Reni Astuti Dorong Pemkot Libatkan Masyarakat Dalam Fungsi Pengawasan

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Surabaya Reni Astuti mendorong Pemkot untuk melakukan sosialisasi pada masyarakat terkait pekerjaan dan dampak yang ditimbulkan. Hal itu sebagai langkah nyata melibatkan masyarakat dalam fungsi pengawasan. 

"Selain itu, anggaran Rp 440 miliar itu juga harus terserap optimal. Tidak hanya menyelesaikan soal genangan di jalanan kota, namun juga di permukiman padat penduduk. Jika banjir dan air masuk ke rumah, tentu sangat mengganggu aktivitas warga," jelas Reni. 

Meski dikejar deadline pengerjaan, Reni tak ingin pembangunan dilaksanakan asal-asalan. Waktu yang tepat dan kualitas yang bagus harus berjalan beriringan. 

"Apakah di akhir 2022 ini benar akan selesai pembangunannya? Semua pihak bisa turut mengawasi progressnya. Jika akhir tahun belum selesai, maka ada yang harus dibenahi dari sisi perencanaan Pemkot. Tapi, mari, kita berharap yang terbaik," katanya. 

Reni juga memiliki beberapa catatan perihal upaya pengendalian banjir di kota Pahlawan ini. Salah satunya, ia mengingatkan pada OPD terkait agar jumlah titik genangan harus turun tiap tahun, bukan berpindah. 

"Jangan sampai pembangunan juga tak boleh memindahkan masalah. Artinya titik genangan atau banjir malah berpindah, di daerah ini yang dulu banjir sekarang tidak banjir, tapi disebelah yang dulunya tidak banjir sekarang jadi banjir," ungkap Reni Astuti. 

Reni melanjutkan, progres pembangunan haru terlihat nyata dan manfaatnya benar-benar dapat dirasakan masyarakat. Selain itu Ia mengingatkan masalah utilitas. 

"Pembangunan ini tak boleh menimbulkan masalah lain. Misalnya, saat pengerjaan malah pipa PDAM kena. Atau masalah lain seperti kemacetan dan jalanan yang kotor. Untuk mengatasinya, harus ada koordinasi antar OPD terkait," kata Reni. Alq

Berita Terbaru

Dugaan Korupsi di Pajak dan BC Terlalu Banyak

Dugaan Korupsi di Pajak dan BC Terlalu Banyak

Jumat, 06 Feb 2026 00:40 WIB

Jumat, 06 Feb 2026 00:40 WIB

MAKI: Kebocoran Penerimaan Negara Akibat Tata Kelola Pajak yang Buruk Sudah Masuk Kategori Darurat Nasional            SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Masya…

Menkeu Mulai Shock Therapy Pejabat Pajak dan BC

Menkeu Mulai Shock Therapy Pejabat Pajak dan BC

Jumat, 06 Feb 2026 00:37 WIB

Jumat, 06 Feb 2026 00:37 WIB

34 Pejabat Bea Cukai dan  40-45 Pejabat Direktorat Jenderal Pajak Dibuang ke Tempat Sepi, dari Wilayah Gemuk Usai OTT KPK       SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - …

Restitusi Pajak Puluhan Miliar Diatur Pejabat Pajak Dalang Wayang Kulit

Restitusi Pajak Puluhan Miliar Diatur Pejabat Pajak Dalang Wayang Kulit

Jumat, 06 Feb 2026 00:32 WIB

Jumat, 06 Feb 2026 00:32 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - KPK menyita barang bukti berupa uang saat operasi tangkap tangan (OTT) di KPP Madya Banjarmasin, Kalimantan Selatan (Kalsel).…

Guru dan Dosen Gugat ke MK, APBN Jangan untuk MBG

Guru dan Dosen Gugat ke MK, APBN Jangan untuk MBG

Jumat, 06 Feb 2026 00:28 WIB

Jumat, 06 Feb 2026 00:28 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Penggunaan anggaran pendidikan dalam APBN untuk makan bergizi gratis (MBG) kembali digugat ke Mahkamah Konstitusi (MK). Kali ini,…

Bulan Syaban

Bulan Syaban

Jumat, 06 Feb 2026 00:25 WIB

Jumat, 06 Feb 2026 00:25 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Bulan Syaban merupakan bulan kedelapan dalam kalender Hijriah dan termasuk juga bulan mulia yang dimana letak waktunya berada…

Jokowi Ajak PSI Mati-matian, Diduga Pertahankan Dinastinya

Jokowi Ajak PSI Mati-matian, Diduga Pertahankan Dinastinya

Jumat, 06 Feb 2026 00:23 WIB

Jumat, 06 Feb 2026 00:23 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Judul utama harian Surabaya Sore edisi Rabu (4/2) kemarin "PSI Siap Mati-matian Ikuti Jokowi". Judul ini terkesan bombastis. Tapi…