SURABAYAPAGI, Surabaya - Kesehatan menjadi salah satu hal terpenting dalam pertumbuhan anak. Di tengah kemudahan akses informasi saat ini, tapi para orang tua juga masih dihadapkan pada mitos terkait kesehatan.
Dokter Anak, dr I Gusti Ayu Nyoman Partiwi SpA MARS atau akrab disapa dr Tiwi, berbagi beberapa mitos seputar kesehatan keluarga dan anak. Menurut dr Tiwi, orang tua sebaiknya lebih bijak dalam menyikapi informasi terkait kesehatan anak yang beredar di media sosial.
Mitos yang pertama yakni terkait dengan susu formula menurunkan kecerdasan anak.“Faktanya, kecerdasan anak ditentukan oleh tiga faktor utama, yakni kebutuhan asuh (makanan dan minuman bernutrisi), kebutuhan asih (pemenuhan kasih sayang) dan kebutuhan asah (stimulasi yang tepat). Susu formula di sisi lain, bisa menjadi solusi yang bisa membantu anak di atas satu tahun menaikkan berat badan,” kata dr Tiwi.
Dr Tiwi menyarankan orang tua untuk mengeksplorasi berbagai jenis olahan susu, misalnya es krim atau gelato, agar lebih menarik bagi anak.
Mitos yang kedua yakni bayi perempuan lebih cepat bicara. Jenis kelamin bayi tidak menentukan kemampuan berbicara. Kecerdasan terbentuk dari kromosom X. Walau perempuan memiliki dua kromosom X dan laki-laki hanya punya satu kromosom X, tanpa adanya stimulasi maka kemampuan berbicara tidak akan terangsang.
Menurut dr Tiwi, ada berbagai contoh kegiatan untuk menstimulasi kemampuan berbicara anak. Misalnya bercerita dan membaca bersama anak.
Dan mitos berkaitan dengan anak selanjutnya adalah anak jinjit saat belajar jalan adalah hal tidak wajar. Berjinjit adalah tahapan awal belajar jalan. Bayi yang menggunakan baby walker sebagai stimulan saat belajar jalan akan cenderung berjinjit untuk mengenali permukaan lantai sebelum benar-benar lancar berjalan.hlt/mts
Editor : Mariana Setiawati