Proyek Pembangunan Reservoir di Terminal Bunder Abaikan Public Safety

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Tampak alat berat di depan pintu terminal Bunder dan tumpukan bahan galian yang tidak memperhatikan keselamatan publik dalam pengerjaan proyek reservoir.
Tampak alat berat di depan pintu terminal Bunder dan tumpukan bahan galian yang tidak memperhatikan keselamatan publik dalam pengerjaan proyek reservoir.

i

SURABAYAPAGI.COM, Gresik - Proyek pembangunan reservoir di areal Terminal Bunder, Kabupaten Gresik yang konon anggaranya mencapai Rp7 miliar dikeluhkan sejumlah pihak.

Penggarap proyek PT Gemilang itu mengabaikan publik safety sesuai Peraturan Menteri PUPR No. 21/PRT/M/2019 tentang Pedoman Sistem Manajemen Keselamatan Konstruksi Pantauan di lokasi proyek masih terlihat alat berat beroperasi dipintu masuk terminal bunder yang melakukan pemerataan lahan dan pemasangan pondasi pagar.

Terlihat alat berat dan dump truck membawa material tanah untuk urukan. Sayangnya memang nampak tidak menerapkan publik safety sehingga bekas galian dan alat berat nampak semrawut.

"Menurut pengamatan awam saya kondisi bahaya. Karena tidak ada penutup untuk melindungi kendaraan yang masuk ke terminal. Mungkin kepleset bekas galian kita kan harus waspada. Karena proyek persis dipintu masuk terminal. Tentu mengganggu karena pengerjaanya yang tidak sesuai aturan. Kami orang biasa, orang kecil tidak masalah hanya saja pengerjaanya kaya asal asalan," ungkap salah satu sopir angkutan umum yang akrab dipanggil Dalbo yang keluar masuk terminal Bunder, Sabtu (24/11/22).

Ia menambahkan, bekas galian dan areal yang menjadi kegiatan proyek dibiarkan terbuka. Sehingga bekas galian semrawut dan membahayakan kendaraan yang keluar masuk terminal. "Nampak semrawut. Masak penutup area proyek saja nggak ada. Setiap hari kan teman teman melihatnya," tandasnya.

Kritik proyek pembangunan untuk sarana kebutuhan air beraih itu, juga disampaikan oleh Ketua Organisasi Kemasyarakatan (Orkemas) Informasi Dari Rakyat (IDR) Choirul Anam mengatakan, publik safety kerap terabaikan. Biasanya proyek seperti ini terlalu nekat. Karena mengejar target yang sudah mepet.

"Sebenarnya banyak yang mengabaikan publik safety. Hanya saja proyek reservoir ini diareal publik luas. Di terminal sehingga jadi sorotan banuak pika. Nah, kebanyakan mereka yang nakak mengerjakan proyek negara. Jangan hanya mengejar target karena waktunya mepet. Desember kan harus selesai. Sekarang sudah november hampir akhir. Akhirnya ngawur dan dampaknya merugikan masyarakat lainya," jelasnya.

Penggarap proyek PT Gemilang melalu penanggungjawab proyek Topan mengaku pihaknya terkendala membuang bekas tanah galian. "Terkendala pembuangan tanah karena hujan. Longsor semua," katanya.

Saat diyanya soal pagar area proyek dirinya juga akan segera membuatkan oagar seng. "Tanah sy buangi nanti tak kasih pagar seng lagi," imbuhnya melalui pesan WhatSapp.

Sementara itu Ida Lailatussa’diyah Kadis Perumahan dan Kawasan Pemukiman mengaku telah menegur penanggungjawab proyek agar segera dipasang pagar. "Ok trims infonya. Kemarin sdh tak suru masang pagar seng. Kbd nya tak suruh kevlap," ungkap Ida saat dihubungi via ponselnya.grs

Tag :

Berita Terbaru

Tanggap, Polsek Pasirian Evakuasi Buaya Liar 2 Meter di Gondoruso Lumajang

Tanggap, Polsek Pasirian Evakuasi Buaya Liar 2 Meter di Gondoruso Lumajang

Senin, 02 Nov 2026 21:35 WIB

Senin, 02 Nov 2026 21:35 WIB

SURABAYA PAGI, Lumajang — Jajaran Polsek Pasirian bergerak cepat mengevakuasi seekor buaya liar berukuran dua meter dari area rawa di Dusun Kaliwelang, Desa Go…

Kali Ditutup, Tambak Warga Terancam: Petambak Mengare Minta JIIPE Jangan Korbankan Wong Cilik

Kali Ditutup, Tambak Warga Terancam: Petambak Mengare Minta JIIPE Jangan Korbankan Wong Cilik

Senin, 02 Nov 2026 19:11 WIB

Senin, 02 Nov 2026 19:11 WIB

SURABAYAPAGI.com, Gresik – Pengembangan kawasan industri semestinya membawa manfaat bagi masyarakat. Namun, ketika pembangunan justru membuat saluran air m…

MilkLife Strikers Tembus Final Singa Cup 2026, Tantang Wakil Malaysia

MilkLife Strikers Tembus Final Singa Cup 2026, Tantang Wakil Malaysia

Senin, 02 Nov 2026 18:57 WIB

Senin, 02 Nov 2026 18:57 WIB

SurabayaPagi, Singapura – MilkLife Strikers memastikan tiket ke final Singa Cup 2026 setelah finis sebagai pemuncak klasemen Grup A. Meski menelan kekalahan 0…

Dapat Anggaran Rp50,8 M, Pengelolaan Sampah di Dinas Lingkungan Hidup Tidak Optimal

Dapat Anggaran Rp50,8 M, Pengelolaan Sampah di Dinas Lingkungan Hidup Tidak Optimal

Senin, 02 Nov 2026 18:05 WIB

Senin, 02 Nov 2026 18:05 WIB

SURABAYAPAGI.COM, SURABAYA - Komisi D DPRD Jawa Timur menilai rancangan anggaran Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Jatim tahun 2027 belum sesuai dengan kondisi…

BeautyFest Asia Surabaya 2026 Perluas Pengalaman Kecantikan lewat Workshop, Wellness dan Lifestyle

BeautyFest Asia Surabaya 2026 Perluas Pengalaman Kecantikan lewat Workshop, Wellness dan Lifestyle

Senin, 02 Nov 2026 17:46 WIB

Senin, 02 Nov 2026 17:46 WIB

SURABAYA PAGI, Surabaya- BeautyFest Asia Surabaya 2026 by Popbela.com sukses digelar selama tiga hari, pada 30 Oktober–1 November 2026, di Convention Hall, T…

Sah!! Ning Ita Resmi Jabat Ketua DPC Gerindra Kota Mojokerto

Sah!! Ning Ita Resmi Jabat Ketua DPC Gerindra Kota Mojokerto

Senin, 02 Nov 2026 17:05 WIB

Senin, 02 Nov 2026 17:05 WIB

SURABAYAPAGI.com, Mojokerto - Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari atau Ning Ita resmi menjabat sebagai Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Gerindra Kota…