Waspada, Corona XBB di Surabaya Mulai Menyebar

author surabayapagi.com

- Pewarta

Minggu, 13 Nov 2022 21:54 WIB

Waspada, Corona XBB di Surabaya Mulai Menyebar

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Dalam sepekan, kasus harian Covid-19 di Indonesia meningkat cukup signifikan. Tertinggi pada Sabtu (12/11/2022) kemarin mencapai 6.179 kasus. Sedangkan, Minggu (13/11/2022) kemarin, 4.877 kasus. Dari kasus itu, kota Surabaya menjadi terbanyak kedua secara nasional, setelah Jakarta.

Data kasus harian Covid-19 di Kota Surabaya per Minggu (13/11/2022) sendiri mencapai 675 kasus. Kenaikan ini diduga imbas adanya Covid-19 sub varian Omicron XBB yang penyebarannya cukup cepat. Nanik Sukristina Kepala Dinas Kesehatan Kota Surabaya mengungkapkan, dirinya masih harus merinci apakah kenaikan signifikan di Surabaya itu karena varian baru XBB atau bukan.

Baca Juga: Dispendik Surabaya Pastikan Pramuka Tetap Berjalan

“Beberapa hari ini memang ada kenaikan, perhitungan kami sejak lusa kemarin naik dari 619 jadi 675 kasus aktif. Tetapi kami masih belum bisa merinci, apakah kena varian baru atau bukan. Masih perlu tes lebih lanjut,” ujar Nanik waktu dikonfirmasi, Minggu (13/11/2022).

Pasien terkonfirmasi Covid-19 tersebut beberapa ada yang dirujuk ke Rumah Sakit dan menjalani isolasi mandiri. Sedangkan untuk layanan kesehatan masih berjalan normal. “Kalau pasien gejalanya berat mereka lagsung periksa di rumah sakit dan perawatan di sana. Jika ringan bisa isolasi mandiri,” kata Nanik.

Kepada masyarakat, Nanik kembali mengingatkan pentingnya menjaga perhatian untuk kesehatan diri. Terutama peneparan protokol kesehatan dan pola hidup bersih dan sehat (PHBS).

Sementara itu Hidayat Syah Kepala BPBD Surabaya menyebut berbagai langkah sudah mulai diterapkan sebagai fungsi mengontrol kenaikan kasus Covid-19. Antara lain seperti asesmen kegiatan di ruang terbuka dengan massa yang banyak mulai dikurangi, lalu penerapan PeduliLindungi di setiap mal Surabaya.

Serta kesiagaan Tim Gerak Cepat (TGC) dari pihak puskesmas untuk menangani pasien Covid-19 yang membutuhkan penanganan cepat melalui panggilan 112. “Tapi sampai saat ini masih belum ada panggilan dari masyarakat tentang bantuan kasus Covid-19,” ujar Hidayat.

Selain itu, Hidayat menjelaskan pihak BPBD dan Dinkes Surabaya juga melakukan koordinasi supaya kembali menggeliatkan vaksin booster. “Tapi kendalanya jumlah vaksin sekarang masih terbatas, harus menunggu dari pusat dulu. Tapi di rumah sakit vaksin masih tersedia,” ucapnya.

 

Swab Hunter

Kemudian, pihak BPBD juga menjadwalkan adanya swab hunter di beberapa lokasi dalam waktu dekat. Hidayat mengaku jika pihaknya sudah memetakan beberapa titik sejak dua minggu terakhir.

Hidayat berharap langkah penanggulangan bencana Covid-19 ini bisa meredam angka kenaikan kasus. Dan perekonomian di Surabaya tidak mengalami hambatan. “Ekonomi di Surabaya baru mengalami peningkatan, kami ingin adanya upaya-upaya ini agar tidak menganggu hal tersebut,” jelas Hidayat.

Baca Juga: Pemkot Surabaya Siapkan Langkah Antisipasi Fenomena Urbanisasi

 

Gejala Flu Batuk

Ditengah naiknya kasus Covid-19, juga masyarakat sedang didera penyakit batuk dan flu. Apalagi saat ini memasuki musim penghujan yang bisa membuat daya tahan tubuh menurun.

Ciri paling umum yang bisa membedakan infeksi SARS-CoV-2 dengan flu biasa terletak pada karakter batuk yang ditimbulkan.

Meski begitu, Juru Bicara Satgas Covid-19 mengatakan masyarakat tidak perlu resah. Untuk itu masyarakat tetap rajin melakukan tes Covid.

"Ada yang bergejala, dites covid, ternyata positif. Ada yang bergejala, dites covid, ternyata negatif. Jadi ada tes nya masing-masing," ujar dr Tonang Dwi Ardyanto, Minggu (13/11/2022).

Baca Juga: Cegah Inflasi di Surabaya , BLT Rencana Dicairkan untuk Keluarga Miskin

Ia menambahkan, saat ini sudah ada beberapa tempat yang menawarkan tes PCR multiplex. Artinya, dalam sekali tes, alat tersebut bisa menggunakan beberapa reagen untuk mendeteksi covid, influenza (dengan beberapa jenis virus) maupun bakteri yang sama-sama bisa menyebabkan gejala di saluran pernafasan.

"Dengan demikian, sekali jalan, bisa sekalian dipastikan penyebabnya. Maka ada yang memang terjadi infeksi simultan: antara covid dan virus atau bakteri lainnya. Bisa juga memang berdiri sendiri-sendiri," lanjut Tonang.

Menurut Tonang, saat ini masyarakat wajib mengatur diri sendiri, keluarga, kelompok dan barangkali masyarakat secara terbatas. Jika tidak ingin tertular penyakit, sebaiknya mereka sadar dan menggunakan masker.

Begitu juga dengan individu yang tidak ingin menularkan penyakitnya kepada orang lain, maka ia juga wajib memakai masker.

Imbauan serupa juga disampaikan oleh Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular (P2P) Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Siti Nadia Tarmizi. Nadia mengatakan, ada baiknya mereka yang terkena bapil pada hari pertama segera melakukan tes Covid-19. Sebab, baik diri sendiri atau orang lain tidak tahu apakah batuk pilek yang dialami orang tersebut adalah gejala Covid-19 atau tidak. ana/jk/erk/rmc

Editor : Moch Ilham

BERITA TERBARU