Terapis: Cara Bantu Orang Terdekat Alami Serangan Panik

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news

SURABAYAPAGI, Surabaya - Serangan panik bisa datang di waktu yang tak terduga. Bila hal ini terjadi pada orang terdekat, ada satu teknik sederhana yang bisa dilakukan untuk membantu.

Pelatih kesehatan mental Dr Hana Patel mengatakan, serangan panik merupakan istilah untuk serangkaian gejala yang dirasakan seseorang ketika mereka tiba-tiba merasa cemas. Gejala yang muncul saat serangan panik bisa sangat beragam, mulai dari gemetar, tidak bisa mengetahui diri sendiri sedang berada di mana, mual, dan jantung berdebar cepat atau tak beraturan.

"Sensasi mulut kering, perasaan sesak napas, dan merasa berkeringat atau seperti mau pingsan," ungkap Dr Patel, seperti dilansir Metro.co.uk.

Terapis kesehatan mental okupansi, Mark McGuain, mengatakan gejala-gejala yang muncul saat serangan panik jarang membahayakan fisik. Namun, bagi yang mengalaminya, gejala-gejala ini bisa terasa sangat membahayakan, terlebih saat terjadi serangan jantung atau sesak napas.

Kondisi ini membuat orang yang mengalami serangan panik bisa menjadi semakin panik dan memperburuk gejala yang muncul. Oleh karena itu, orang lain yang ada di sekitar perlu turun tangan dan membantu menenangkan orang yang sedang mengalami serangan panik.

Salah satu cara untuk membantu orang yang mengalami serangan panik adalah dengan melakukan teknik 54321. Menurut Mark, teknik ini juga bisa dilakukan sendiri oleh orang yang mengalami serangan panik. Namun, akan lebih baik bila ada orang lain yang mendampingi dan membimbing.

Untuk melakukan teknik ini, minta orang yang sedang mengalami serangan panik untuk berfokus pada lima hal. Berikut ini adalah kelima hal tersebut:

Pertama, lima hal yang bisa mereka lihat. Kedua, empat hal yang bisa mereka sentuh. Ketiga, tiga hal yang bisa mereka dengar. Keempat, dua hal yang bisa mereka baui. Kelima, satu hal yang bisa mereka rasakan

 Dengan cara ini, fokus orang yang sedang mengalami serangan panik akan mulai kembali. Lambat laun, serangan panik atau lonjakan kecemasan bisa mulai terkontrol.

Bila sudah mulai terkontrol, langkah selanjutnya yang bisa dilakukan adalah membantu orang yang sedang serangan panik untuk latihan bernapas. Latihan bernapas ini bisa dilakukan dengan cara menarik napas secara dalam, perlahan, dan lembut, melalui hidung.

"Selanjutnya, menghembuskan napas secara perlahan, dalam, dan lembut melalui mulut," ujar Dr Patel.

Hal lain yang bisa dilakukan adalah mengingatkan orang yang sedang serangan panik bahwa gejala mereka akan membaik. Ingatkan pula bahwa mereka akan baik-baik saja karena gejala yang mereka rasakan bisa sangat menakutkan.hlt/srt

Berita Terbaru

Batang Hidungnya tak Tampak

Batang Hidungnya tak Tampak

Minggu, 12 Jul 2026 22:28 WIB

Minggu, 12 Jul 2026 22:28 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Hingga semalam (12/7), mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung, Febrie Adriansyah, masih belum…

Inggris, Diunggulkan Menang Tipis

Inggris, Diunggulkan Menang Tipis

Minggu, 12 Jul 2026 22:26 WIB

Minggu, 12 Jul 2026 22:26 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Inggris mengandalkan kedalaman skuad yang merata dan ketajaman Harry Kane, sedangkan Argentina bermodal mental juara bertahan dan…

Cuci Uang (TPPU) dari Uang Korupsi

Cuci Uang (TPPU) dari Uang Korupsi

Minggu, 12 Jul 2026 22:24 WIB

Minggu, 12 Jul 2026 22:24 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Sejak Sabtu, mantan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus), Febrie Adriansyah (FA) Febrie ditetapkan tersangka…

Jangan Saling Buka Borok

Jangan Saling Buka Borok

Minggu, 12 Jul 2026 22:22 WIB

Minggu, 12 Jul 2026 22:22 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Saya mendukung pelimpahan 3 kasus korupsi yang sebelumnya ditangani Kortas Tipikor Polri dan Polda Metro Jaya ke Kejaksaan Agung…

Febrie Diduga Sembunyikan Aset Secara Canggih

Febrie Diduga Sembunyikan Aset Secara Canggih

Minggu, 12 Jul 2026 22:19 WIB

Minggu, 12 Jul 2026 22:19 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Di balik dinding kayu sebuah rumah di Sentul, Bogor, penyidik menemukan brankas tersembunyi berisi 74 kilogram emas dan uang tunai…

Bukan Sekadar Perpindahan Penanganan Perkara

Bukan Sekadar Perpindahan Penanganan Perkara

Minggu, 12 Jul 2026 22:18 WIB

Minggu, 12 Jul 2026 22:18 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Saya menghormati kesepakatan antara Polri dan Kejagung yang memutuskan penanganan perkara Febrie Adriansyah kepada Kejagung. Kita…