Ketua LSM JCW: Jangan Ganggu Pedagang Pasar Anom Sumenep

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Ketua LSM JCW Sumenep, DR. H.M. Sajali SH, MH, MM saat dikunjungi reporter Surabaya Pagi di kediamannya. SP/Ainur Rahman
Ketua LSM JCW Sumenep, DR. H.M. Sajali SH, MH, MM saat dikunjungi reporter Surabaya Pagi di kediamannya. SP/Ainur Rahman

i

SURABAYAPAGI.COM, Sumenep - Setelah diberitakan lewat media, terkait proyek portal masuk Pasar Anom kab Sumenep, berikut desakan penolakan para pedagang, akhirnya mencuat beberapa nama yang mendampingi para pedagang untuk mendapatkan haknya.

Salah satu diantaranya adalah, Dr. H.M. Sajali SH, MH, MM, aktivis dan pegiat sosial di kab Sumenep yang suka membantu masyarakat awam dalam pendampingan hukum.

Tidak hanya itu, ada beberapa aktivis lainnya yang juga memberikan support bagi masyarakat untuk melawan kebijakan pemerintah yang dinilai tidak memihak masyarakat banyak.

Diketahui,  Dr. H.M. Sajali, SH. MH, MM, adalah Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Jatim Corruption Watch (JCW) Kab Sumenep.

Saat dikonfirmasi di kediamannya, di Jl Dr. Cipto No. 48 Kolor – Sumenep, Sajali sapaan akrabnya, mengakui jika telah mendapat mandat untuk mendampingi pedagang di Pasar Anom dalam menuntut haknya.

"Saya akan selalu bersama masyarakat dalam hal apapun, termasuk melakukan pendampingan atas hak pedagang lapak di pasar Anom Kab Sumenep," ujarnya.

Dikatakan Sajali, bahwa sebelum tiang portal pintu masuk pada areal Pasar Anom dipasang, pihaknya sudah menyampaikan perihal tentang pedagang, baik kepada kepala dinas perdagangan dan kepada kepala bidang perdagangan Kab. Sumenep.

"Sebelum tiang portal itu dipasang, saya sampaikan kepada pak Kadisperindag dan Kepala Bidang perdagangan Kab. Sumenep, agar tidak mengganggu pedagang di Pasar Anom," terangnya.

Menurutnya, terserah sekalipun arah ke pasar Anom itu dipasang portal, hanya jangan sampai mengganggu pedagang lapak disana, sebab mereka membangun lapaknya itu dengan modal sendiri.

"Terserah mau dipasang portal atau tidak yang terpenting jangan sampai mengganggu para pedagang disana, sebab kasihan mereka berjualan dari pagi sampai sore untuk mengais rezeki," ungkapnya.

“Jika adanya pintu portal itu, sudah menjadi pertimbangan Kepala Dinas Disperindag dengan para pedagang, kita bisa apa? Silahkan saja. Tapi jika belum sinkron, silahkan dikaji ulang, supaya tidak terjadi persoalan dibelakang hari,” jelasnya.

"Sah-sah saja pemerintah melakukan upaya penertiban pasar Anom, namun alangkah baiknya juga mendapat dukungan dari para pedagang yang ada di pasar," imbuhnya.

Dikatakan Sajali, pihaknya tak bisa berbuat apa-apa, kalau sudah menyangkut masyarakat banyak, selain melawan dan memperjuangkan haknya.

"Sampean tahu kan, tugas saya sebagai control sosial kemasyarakatan, harus bersama masyarakat dalam melakukan pendampingan hukum dan membela haknya," jelasnya.

Makanya, kata dia, pemerintah kabupaten harus bersinergi dengan masyarakat dalam memberikan pelayanan maksimal salah satunya memberikan fasilitas yang nyaman kepada mereka, terutama para pedagang di pasar.

Sementara Kepala Dinas Perdagangan Kab. Sumenep, Chainur Rasyid belum bisa ditemui di kantornya, karena sedang berada diluar kota.

"Mohon Maaf mas, hari ini Bapak Kadis lagi keluar kota, mungkin besok atau lusa balik lagi mas," ujar salah satu staffnya. AR

Berita Terbaru

19 Sekolah Muhammadiyah di Gresik Raih Penghargaan atas Kenaikan Jumlah Murid

19 Sekolah Muhammadiyah di Gresik Raih Penghargaan atas Kenaikan Jumlah Murid

Minggu, 05 Apr 2026 16:27 WIB

Minggu, 05 Apr 2026 16:27 WIB

SURABAYAPAGI.com, Gresik - Sebanyak 19 sekolah Muhammadiyah di Kabupaten Gresik menerima penghargaan atas keberhasilan meningkatkan jumlah peserta didik secara…

Daop 7 Madiun Catat Enam Gangguan Perjalanan KA Selama Angkutan Lebaran 2026

Daop 7 Madiun Catat Enam Gangguan Perjalanan KA Selama Angkutan Lebaran 2026

Minggu, 05 Apr 2026 15:00 WIB

Minggu, 05 Apr 2026 15:00 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar - Selama masa Angkutan Lebaran 2026, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 7 Madiun mencatat adanya enam kejadian gangguan…

Kurang Waspada! Motor dan Truk Adu Banteng, Pengendara Motor Tewas di TKP

Kurang Waspada! Motor dan Truk Adu Banteng, Pengendara Motor Tewas di TKP

Minggu, 05 Apr 2026 14:55 WIB

Minggu, 05 Apr 2026 14:55 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar - Kecelakaan antara pengendara motor dan Truk Isuzu dengan adu banteng yang terjadi pada Minggu (5 April 2026) dini hari mengejutkan…

Kebijakan Pembatasan Belanja Pegawai 30 Persen dari APBD Akan Resmi Berlaku Tahun 2027

Kebijakan Pembatasan Belanja Pegawai 30 Persen dari APBD Akan Resmi Berlaku Tahun 2027

Minggu, 05 Apr 2026 14:23 WIB

Minggu, 05 Apr 2026 14:23 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Terkait kebijakan pembatasan belanja pegawai maksimal 30 persen dari APBD akan resmi diberlakukan tahun 2027. Dimana, postur APBD…

Usai Santap Nasi Berkat Tahlilan, Puluhan Korban Diduga Alami Keracunan Muntah-Diare

Usai Santap Nasi Berkat Tahlilan, Puluhan Korban Diduga Alami Keracunan Muntah-Diare

Minggu, 05 Apr 2026 14:14 WIB

Minggu, 05 Apr 2026 14:14 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Baru-baru ini viral, seusai menyantap nasi berkat tahlilan di Jalan Sido Kapasan Gang 10, Simokerto, Surabaya, sebanyak puluhan…

Warga Napis Bojonegoro Akhirnya Miliki Jembatan, Pasca Penantian Puluhan Tahun

Warga Napis Bojonegoro Akhirnya Miliki Jembatan, Pasca Penantian Puluhan Tahun

Minggu, 05 Apr 2026 14:06 WIB

Minggu, 05 Apr 2026 14:06 WIB

SURABAYAPAGI.com, Bojonegoro - Setelah menanti selama puluhan tahun, akhirnya kini warga di perbatasan Bojonegoro dan Ngawi bisa bernapas lega lantaran…