Kuasa Hukum AKBP Doddy Prawiranegara, Adriel Viari Purba: Irjen Teddy dan Istrinya, Ajak AKBP Doddy, Ikuti Skenarionya

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
AKBP Dody Prawiranegara bersama kuasa hukumnya, Adriel Viari Purba usai pemeriksaan konfrontasi dengan Irjen Teddy Minahasa.
AKBP Dody Prawiranegara bersama kuasa hukumnya, Adriel Viari Purba usai pemeriksaan konfrontasi dengan Irjen Teddy Minahasa.

i

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta -  Kasus narkoba barang bukti yang melibatkan eks Kapolda Sumbar Irjen Teddy Minahasa, makin keruh. Diungkap oleh kuasa hukum AKBP Doddy Prawiranegara, Adriel Viari Purba, Irjen Teddy terus merajuk Doddy, agar mengkambing hitamkan Arif, warga sipil, juga istri Teddy, ikut merayu istri Doddy.

Menurut Purba, Ayah Doddy, Irjen (Purn) Maman Supratman, dan istri Doddy Rahma diperiksa sebagai saksi oleh penyidik Ditresnarkoba Polda Metro Jaya pada Selasa (6/12/2022).

Dalam kesaksiannya, istri Doddy menyampaikan adanya skenario yang dibuat Teddy Minahasa untuk melimpahkan kasus kepada Syamsul Arif aau Arif untuk menyelamatkan Teddy dan Doddy. Padahal menurut Adriel, Arif tidak pernah memakai maupun mengedarkan sabu.

"Kemudian, Pak TM juga menyampaikan skenario bila Doddy ikut kubu TM dan membuang semua perkara ini ke Arif serta Linda, maka mereka (TM dan Dody) selamat," kata Adriel Purba, dalam keterangan tertulisnya, Rabu (7/12/2022).

"Jadi, saya juga kan penasihat hukum dari Arif. Saya tahu Arif tidak seperti yang diungkap TM, karena Arif bukan pemakai dan pengedar narkoba. Dan, Arif memang tidak pernah melakukan soal-soal narkoba," sambungnya.

 

Istri Teddy telepon Istri Doddy

Adriel juga mengatakan istri Doddy mendapat telepon dari istri Teddy Minahasa, MK. Adriel menyebut MK juga mendesak istri Doddy untuk memaksa Dody mengikuti skenario dan menandatangani surat kuasa agar ikut kubu Teddy.

"Kalau mengikuti pada saat pemeriksaan penyidik kemarin, Bu Rahma (istri Doddy) menjelaskan intervensi dari kubu Bu MK untuk mengikuti sekenario Pak TM bahwa hapus penerimaan uang sabu agar TM dinilai bukan sebagai bandar," tutur Adriel.

 

12 Jam Dikonfrontasi

Sementara itu, Hotman Paris selaku pengacara Irjen Teddy Minahasa mengakui kliennya dengan Doddy, sudah dilakukan konfrontasi. Acara konfrontasi berlangsung alot selama 12 jam, akhir November 2022. Hotman mengakui ada rasa canggung antara kliennya dan AKBP Doddy saat dikonfrontasi  penyidik  Ditresnarkoba Metro Jaya.

"Mereka satu ruangan, tapi saling nggak lihat. Bedanya hanya satu meter," kata pengacara Irjen Teddy Minahasa, Hotman Paris, di Polda Metro Jaya, Jakarta, akhir November lalu.

Namun, Hotman membantah kalau kliennya menghubungi ayah dari Doddy. "Tidak, dia bilang tidak. Itu saya sudah dengar, ini mirip seperti kasus lain, perintah atasan untuk sebagai alasan pemaaf. Itu sesudah dia ketangkap, maka dia pakai dalil seolah-olah ini perintah atasan," kata Hotman.

Menurut Hotman, pernyataan mantan Kapolres Bukittinggi itu hanya sebagai dalih untuk meringankan hukuman. Hotman menyebut tidak sepatutnya seorang Ajun Komisaris Besar Polisi menerima perintah atasan untuk melakukan jual beli sabu.

"Sekiranya pun ya, masih bisa dimaafkan gak seorang Letnan Kolonel (pangkat TNI setingkat pangkat AKBP di Polri)? Gak bisa dong mengatakan perintah atasan. Komunikasi chat seolah-olah tawas itu dipakai disalah gunakan. Dari semula ada canda emoji dipakai sebagai alasan sesudah dia ketangkap," ujarnya. n jk, erc, rmc

Berita Terbaru

Rp88,7 Miliar Berputar, Rp10,5 Miliar Belum Kembali: Kesaksian Korban Ungkap Investasi Buah Impor di Surabaya

Rp88,7 Miliar Berputar, Rp10,5 Miliar Belum Kembali: Kesaksian Korban Ungkap Investasi Buah Impor di Surabaya

Senin, 31 Agu 2026 21:29 WIB

Senin, 31 Agu 2026 21:29 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya — Persidangan perkara dugaan penipuan dan penggelapan dengan modus investasi perdagangan buah impor yang menjerat Dimas Helmi Achmad …

Kejar PAD di Tengah Tekanan Fiskal, DPRD Madiun: Jangan Bebani Masyarakat

Kejar PAD di Tengah Tekanan Fiskal, DPRD Madiun: Jangan Bebani Masyarakat

Senin, 31 Agu 2026 20:06 WIB

Senin, 31 Agu 2026 20:06 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Madiun – DPRD Kabupaten Madiun meminta Pemkab Madiun tidak menjadikan masyarakat sebagai tumpuan utama untuk mendongkrak Pendapatan Asli D…

Waduh!! Motor Penonton Konser Jos Jis Fest Hilang, Polres Ponorogo Turun Tangan

Waduh!! Motor Penonton Konser Jos Jis Fest Hilang, Polres Ponorogo Turun Tangan

Senin, 31 Agu 2026 20:03 WIB

Senin, 31 Agu 2026 20:03 WIB

SURABAYA PAGI, Ponorogo-Seorang warga Kabupaten Ponorogo melaporkan kehilangan sepeda motor setelah menghadiri konser JOSJIS Fest 2026 di Stadion Batoro…

Diduga Kurang Konsentrasi, Truk Mitsubishi Tabrak Yembok Sekolahan di Blitar

Diduga Kurang Konsentrasi, Truk Mitsubishi Tabrak Yembok Sekolahan di Blitar

Senin, 31 Agu 2026 18:52 WIB

Senin, 31 Agu 2026 18:52 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar - Warga sekitar Sekolahan SDN Malirsn 3 Kecamatan Ponggok Kab.Blitar di kejutkan suara benturan keras dari depan SDN Maliran, setelah…

HUT Kemerdekaan RI Ke81 Pemdes Kalipecabean Kecamatan Candi Gelar Pertunjukan Wayang kulit dan Campur Sari

HUT Kemerdekaan RI Ke81 Pemdes Kalipecabean Kecamatan Candi Gelar Pertunjukan Wayang kulit dan Campur Sari

Senin, 31 Agu 2026 17:32 WIB

Senin, 31 Agu 2026 17:32 WIB

SURABAYAPAGI.com, Sidoarjo - Dalam rangka merayakan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-81 , Desa Kalipecabean kecamatan Candi menggelar acara…

Mengembangkan Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Melalui Pembelajaran

Mengembangkan Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Melalui Pembelajaran

Senin, 31 Agu 2026 17:25 WIB

Senin, 31 Agu 2026 17:25 WIB

SURABAYA PAGI, Surabaya- Kemampuan berpikir kritis menjadi salah satu keterampilan penting yang perlu dimiliki siswa untuk menghadapi perubahan zaman. Melalui…