga Kabupaten Sumenep ini terlihat sangat tinggi dan memadati depan area  panggung.

Dalam kesempatan itu, Bupati Sumenep, Achmad Fauzi, melantunkan lagu kedua setelah mencintai tak harus dicintai, dalam kesempatan bupati menyampaikan salah satu alasan sebuah single keduanya bahwa Sumenep harus ada yang baru setiap bulannya.

“Kabupaten Sumenep itu setiap bulan harus ada yang baru,” ujarnya di atas panggung sebelumnya menyanyikan langsung dihadapan ribuan pengunjung.

Bupati juga menyampaikan terima kasih kepada para pelaksana kegiatan dan dukungan masyarakat, sehingga acara peringatan Hari Jadi Kabupaten Sumenep ke-753 berlangsung sukses dan meriah.

“Tahun depan kami selaku Pemerintah Kabupaten Sumenep akan berupaya menyajikan yang lebih meriah lagi, dalam memperingati Hari Jadi Kabupaten kita ini,” pungkasnya. 

Setiap tanggal 31 Oktober, Kabupaten Sumenep, Provinsi Jawa Timur memperingati hari ulang tahun. Khusus tahun 2022 ini, kabupaten yang berada di ujung timur pulau Madura ini tengah berada di usia ke 753 tahun.

Disampaikan Bupati Sumenep, untuk memastikan momen ultah Kab. Sumenep, Bupati mewajibkan seluruh ASN untuk menggunakan baju adat. Hal tersebut berasal dari nilai-nilai budaya lokal.

Selain itu juga memberikan semangat kepada para ASN dalam menjalankan tugas dan memberikan seperti para raja keraton dahulu.

Sementara kepala Disbudporapar kab. Sumenep, Mohammad Iksan, ST, menyampaikan untuk tema hari jadi tahun ini  memiliki makna yang berbeda daripada tahun sebelumnya.

Untuk tema dan logonya sudah disiapkan yaitu diambil dari kesimpulan makna logo hari jadi Sumenep ke-753 yakni, “Harmoni Bumi Sumekar”. Logo Hari Jadi Sumenep ke-753 sudah rampung dan sudah diresmikan oleh yang terhormat Bapak Bupati,” kata Mohammad Iksan, ST.

Terdapat beberapa makna pada logo Hari Jadi Kabupaten Sumenep ke-753, yakni warna merah melambangkan cinta, warna kuning artinya energi jiwa sementara warna oranye melambangkan kehangatan.

Iksan menjelaskan makna dari simbol-simbol logo Hari jadi Sumenep ke-753, diantaranya; simbol leburan warna dibelakang angka yang berwarna cerah itu menggambarkan keragaman hidup masyarakat yang optimis dalam merealisasikan pembangunan.

Sementara, Desain angka 7 menggambarkan arah tujuan hidup manusia yang mampu berdiri tegak (mandiri). Sedangkan desain angka 5 dan 3 memiliki makna toleransi yang antara satu dengan yang lain mampu bergandengan dan mengikat sendiri untuk saling melengkapi.

Kemudian, Logo burung di kepala angka 5 dan 3 itu merupakan burung kakak tua jambul kuning endemik Sumenep memiliki karakter hewan yang pintar dan menarik, menjadi simbol bahwa Sumenep memiliki potensi yang menjadi daya tarik sendiri dan sudah menjadi karakter masyarakat Sumenep.

“Kesimpulan dari logo Hari Jadi Sumenep kali ini adalah menggambarkan kehangatan, cinta dan energi positif dari kehidupan masyarakat untuk berkontribusi dalam pembangunan sebagai bentuk ciri khas masyarakat Sumenep yang mampu membangun optimisme, kemandirian dan saling bergandengan/bahu membahu diatas nilai-nilai keberagaman guna mewujudkan pembangunan yang merata,” jelasnya.

Selain itu, perayaan Hari Jadi Kota Sumenep tahun 2022 ini berlangsung sangat meriah dengan kemasan acara yang menarik dalam terhitung dari tanggal 1 oktober sampai selesai. Pungkasnya. AR

Berita Terbaru

Ada Kegiatan Perantingan Pohon, Jalan Gunungsari Surabaya Macet Parah Sejak Pagi

Ada Kegiatan Perantingan Pohon, Jalan Gunungsari Surabaya Macet Parah Sejak Pagi

Selasa, 16 Jun 2026 14:00 WIB

Selasa, 16 Jun 2026 14:00 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Suasana di Kota Pahlawan sejak pagi hari, Senin (16/06/2026) mengalami kemacetan parah hingga mengular cukup panjang sehingga laju…

Uri-uri Budaya, Pemdes Bogempinggir Gelar Larung Sesaji di Sungai Mas

Uri-uri Budaya, Pemdes Bogempinggir Gelar Larung Sesaji di Sungai Mas

Selasa, 16 Jun 2026 13:44 WIB

Selasa, 16 Jun 2026 13:44 WIB

SURABAYAPAGI.com, Sidoarjo - Pemerintahan Desa (Pemdes) Bogempinggir, Kecamatan Balongbendo, menggelar upacara adat larung sesaji di sungai mas, Selasa…

Wali Kota Malang Terbitkan SE Larangan ASN Main Medsos saat Jam Kerja

Wali Kota Malang Terbitkan SE Larangan ASN Main Medsos saat Jam Kerja

Selasa, 16 Jun 2026 13:25 WIB

Selasa, 16 Jun 2026 13:25 WIB

SURABAYAPAGI.com, Malang - Menindaklanjuti respon ditemukannya ASN yang menggunakan waktu kerja untuk membuat konten di media sosial (medsos), saat ini Wali…

Warga Bondowoso Pilih Beralih ke Sepeda Kayuh, Tekan Biaya Operasional

Warga Bondowoso Pilih Beralih ke Sepeda Kayuh, Tekan Biaya Operasional

Selasa, 16 Jun 2026 12:34 WIB

Selasa, 16 Jun 2026 12:34 WIB

SURABAYAPAGI.com, Bondowoso - Baru-baru ini ada yang unik imbas kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertamax turut mulai memicu perubahan pola…

Dampak Rupiah Melemah, Harga Obat di Bondowoso Mulai Alami Kenaikan Bertahap

Dampak Rupiah Melemah, Harga Obat di Bondowoso Mulai Alami Kenaikan Bertahap

Selasa, 16 Jun 2026 12:01 WIB

Selasa, 16 Jun 2026 12:01 WIB

SURABAYAPAGI.com, Bondosowo - Melihat fenomena nilai rupiah terhadap dolar yang melemah, ternyata turut berdampak pada kenaikan harga sejumlah obat di apotek…

Gelombang Tinggi hingga 2,5 Meter: Nelayan di Teluk Prigi Tunda Aktivitas Melaut

Gelombang Tinggi hingga 2,5 Meter: Nelayan di Teluk Prigi Tunda Aktivitas Melaut

Selasa, 16 Jun 2026 11:40 WIB

Selasa, 16 Jun 2026 11:40 WIB

SURABAYAPAGI.com, Trenggalek - Akibat fenomena gelombang tinggi di laut selatan yang mencapai sekitar 2,5 meter membuat mayoritas nelayan di kawasan pesisir…