Lagi, Gangster Jarah dan Serang Warga di Keputih

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Tangkapan layar rekaman CCTV saat sekelompok pemuda diduga gangster melakukan penjarahan di kawasan Keputih Surabaya
Tangkapan layar rekaman CCTV saat sekelompok pemuda diduga gangster melakukan penjarahan di kawasan Keputih Surabaya

i

12 Orang Langsung Diamankan Polisi

 

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Sejumlah pemuda diduga gangster berulah saat melakukan konvoi di jalan Keputih Surabaya pada Jum’at (2/12) dini hari. Mereka menyerang dan menjarah barang-barang milik konsumen warung yang sedang asyik menyaksikan Piala Dunia 2022.

Dari keterangan saksi Rahman warga Jalan Keputih, kelompok gangster tersebut berbondong-bondong datang dari arah Jalan Medokan, yang kemudian baru melewati Jalan Keputih.

“Ada 50-an sepeda motor, mereka arah dari Medokan langsung masuk ke Keputih, langsung ke warkop. Dia itu memang tujuannya menyerang warkop,” kata Rahman waktu dikonfirmasi.

Setelah menyerang warkop, gangster itu membagi beberapa kelompok untuk melarikan diri ke arah kampus Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) dan Jalan Kalisari Damen. Mereka dikejar warga sekitar karena geram.

“Ketika di pertigaan itu diberhentikan sama orang-orang. Terus mereka jadi dua kelompok, satu ke arah Jalan Kalisari Damen, satu lagi ke kampus ITS,” jelasnya.

Setelah dikejar, 12 orang anggota dari gangster tersebut ditangkap warga sekitar di tiga tempat berbeda. Tak lama, anggota Polsek Sukolilo langsung melakukan pengamanan datang ke lokasi.

Saat ditangkap, gangster tersebut didapati membawa sejumlah senjata tajam dan bambu. Para pelaku beserta barang bukti telah dibawa ke Polsek Sukolilo.

“Tertangkapnya di tiga titik, di kampus ITS, Apartemen Puncak Kertajaya, sama di Jalan Kalisari Damen, arah Pakuwon City. Setelah ditangkap langsung dibawa ke Polsek Sukolilo,” ucapnya.

R menyebut bahwa kejadian itu bukan pertama kalinya, sebab satu bulan lalu juga terjadi penyerangan serupa. Akan tetapi, gangster tersebut mendatangi warung yang berbeda.

“Warkopnya itu berbeda sama yang diserang sebelumnya, jadi seperti random. Teman- teman kebingungan, sebenarnya ada masalah apa gangster itu, warkop yang diserang beda-beda,” jelasnya.

Sementara itu, Kapolsek Sukolilo Kompol M Sholeh mengatakan pihaknya masih melakukan pemeriksaan terhadap 12 pemuda yang diamankan. “Sebentar ya, nanti Kanit Reskrim akan menjelaskan semuanya. Sabar ya,” ujarnya.

Maraknya aksi gangster akhir-akhir ini menjadi atensi tersendiri tak hanya polisi, bahkan pemkot juga. Untuk meminimalisir aksi gangster yang meresahkan warga, diberlakukan penyekatan di setiap kecamatan dan dijaga 24 jam sejak Kamis kemarin.

"Jadi tidak lagi satu Surabaya, tapi kami penyekatan di masing-masing kecamatan dan sudah berjalan mulai kemarin. 24 jam berjalan dan kami akan melihat," kata Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi kepada wartawan, Jumat (2/12/2022).

Eri telah memerintahkan semua camat turut serta melakukan pengawasan selama 24 jam bersama tiga pilar. Namun, untuk keamanan kota tetap menjadi ranah pihak yang berwajib.

"Saya juga memerintahkan kepada camat untuk turun memberikan kenyamanan, tapi jangan sampai kita turun sendiri tanpa ada tiga pilar. Makanya kami bentuk 3 pilar yang bergerak di wilayah masing-masing. Nanti kita akan lihat di kecamatan mana yang kebobolan berkali-kali," ujarnya.

Terkait maraknya gangster di Kota Pahlawan, Eri mengatakan bahwa Polrestabes dan Polres Tanjung Perak sudah turun menjaga. Bahkan sudah ada yang diamankan.

"Kepolisian menjaga keamanan Kota Surabaya dan beberapa sudah ditangkap, Gukgukguk sama Kwok-kwok. Saya berharap kepada masyarakat yang tahu cepat-cepat melapor ketika ada kumpul-kumpul segerombolan orang, sebelum melakukan tindakan," ujarnya. ham/rmc

Berita Terbaru

19 Sekolah Muhammadiyah di Gresik Raih Penghargaan atas Kenaikan Jumlah Murid

19 Sekolah Muhammadiyah di Gresik Raih Penghargaan atas Kenaikan Jumlah Murid

Minggu, 05 Apr 2026 16:27 WIB

Minggu, 05 Apr 2026 16:27 WIB

SURABAYAPAGI.com, Gresik - Sebanyak 19 sekolah Muhammadiyah di Kabupaten Gresik menerima penghargaan atas keberhasilan meningkatkan jumlah peserta didik secara…

Daop 7 Madiun Catat Enam Gangguan Perjalanan KA Selama Angkutan Lebaran 2026

Daop 7 Madiun Catat Enam Gangguan Perjalanan KA Selama Angkutan Lebaran 2026

Minggu, 05 Apr 2026 15:00 WIB

Minggu, 05 Apr 2026 15:00 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar - Selama masa Angkutan Lebaran 2026, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 7 Madiun mencatat adanya enam kejadian gangguan…

Kurang Waspada! Motor dan Truk Adu Banteng, Pengendara Motor Tewas di TKP

Kurang Waspada! Motor dan Truk Adu Banteng, Pengendara Motor Tewas di TKP

Minggu, 05 Apr 2026 14:55 WIB

Minggu, 05 Apr 2026 14:55 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar - Kecelakaan antara pengendara motor dan Truk Isuzu dengan adu banteng yang terjadi pada Minggu (5 April 2026) dini hari mengejutkan…

Kebijakan Pembatasan Belanja Pegawai 30 Persen dari APBD Akan Resmi Berlaku Tahun 2027

Kebijakan Pembatasan Belanja Pegawai 30 Persen dari APBD Akan Resmi Berlaku Tahun 2027

Minggu, 05 Apr 2026 14:23 WIB

Minggu, 05 Apr 2026 14:23 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Terkait kebijakan pembatasan belanja pegawai maksimal 30 persen dari APBD akan resmi diberlakukan tahun 2027. Dimana, postur APBD…

Usai Santap Nasi Berkat Tahlilan, Puluhan Korban Diduga Alami Keracunan Muntah-Diare

Usai Santap Nasi Berkat Tahlilan, Puluhan Korban Diduga Alami Keracunan Muntah-Diare

Minggu, 05 Apr 2026 14:14 WIB

Minggu, 05 Apr 2026 14:14 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Baru-baru ini viral, seusai menyantap nasi berkat tahlilan di Jalan Sido Kapasan Gang 10, Simokerto, Surabaya, sebanyak puluhan…

Warga Napis Bojonegoro Akhirnya Miliki Jembatan, Pasca Penantian Puluhan Tahun

Warga Napis Bojonegoro Akhirnya Miliki Jembatan, Pasca Penantian Puluhan Tahun

Minggu, 05 Apr 2026 14:06 WIB

Minggu, 05 Apr 2026 14:06 WIB

SURABAYAPAGI.com, Bojonegoro - Setelah menanti selama puluhan tahun, akhirnya kini warga di perbatasan Bojonegoro dan Ngawi bisa bernapas lega lantaran…