Pemerintah Sumenep, Minta Ketua Paguyuban Pasar Anom Duduk Bareng Cari Solusi

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Kepala DKUPP Kab. Sumenep, Chainur Rasyid SE, M.Si, saat ditemui reporter Surabaya pagi di ruang kerjanya. SP/Ainur Rahman
Kepala DKUPP Kab. Sumenep, Chainur Rasyid SE, M.Si, saat ditemui reporter Surabaya pagi di ruang kerjanya. SP/Ainur Rahman

i

SURABAYAPAGI.COM,  Sumenep - Kepala DKUPP Kab. Sumenep, Chainur Rasyid SE, MM mengatakan bahwa perencanaan pemasangan portal pintu masuk ke areal pasar Anom Sumenep, sebenarnya sudah lama dirancang oleh teknisi dan sudah disetujui oleh Bupati Sumenep, Achmad Fauzi SH, MH.

Menurutnya, proyek portal pintu masuk saat ini merupakan perpanjangan tangan dari program sebelumnya, oleha karenanya ia meminta ketua paguyuban dan para pedagang pasar duduk bareng (berembuk) untuk membahas masalah tersebut.

"Ayo, duduk bareng, pemerintah, para aktivis dan stakeholder, berdiskusi dan mencari jalan keluar, jadi persoalan itu tidak melebar kemana-mana," ujarnya.

“Ayo kapan digelar Audiensi, saya akan jelaskan, biar sama-sama enak, sebab pasar itu bukan milik saya bukan warisan saya, itu hanya aset pemerintah yang perlu dikelola untuk pembangunan Kabupaten,” tegasnya.

Jika pemerintah bersama masyarakat bersatu tujuan untuk menata kabupaten lebih baik, maka kemungkinan terbesar tidak akan ada persoalan, sebab pemerintah berbuat itu tidak asal semuanya diserahkan kepada tim ahli.

"Pemerintah itu berbuat untuk pembangunan Kab. Sumenep, makanya, ayo bantu pemerintah untuk mensukseskan pembangunan kabupaten dan memperkecil angka pengangguran," jelasnya.

"Seperti di Pasar Anom itu sudah dirancang lama, pembuatan portal pintu masuk itu ada teknisinya yang ahli dibidangnya, ada masterplanenya, jadi tidak asal," imbuhnya.

Sementara Moh. Ali mengaku akan terus melakukan perlawanan terhadap kebijakan pemerintah, karena dianggap hanya menguntungkan pemerintah dan menyengsarakan masyarakat banyak.

"Saya akan perjuangkan para pedagang dan masyarakat banyak, karena ini pasar areal bebas, jika alasan portal pintu masuk, hanya karena alasan kebocoran retribusi, jangan salahkan pedagang, tapi salahkan petugas pasar," ungkapnya.

Dikatakan Ali, apapun bentuk kebijakan pemerintah yang tidak memihak kepada masyarakat banyak, perlu dikaji ulang. Termasuk pemasangan portal pintu masuk ke pasar Anom. AR

Berita Terbaru

2 Korporasi Malaysia dan Singapura Tersangka Karhutla

2 Korporasi Malaysia dan Singapura Tersangka Karhutla

Jumat, 30 Okt 2026 03:20 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 03:20 WIB

SURABAYAPAGI.com, Jakarta - 20 korporasi sebagai tersangka dalam kasus kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Dari daftar tersebut, empat di antaranya merupakan…

Sepuluh Staf Terima Uang di Luar Gaji

Sepuluh Staf Terima Uang di Luar Gaji

Jumat, 30 Okt 2026 03:18 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 03:18 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya — Pengakuan sepuluh staf bidang pertambangan Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jawa Timur yang menerima uang di luar gaji d…

ESDM JATIM DIDUGA TERIMA PUNGLI RP 687,5 JUTA

ESDM JATIM DIDUGA TERIMA PUNGLI RP 687,5 JUTA

Jumat, 30 Okt 2026 03:15 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 03:15 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Timur mendalami dugaan aliran dana pungutan liar (pungli) sebesar Rp 687,5 juta kepada mantan…

Jokowi Minggu Depan Siap Jadi Saksi Roy Suryo

Jokowi Minggu Depan Siap Jadi Saksi Roy Suryo

Jumat, 30 Okt 2026 03:13 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 03:13 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Saya sangat menghormati proses hukum yang sedang berjalan. Kalau memang diundang, ya saya Insya Allah akan hadir,” kata Jokowi k…

Hashim Ingatkan Risiko Pelemahan Rupiah Jika Isu MSCI Tak Diselesaikan

Hashim Ingatkan Risiko Pelemahan Rupiah Jika Isu MSCI Tak Diselesaikan

Jumat, 30 Okt 2026 03:11 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 03:11 WIB

SURABAYAPAGI.com - Ketua Dewan Penasihat Kadin Indonesia Hashim S. Djojohadikusumo mengingatkan potensi pelemahan nilai tukar rupiah akibat derasnya aliran…

Beras Oplos Berulang, Amran Wanti-Wanti Risiko Pidana

Beras Oplos Berulang, Amran Wanti-Wanti Risiko Pidana

Jumat, 30 Okt 2026 03:09 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 03:09 WIB

SURABAYAPAGI.com - Menteri Pertanian/Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas), Andi Amran Sulaiman akan menyebar surat edaran (SE) mengenai potensi sanksi pidana…