Dinas Pertanian Tak Peduli Jatah Pupuk Subsidi Petani Jatim Merosot

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Anggota Komisi B DPRD Jatim Subianto.
Anggota Komisi B DPRD Jatim Subianto.

i

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Permasalahan penyaluran pupuk subsidi tidak lepas dari buruknya peran Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Timur. Akibat hal ini petani di Jawa Timur tidak kebagian pupuk bersubsidi hingga membuat ongkos produksi semakin tinggi.
 
Hal tersebut diungkapkan Anggota Komisi B DPRD Jatim Subianto. Politisi Partai Demokrat ini mengatakan soal pupuk itu jelas karena tidak ada kejelasan yang konsisten dari pembuat kebijakan dari pusat hingga daerah.
 
“Masalah pupuk itu unik. Berliku dan tidak jelas,” kata Pria yang akrab disapa Pak Bi ini, Rabu (30/11/2022) 
 
Salah satu contohnya kata Pak Bi adalah banyaknya program untuk petani yang tidak diimbangi dengan konsistensi sesuai kebutuhan di lapangan. Contoh, ada program peningkatan produksi petani, secara itung itungan misal butuh 7 juta Ton pupuk. prakteknya cuman di beri 30 persen.
 
“Mana bisa optimal, itu kan gak konsisten dengan program. Ini program kan gak ada dukungan dari pihak penyedia pupuk,” jelas pria asli Kediri ini. 
 
Tidak sampai disitu saja, jatah 30 persen itu juga secara praktek pembagiannya kayak hukum rimba, siapa yang kuat yang punya modal dia yang dapat pupuk subsidi. 
 
Ironisnya, Dinas Pertanian seolah tutup mata dengan kondisi ini. tidak ada sosialisasi dan membiarkan kios yang menjadi mitra Pupuk Indonesia mengatur sendiri sesuai kebutuhan pasar, bukan atas jatah petani seharusnya.
 
"Mestinya Dinas Pertanian ya ikut mengatur mekanisme agar semua dapat. Bukan sesuai siapa yang datang duluan dibiarkan saja," tambahnya. 
 
Subianto menjelaskan makin lama jatah pupuk subsidi ke Jatim Makin menurun drastis tahun ke tahun. Ia mengaku tak paham apa penyebabnya. Jatim ini makin ke sini makin turun jatahnya. Tahun depan ini bahkan hanya dapat alokasi sekitar 1,6 juta ton.
 
“Padahal kebutuhan ideal kita 2,7 juta ton. Sebelumnya Jatim masih memiliki jatah sekitar 2,3 juta ton. Padahal kan ada prediksi di tahun 2023 bakal terjadi resesi pangan. Harusnya dinaikkan, ini malah turun," herannya.  
 
Subianto coba nawarkan solusi agar petani di Jatim dapat pupuk sesuai kebutuhan, salah satunya dengan realokasi serapan pupuk di wilayah lain. 
 
"Misal ada provinsi yang ternyata pupuk subsdi ini tidak terserap, maka bisa diberikan ke Jatim. Agar efektif diberikan pada petani yang membutuhkan," usulnya.
 
Jika tidak mungkin, maka Jatim harus kreatif dengan membuat tehnologi pembuatan pupuk organik. Namanya Alat Pembuat Pupuk Organik atau APPO. Dinas pertanian bisa mengganggarkan program pembuatan APPO ini secara massal.
 
“Kenapa harus Dinas?karena biayanya lumayan besar untuk membuat satu alat APPO ini sekitar 60-80 juta rupiah," ungkapnya. rko

Berita Terbaru

Puncak Hari Lingkungan Hidup, Khofifah Pimpin Aksi Bersih 10 Ton Sampah dan Tanam Pohon

Puncak Hari Lingkungan Hidup, Khofifah Pimpin Aksi Bersih 10 Ton Sampah dan Tanam Pohon

Sabtu, 06 Jun 2026 20:42 WIB

Sabtu, 06 Jun 2026 20:42 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memimpin aksi bersih sampah dan penanaman pohon pada puncak peringatan Hari Lingkungan H…

Gerindra Cup 2026 U 17 Resmi Dibuka, Mbak Wali Dorong Lahirnya Atlet Sepak Bola Berprestasi

Gerindra Cup 2026 U 17 Resmi Dibuka, Mbak Wali Dorong Lahirnya Atlet Sepak Bola Berprestasi

Sabtu, 06 Jun 2026 19:57 WIB

Sabtu, 06 Jun 2026 19:57 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Kediri - Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati menghadiri pembukaan turnamen sepak bola Gerindra Cup 2026 U 17. Acara berlangsung di Stadion…

KAI Dukung Program Diskon Transportasi dari Pemerintah untuk Kereta Ekonomi Komersial di Wilayah Daop 7 Madiun

KAI Dukung Program Diskon Transportasi dari Pemerintah untuk Kereta Ekonomi Komersial di Wilayah Daop 7 Madiun

Sabtu, 06 Jun 2026 18:28 WIB

Sabtu, 06 Jun 2026 18:28 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar - Liburan Sekolah lebih hemat, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 7 Madiun menyatakan dukungan penuh terhadap program…

Kuasa Hukum 2 Rekanan Kirim Surat ke Perumda Delta Tirta Harus Bayar Tagihan Rp1,4 M Sesuai Perintah Hakim Kasasi MA

Kuasa Hukum 2 Rekanan Kirim Surat ke Perumda Delta Tirta Harus Bayar Tagihan Rp1,4 M Sesuai Perintah Hakim Kasasi MA

Sabtu, 06 Jun 2026 18:24 WIB

Sabtu, 06 Jun 2026 18:24 WIB

SURABAYAPAGI.com, Sidoarjo - Kasus penolakan pembayaran proyek pengadaan pipa di Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Delta Tirta Sidoarjo kembali mencuat.…

Sparta Pena FC Tumbangkan Bank Jatim 3-2 di Laga Penuh Kontroversi  ‎

Sparta Pena FC Tumbangkan Bank Jatim 3-2 di Laga Penuh Kontroversi ‎

Sabtu, 06 Jun 2026 15:16 WIB

Sabtu, 06 Jun 2026 15:16 WIB

‎SURABAYAPAGI.COM, Madiun – Sparta Pena FC Madiun meraih kemenangan setelah menundukkan Bank Jatim dengan skor 3-2 dalam lanjutan Mini Soccer Grup D Kapolres Cu…

Komitmen Jaga Iklim dan Lingkungan, PLN UID Jatim dan DLH Surabaya Tanam 60 Pohon

Komitmen Jaga Iklim dan Lingkungan, PLN UID Jatim dan DLH Surabaya Tanam 60 Pohon

Sabtu, 06 Jun 2026 15:10 WIB

Sabtu, 06 Jun 2026 15:10 WIB

SurabayaPagi, Surabaya - Dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia, PLN Unit Induk Distribusi (UID) Jawa Timur bersama Dinas Lingkungan Hidup…