Dokter: Akupuntur Bisa Jadi Terapi Pasien Ginjal Kronik Anak

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news

SURABAYAPAGI, Surabaya - Dokter spesialis akupuntur dr. Irma Nareswari, Sp.Ak mengatakan metode akupuntur bisa menjadi pilihan terapi pada pasien Sindrom Nefrotik (SN) atau penyebab penyakit ginjal kronik pada anak tanpa interaksi obat.

"Jadi kami tidak menggunakan pengobatan atau nonfarmakologis sehingga tidak ada interaksi obat tertentu pada pasien-pasien SN, jadi dapat menggunakan jarum atau dengan menggunakan laser tergantung dari usia anak itu," kata Irma.

Sindrom nefrotik merupakan penyakit ginjal Ayang menyebabkan pembengkakan wajah, kaki ataupun tubuh pada anak. Penyakit ini terjadi karena adanya proses imunologis yang menyebabkan pengeluaran protein melalui air kemih.

Pada pasien anak, akupuntur dengan penggunaan jarum bisa dilihat dari usianya. Mulai dari usia enam tahun sudah bisa menggunakan akupuntur model jarum yang ukurannya lebih kecil dari jarum akupuntur untuk dewasa. Sedangkan untuk usia enam tahun ke bawah biasanya akan menggunakan laser akupuntur.

"Mulai dari 6 tahun sebenarnya bisa dengan jarum akupuntur. Jarum akupuntur untuk dewasa itu empat kali lebih kecil dari peniti jadi halus banget, ukuran jarum akupuntur untuk anak-anak itu enam kali lebih kecil daripada peniti jadi sangat halus dan tidak terasa," ucap Irma.

Irma menjelaskan akupuntur sudah bisa dilakukan pada saat pasien terdiagnosa kanker di awal. Biasanya pasein kanker yang telah terdiagnosa kanker akan mengalami rasa cemas, dan pola tidur terganggu. Jika kondisi tersebut tidak membaik biasanya akan dikonsultasikan ke psikiataer atau psikolog.

Dengan akupuntur dapat membantu mengurangi rasa cemas dan memperbaiki pola tidur tersebut sehingga sangat baik untuk pencegahan sebelum terjadi efek samping dari terapi kemo seperti mual dan muntah.

"Jadi tidak hanya semata-mata bisa akupuntur, tapi kita akan melihat lagi kondisi pasiennya. Terkadang mungkin ada keluhan nyeri tapi tidak tahu itu kanker jadi tidak perlu menunggu kemonya atau radiasinya tapi bisa mulai pada saat diagnosa kanker itu," ucap Irma.

Dalam terapi akupuntur dengan jarum, efek samping yang paling sering terlihat adalah lebam seperti terbentur, namun hal ini wajar dan tidak menyebabkan kecacatan atau keparahan penyakit.

"Tapi jangan khawatir dalam waktu satu pekan itu akan hilang, kalau masih agak linu itu dapat dikompres es batu. Jadi efek sampingnya itu sangat minimal tidak menyebabkan kecacatan atau keparahan penyakit," katanya.hlt/akp

Berita Terbaru

Antisipasi Momentum Natal, Pemkab Ngawi Pantau Harga dan Pasokan Bapok

Antisipasi Momentum Natal, Pemkab Ngawi Pantau Harga dan Pasokan Bapok

Kamis, 05 Nov 2026 11:13 WIB

Kamis, 05 Nov 2026 11:13 WIB

SURABAYAPAGI.com, Ngawi - Guna mengantisipasi tingginya permintaan selama momentum Natal 2026 dan Tahun Baru 2027, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ngawi,…

Buntut Masalah Status Tanah, Pemkab Probolinggo Pindahkan KDKMP Kandangjati Kulon

Buntut Masalah Status Tanah, Pemkab Probolinggo Pindahkan KDKMP Kandangjati Kulon

Kamis, 05 Nov 2026 11:07 WIB

Kamis, 05 Nov 2026 11:07 WIB

SURABAYAPAGI.com, Probolinggo - Menindaklanjuti terkait kepemilikan tanah di atas bangunan koperasi yang sudah dibangun, Pemerintah Kabupaten (Pemkab)…

Wali Kota Eri Cahyadi Dorong Pemuda dan Ulama Perkuat Gerakan Antinarkoba

Wali Kota Eri Cahyadi Dorong Pemuda dan Ulama Perkuat Gerakan Antinarkoba

Kamis, 05 Nov 2026 11:01 WIB

Kamis, 05 Nov 2026 11:01 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Guna memberantas peredaran narkotika dan minuman keras serta melindungi generasi muda, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengajak…

Perketat Keamanan MBG, Pemkab Sidoarjo Dorong 3 SPPG Segera Penuhi Syarat SLHS

Perketat Keamanan MBG, Pemkab Sidoarjo Dorong 3 SPPG Segera Penuhi Syarat SLHS

Kamis, 05 Nov 2026 10:56 WIB

Kamis, 05 Nov 2026 10:56 WIB

SURABAYAPAGI.com, Sidoarjo - Guna meningkatkan dan memperketat keamanan makanan bagi penerima manfaat Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) tetap terjaga,…

Tuntaskan Program Akhir Tahun, DPMD Jatim Resmi Gelar Rakor Evaluasi Program Pemberdayaan Masyarakat Desa Se-Jawa Timur

Tuntaskan Program Akhir Tahun, DPMD Jatim Resmi Gelar Rakor Evaluasi Program Pemberdayaan Masyarakat Desa Se-Jawa Timur

Kamis, 05 Nov 2026 10:52 WIB

Kamis, 05 Nov 2026 10:52 WIB

SURABAYAPAGI.com, Sidoarjo – Pijar semangat penuntasan program kerja akhir tahun Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Provinsi Jawa Timur menggelora. H…

Antisipasi Ancaman Bencana Alam, Pemkab Situbondo Bentuk Enam "Destana"

Antisipasi Ancaman Bencana Alam, Pemkab Situbondo Bentuk Enam "Destana"

Kamis, 05 Nov 2026 10:51 WIB

Kamis, 05 Nov 2026 10:51 WIB

SURABAYAPAGI.com, Situbondo - Sebagai upaya memperkuat kesiapsiagaan masyarakat dalam mengantisipasi ancaman bencana alam, Pemerintah Kabupaten (Pemkab)…